30 November 2018

Penanganan Pertama pada Trauma Kepala Ringan Pasca Terbentur

Penanganan Pertama pada Trauma Kepala Ringan Pasca Terbentur

Halodoc, Jakarta - Kepala terbentur pasti menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu. Tak jarang, akan muncul benjolan sebagai akibat dari keras atau tidaknya benturan yang terjadi. Namun, jangan sepelekan kepala terbentur, karena hal tersebut bisa mengindikasikan terjadinya trauma kepala ringan.

Cedera kepala ringan adalah terjadinya luka pada otak, kulit kepala, atau tengkorak. Bisa berupa benjolan, memar, atau cedera otak yang menimbulkan trauma. Cedera ini termasuk gegar otak atau retaknya tengkorak.

Sayangnya, sulit untuk mendeteksi tingkat keparahan trauma kepala yang kamu alami kalau hanya dilihat sekilas. Pada beberapa kondisi trauma kepala ringan, darah bisa saja keluar dalam volume yang cukup banyak. Beberapa kasus cedera kepala berat tidak disertai keluarnya darah. Hal ini bisa berujung pada kematian jika terlambat atau salah penanganan.

Kamu perlu tahu, tulang tengkorak memiliki fungsi utama untuk melindungi otak dari kerusakan akibat cedera. Organ tubuh satu ini juga terlindungi dengan adanya jaringan ikat berlapis dan cairan yang berperan sebagai shock absorber.

Saat terjadi benturan yang menyebabkan cedera, fungsi otak akan mengalami gangguan tanpa diikuti dengan gejala yang bisa dilihat dari luar. Cedera kepala bisa menyebabkan otak mengalami benturan dengan tulang kepala bagian dalam yang memicu terjadinya perdarahan, memar jaringan, hingga terjadinya kerusakan pada serabut saraf.

Memberikan Pertolongan Pertama pada Korban Trauma Kepala Ringan

Jangan diam saja jika kamu melihat seseorang mengalami benturan pada kepala yang menyebabkan terjadinya trauma kepala ringan. Segera berikan pertolongan pertama untuk mengurangi dampak buruk yang mungkin terjadi.

Lalu, bagaimana sebenarnya pertolongan pertama pada cedera kepala ringan? Coba lakukan beberapa hal berikut ini.

  • Lakukan Pemeriksaan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi jantung pengidap. Secara sederhana, teknik disingkat menjadi teknik ABC, yaitu airways, breathing, dan circulation. Jika diperlukan, kamu bisa memberikan bantuan pernapasan atau CPR.

  • Apabila pengidap masih bernapas dan detak jantungnya masih berada pada kondisi normal, tetapi kehilangan kesadaran, kamu bisa menstabilkan posisi kepala dan leher menggunakan tangan sebagai alas. Lebih baik lagi jika menggunakan collar neck. Pastikan posisi kepala dan lehernya lurus dan hindari gerakan sekecil apa pun.

  • Bila terjadi perdarahan, kamu bisa menghentikannya dengan penekanan kuat pada luka menggunakan kain. Jangan lupa, hindari gerakan sekecil apa pun, terutama pada bagian kepalanya. Apabila darah tetap merembes meskipun kamu sudah menutupnya dengan kain, cari, dan gunakan kain lain untuk merangkap.

  • Apabila kamu merasa pengidap mengalami patah tulang pada bagian tengkorak, hindari memberikan penekanan pada luka maupun mencoba membersihkan luka. Sebaiknya, tutup langsung luka dengan pembalut luka yang steril.

  • Apabila ternyata pengidap muntah, kamu bisa memiringkan posisi pengidap, supaya pengidap tidak tersedak muntahnya. Namun, kamu harus memastikan posisi kepalanya tetap lurus.

  • Sebagai tindakan alternatif, kamu juga bisa mengompres area kepala yang mengalami pembengkakan.

  • Nah, apabila kamu melihat adanya benda yang menancap pada kepala, jangan pernah dicabut. Biarkan demikian dan bawa pengidap ke rumah sakit segera. Serahkan penanganan selanjutnya pada petugas medis.

Itu tadi beberapa cara pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan pada pengidap trauma kepala ringan. Kalau kamu ingin bertanya lebih banyak mengenai kesehatan, kamu bisa download aplikasi Halodoc. Aplikasi Halodoc ini juga menyediakan berbagai informasi kesehatan terbaru setiap harinya.

Baca juga: