Adakah Pencegahan Efektif untuk Kondisi Eklampsia?

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Adakah Pencegahan Efektif untuk Kondisi Eklampsia?

Halodoc, Jakarta - Ibu yang tengah mengandung, tak asing bukan dengan preeklamsia (PE)? Kondisi ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang mesti bumil waspadai. Alasannya simpel, PE bisa menimbulkan dampak serius bagi ibu. 

PE sendiri merupakan sebuah komplikasi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan organ. Pada kebanyakan kasus, PE terjadi ketika usia kandungan telah mencapai 20 minggu hingga sampai tak lama setelah kelahiran. 

Gawatnya, PE yang tak ditangani dengan tepat atau enggak disadari oleh pengidapnya bisa berkembang menjadi eklampsia, kondisi yang lebih serius dibandingkan dengan PE. Jangan main-main dengan eklampsia, sebab bisa menimbulkan kerusakan saraf pusat, gagal ginjal kerusakan hati, hingga stroke.

Lantas, adakah pencegahan yang efektif untuk mencegah eklampsia? 

Baca juga : 5 Cara Cegah Preeklamsia Usai Persalinan

Didahului Preeklamsia, Awas Bisa Kejang

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, kenali terlebih dahulu gejalanya. Berbicara gejala eklampsia tentunya berkaitan dengan preeklamsia. Pasalnya, munculnya eklampsia selalu didahului dengan preeklamsia. Sayangnya, sering kali ibu hamil yang mengalami PE tak menunjukkan gejala. Meski begitu, PE bisa kok diketahui lewat pemeriksaan tekanan darah. 

PE ditandai dengan tekanan darah yang terus meningkat. Wanita hamil yang memiliki tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih, sebaiknya perlu memeriksakan dirinya ke dokter kandungan.

Lalu, bagaimana dengan gejala eklampsia? Nah, berikut ini beberapa hal yang bisa dialami pengidapnya. 

  • Kejang, awalnya kedutan atau kejang pada otot-otot wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. 

  • Penurunan kesadaran atau koma, kondisi ini akan muncul setelah terjadi kejang seluruh tubuh.

Selain dua hal di atas, di bawah ini beberapa gejala lainnya yang mungkin dialami sebelum kejang. 

  • Sakit kepala;

  • Nyeri ulu hati;

  • Meningkatnya respon reflek fisiologis yang dapat dilihat dari lutut dan lengan;

  • Proteinuria, protein terdeteksi dalam pemeriksaan urine;

  • Edema generalisata atau pembengkakkan seluruh tubuh;

  • Gelisah;

  • Gangguan penglihatan; dan

  • Sesak napas.

Baca juga:  Ibu Hamil Alami Kejang, Apa Sebabnya?

Nah, jika bumil mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Ibu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Ingat, eklampsia merupakan kondisi yang segera harus ditangani. Alasannya jelas, sebab eklampsia bisa membahayakan ibu dan bayi yang dikandungnya. 

Dari Pemeriksaan Rutin Sampai Aspirin

Sampai kini penyebab pasti dari PE dan eklampsia belum diketahui secara pasti. Oleh sebab itu, pencegahannya khusus pun belum bisa dipastikan. Namun, setidaknya ada beberapa upaya yang bisa ibu lakukan untuk meminimalkan terjadinya eklampsia. Misalnya:

    • Rutin melakukan pemeriksaan. Tujuannya agar PE bisa terdeteksi sedini mungkin dan segera mendapatkan penanganan. 

    • Jaga tekanan darah tetap stabil. Wanita yang sudah memiliki hipertensi sebelum kehamilan, rajin-rajinlah melakukan pengontrolan tekanan darah dan menjaga tekanan darah tetap stabil. Kedua hal ini dapat menurunkan risiko kejadian preeklampsia dan eklampsia dalam kehamilan.

    • Kontrol berat badan. Cobalah lakukan pengontrolan berat badan ideal sebelum merencanakan kehamilan.

    • Suplemen. Konsumsi suplemen yang mengandung arginin dan vitamin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian arginin dan vitamin (bersifat antioksidan) dapat membantu menurunkan risiko PE dan eklampsia. 

    • Mengonsumsi aspirin. Konsumsi aspirin dosis rendah bisa berperan untuk mencegah penggumpalan darah dan pengecilan pembuluh darah. Kedua kondisi ini bisa mencegah munculnya PE. Di samping itu, konsumsi aspirin dosis rendah juga bisa menurunkan risiko kematian janin karena eklampsia. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Medline Plus (2019). Eclampsia.
WebMD (2019) Understanding Preeclampsia and Eclampsia--Prevention