04 March 2019

Penanganan Pertama Ketika Terserang Flu Babi

Penanganan Pertama Ketika Terserang Flu Babi

Halodoc, Jakarta – Flu babi disebabkan oleh infeksi virus H1N1, merupakan jenis virus influenza yang relatif baru. Gejala flu babi mirip dengan flu biasa, sehingga banyak pengidap flu babi tidak menyadari gejala yang muncul. Disebut flu babi karena virus penyebab mirip dengan virus influenza yang sering menyerang babi. Seperti flu pada umumnya, flu babi bersifat menular dan dapat menyebar dengan cepat dari orang ke orang.

Baca Juga : Bahaya Flu Babi Memperparah Penyakit Kronis

Gejala flu babi umumnya meliputi demam tinggi, batuk kering, radang tenggorokan, hidung tersumbat, mata merah dan berair, nyeri pada tubuh, sakit kepala, kelelahan, diare, serta mual dan muntah. Pada kasus yang parah, pengidap flu babi mengalami sesak napas, pneumonia, kebingungan, hingga gejala lain yang membahayakan nyawa.

Bagaimana Penanganan Pertama saat Mengidap Flu Babi?

Cara terbaik menangani flu babi adalah dengan mencegahnya. Menjaga kebersihan tangan sangat penting untuk menghentikan penyebaran virus. Menjauh dari orang yang terinfeksi juga akan membantu menghentikan penularan dari orang ke orang. Jika kamu terserang flu babi, penanganan pertama yang dapat membantu meringankan gejalanya:

1. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Ketika kebutuhan cairan tubuh tercukupi, proses pengeluaran racun dan zat berbahaya dalam tubuh lainnya menjadi optimal. Air juga bisa meningkatkan kinerja organ tubuh termasuk sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus penyebab flu burung. Selain air putih, kebutuhan cairan bisa terpenuhi dengan konsumsi jus atau sup.

2. Perbanyak Istirahat

Saat kebutuhan tidur tercukupi, sistem imun mengeluarkan senyawa yang disebut sitokin. Senyawa ini berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kuman dan virus penyebab sakit. Itu sebabnya saat seseorang kurang tidur, tubuhnya rentan sakit karena kadar sitokin yang sedikit tidak mampu melawan serangan patogen.

3. Masak Makanan dengan Benar

Makan makanan yg higenis dan dimasak dengan benar. Sebaiknya, beli daging unggas yang telah dipotong di swalayan atau pasar tradisional yang sudah pasti higenis. Pastikan makanan yang dikonsumsi telah matang sempurna. Ketika memasak, pastikan api mencapai lebih dari 70 derajat Celsius.

4. Konsumsi Obat

Kamu bisa konsumsi obat penghilang rasa sakit seperti acetaminophen atau ibuprofen. Sebaiknya hindari penggunaan aspirin pada anak-anak atau remaja. Pasalnya aspirin berpotensi sebabkan sindrom Reye pada anak. Obat penghilang rasa sakit bisa membuat tubuh lebih nyaman, tetapi tidak bisa meringankan gejala. Jika gejala semakin meburuk, sebaiknya segera pergi  ke dokter.

Baca Juga : Flu Babi Disebabkan oleh Hewan? Cari Tahu Dulu Fakta Ini

Apabila pengidap flu babi harus berinteraksi dengan orang lain, berikut tips yang bisa dilakukan:

  • Tetap di rumah setidaknya selama 24 jam setelah demam hilang. Dikhawatirkan virus masih aktif di dalam tubuh sehingga bisa menularkannya pada orang lain.

  • Cuci tangan dengan sabun dan air hangat atau jika tidak tersedia, gunakan pembersih tangan (hand sanitizer) yang mengandung alkohol.

  • Tutupi mulut dan hidung saat bersin atau batuk. Pakai masker wajah saat bepergian ke luar ruangan.

Baca Juga : Perkembangan Pengobatan Flu Babi

Itulah penanganan pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi flu babi. Kalau cara di atas belum berhasil mengatasi flu babi yang kamu idap, sebaiknya segera tanyakan pada dokter. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!