Pedofilia Terjadi Akibat Kelainan Gen, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pedofilia Terjadi Akibat Kelainan Gen, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Kamu tentunya sudah familiar dengan kelainan bernama pedofilia. Ya, pedofilia adalah kelainan seksual di mana pengidapnya memiliki nafsu seksual terhadap anak-anak di bawah usia 14 tahun. Selama ini, pedofilia dianggap sebagai aksi pelecehan anak. Padahal, perlu diketahui bahwa pedofilia bukanlah dosa melainkan sebuah penyakit. Katanya, seseorang bisa mengidap pedofilia dikarenakan ada kelainan gen yang diturunkan. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di sini.

Mengenal Pedofilia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pedofilia adalah ketertarikan seksual yang berkelanjutan terhadap anak-anak pra-pubertas. Kondisi ini juga dianggap sebagai paraphilia, yaitu kondisi di mana gairah dan kepuasan seksual seseorang bergantung pada fantasi tertentu dan memiliki perilaku seksual yang tidak lazim atau ekstrem. 

Seseorang bisa dikatakan mengidap pedofilia bila ia memiliki fantasi seksual yang muncul secara berulang dan intens yang melibatkan aktivitas seksual dengan anak-anak pra-remaja berusia 13 tahun ke bawah selama periode setidaknya 6 bulan. Pengidap pedofilia disebut juga pedofil dan kebanyakan adalah pria. Pedofil bisa tertarik pada salah satu atau kedua jenis kelamin.

Pedofilia sudah menjadi jenis paraphilia yang umum. Diperkirakan 20 persen anak-anak di Amerika pernah menjadi korban pedofil. Jenis kegiatan yang dilakukan pedofil bervariasi, mulai dari hanya melihat seorang anak membuka baju atau menyentuh seorang anak. Namun, pedofilia sering juga melibatkan seks oral atau menyentuh alat kelamin anak atau pelaku. Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang merasa tidak diperhatikan atau kesepian mungkin berisiko lebih tinggi mengalami pelecehan seksual ini. 

Baca juga: Ini 5 Cara Jauhkan Si Kecil dari Pedofilia

Penyebab Pedofilia

Penyebab pedofilia dan parafilia lainnya belum diketahui secara pasti. Pada beberapa kasus, pedofilia bisa terjadi di dalam keluarga, tetapi hal ini pun belum jelas apakah disebabkan oleh genetika atau perilaku yang dipelajari.

Pengalaman menjadi korban pelecehan seksual saat masih anak-anak juga adalah salah satu faktor yang dianggap berpengaruh terhadap perkembangan pedofilia, meskipun hal ini juga belum terbukti. Model pembelajaran perilaku menunjukkan bahwa seorang anak yang pernah menjadi korban atau pengamat perilaku seksual yang tidak pantas, dapat meniru perilaku yang sama tersebut. Orang-orang tersebut kehilangan gairah seksual yang normal dan cenderung mencari kepuasan melalui cara-cara yang kurang bisa diterima secara sosial.

Seseorang bisa menyadari minat seksual mereka yang tidak biasa ini terhadap anak-anak sejak masa remaja. Pedofilia mungkin merupakan kondisi seumur hidup, tanpa gangguan pedofilik dapat berubah seiring waktu, seperti tekanan, gangguan psikososial, dan kecenderungan orang tersebut untuk bertindak berdasarkan desakan.

Baca juga: Ini Penjelasan Kenapa Orang Melakukan Pelecehan Seksual di Kereta Api

Ciri-Ciri Pedofilia

Menurut Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, Edisi Kelima, gangguan pedofilik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki fantasi seksual yang berulang, intens, atau dorongan untuk melakukan aktivitas seksual dengan anak pra-remaja untuk jangka waktu minimal 6 bulan.
  • Dorongan seksual ini telah menyebabkan tekanan atau masalah yang signifikan dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang lainnya.
  • Pedofil setidaknya berusia 16 tahun dan 5 tahun lebih tua dari anak yang menjadi korban.

Pengobatan Pedofilia

Sayangnya, kebanyakan pedofil menolak untuk mencari bantuan medis karena takut menghadapi konsekuensi hukum atau sosial. Namun, untuk pedofil yang bersedia diobati, penelitian menunjukkan bahwa model perawatan kognitif-perilaku dianggap efektif. Perawatan tersebut meliputi membangun empati korban, pelatihan ketegasan (pelatihan keterampilan sosial, manajemen waktu, dan struktur), pengawasan dari keluarga, dan pemeliharaan seumur hidup.

Baca juga: Ini Alasan Terapi Psikologi Bantu Pulihkan Disfungsi Seksual

Nah, jadi pedofilia masih belum terbukti disebabkan oleh kelainan gen. Bila kamu ingin bertanya lebih lanjut mengenali penyakit seksual ini, tanyakan saja langsung pada ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2019. Pedophilia.