18 December 2018

Pekerja Kantoran Rentan Terkena Penyakit Tennis Elbow?

Tennis elbow pada pekerja kantoran

Halodoc, Jakarta - Sekitar hampir 80 persen waktu yang dihabiskan oleh para pekerja kantoran adalah duduk. Berada di ruangan yang sejuk, duduk di kursi empuk, dan menghadapi laptop sambil mengetik dalam waktu lama. Meskipun terasa nyaman, kamu perlu waspada akan penyakit yang disebabkan oleh kebiasan ini. Inilah mengapa tennis elbow pada pekerja kantoran cukup rentan terjadi.

Selain berisiko tinggi mengalami kegemukan, duduk atau tidak bergerak dalam waktu lama dapat membuat kamu lebih rentan mengidap penyakit sendi dan juga saraf. Kamu juga mungkin sering mengeluhkan pundak yang terasa kaki, siku nyeri (tennis elbow), pergelangan tangan bengkak dan lemas, atau jari-jari terasa kesemutan. Gangguan ini merupakan sedikit dari kumpulan gejala yang disebut upper extremity disorder (UED) atau gangguan bagian luar tubuh. Penyakit yang termasuk dalam UED antara lain sindrom tennis elbow (nyeri pada bagian luar lengan bagian bawah).

Tennis elbow disebabkan karena berbagai aktivitas, termasuk memutar lengan bawah dan gerakan pergelangan tangan secara berulang kali. Sayangnya tidak mudah mengatasi gangguan ini. Mengubah letak komputer saja ternyata bukan solusi jitu. Salah satu yang dapat kamu lakukan adalah mengendalikan kondisi penyakit yang sudah lebih dulu ada.

Misalnya jika mengidap diabetes, jagalah kadar gula darah selalu normal untuk menjaga kondisi saraf. Selain itu, sering-sering melakukan peregangan dan mengistirahatkan tangan tanpa melakukan kegiatan apa pun untuk sementara waktu dapat mengurangi rasa nyeri.

Nyeri pada Sisi Luar Siku

Gejala yang umumnya dirasakan pengidap tennis elbow adalah nyeri pada sisi luar siku, yang menjalar hingga ke lengan bawah dan pergelangan tangan. Gejala dapat berlangsung dalam waktu 6 bulan hingga 2 tahun, berawal dari nyeri ringan, kemudian akan memburuk seiring waktu. Meskipun begitu, umumnya pengidap akan sembuh dalam waktu setahun.

Nyeri pada tennis elbow dapat terjadi pada sejumlah aktivitas berikut:

  • Mengangkat, menekuk, atau meluruskan lengan.

  • Berjabat tangan, menulis, atau menggenggam benda berukuran kecil seperti pensil.

  • Memutar pergelangan tangan, misal saat memutar kenop pintu atau membuka tutup toples.

Gejala tennis elbow jarang menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Tetapi jika dibiarkan tidak tertangani, gejala akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Segera periksakan diri ke dokter jika gejala tidak membaik meski sudah diobati dengan obat pereda nyeri atau jika lengan menjadi lebih dan kaku.

Tennis elbow merupakan kondisi yang sulit untuk dicegah, karena sikut termasuk salah satu bagian tubuh yang paling sering kamu gunakan. Meskipun begitu, terdapat beberapa cara untuk mengurangi kemungkinan terjadinya tennis elbow dan menjaga agar gejala tidak bertambah parah. Di antaranya adalah:

  • Lakukan pemanasan sebelum melakukan olahraga untuk mencegah terjadinya cedera.

  • Hindari mengangkat beban yang terlalu berat, terutama yang membebani lengan dan pergelangan tangan.

  • Gunakan raket yang ringan saat bermain tenis.

  • Lakukan stretching setiap beberapa waktu, saat bekerja di kantor.

  • Gunakan splint atau penyangga pada siku ketika sedang beraktivitas. Namun, untuk mencegah cedera bertambah parah, lepaskan splint jika ingin beristirahat.

  • Tingkatkan kekuatan otot dengan bantuan fisioterapi.

Bagi kamu yang sedang mengalami tennis elbow, sebaiknya untuk kurangi atau hindari aktivitas yang banyak membebani lengan. Bila perlu, jangan pernah ragu untuk berdiskusi dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc mengenai gangguan sendi ini. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!

Baca juga: