Ini Pencegahan Terkena Ulkus Kornea Paling Efektif

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Pencegahan Terkena Ulkus Kornea Paling Efektif

Halodoc, Jakarta – Ulkus kornea merupakan kondisi di mana terdapat luka terbuka pada kornea. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh infeksi. Penyakit ini tergolong kondisi darurat medis, sehingga tidak boleh diabaikan sama sekali. Luka pada kornea harus segera ditangani untuk menghindari komplikasi berbahaya, salah satunya adalah kehilangan penglihatan alias kebutaan. 

Karena bisa berdampak fatal, ulkus kornea sebaiknya dihindari. Menjaga kesehatan mata, terutama kornea sebenarnya adalah hal yang penting untuk dilakukan. Kornea merupakan selaput bening yang terdapat di depan mata. Organ ini memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah membiaskan cahaya yang masuk ke mata. Kornea juga berfungsi untuk melindungi mata dari kotoran dan kuman yang bisa merusak mata. Lantas, bagaimana cara terbaik mencegah ulkus kornea?

Baca juga: Bintik Putih pada Mata, Waspada Terkena Ulkus Kornea

Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah Ulkus Kornea 

Penyakit ulkus kornea ditandai dengan munculnya bintik putih pada kornea yang sebenarnya adalah luka. Bintik putih tersebut akan lebih mudah terlihat bisa ukuran luka cukup besar. Kondisi ini sangat berbahaya dan harus segera mendapat penanganan medis. Selain bintik putih, kondisi ini juga memiliki gejala mata berair, muncul rasa gatal, mata merah, dan gangguan penglihatan. Penyakit ini juga ditandai dengan rasa mengganjal di mata, nyeri, sensitif terhadap cahaya, kelopak mata bengkak, serta mata mengeluarkan nanah. 

Ulkus kornea bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit. Penyakit ini bisa dicegah, caranya dengan segera mencari pertolongan medis saat muncul gejala infeksi mata. Kamu juga harus mewaspadai terjadinya cedera pada mata, sebab bisa berujung fatal atau memicu ulkus kornea. Selain itu, mencegah penyakit ini juga bisa dilakukan dengan melindungi bagian mata, terutama saat melakukan aktivitas. 

Kamu bisa mengenakan kacamata pelindung saat melakukan kegiatan yang berisiko mencederai mata atau menyebabkan terjadinya kelilipan. Jika kamu menggunakan lensa kontak, pastikan untuk selalu membersihkan lensa kontak sesuai dengan petunjuk penggunaan. Sebab, orang yang mengenakan lensa kontak disebut-sebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami ulkus kornea. 

Baca juga: Kenali Penyebab Utama dari Kondisi Ulkus Kornea

Karena memiliki risiko yang paling tinggi, pengguna lensa kontak disarankan untuk memperhatikan beberapa hal, seperti selalu mencuci tanda sebelum menyentuh lensa kontak, selalu lepas lensa kontak sebelum tidur, serta lepaskan lensa kontak saat mulai terasa ada iritasi mata. Jika ini yang terjadi, sebaiknya jangan menggunakan lensa kontak kembali sebelum mata benar-benar sembuh. 

Mencegah ulkus kornea juga bisa dilakukan dengan selalu membersihkan lensa kontak sebelum dan setelah digunakan, serta hindari menggunakan air liur untuk membersihkan lensa. Pasalnya, air liur mengandung bakteri yang bisa memicu munculnya luka pada kornea, dan berujung pada ulkus kornea. Selain air liur, sebaiknya hindari juga menggunakan air keran saat membersihkan lensa kontak. Pastikan juga untuk mengganti lensa kontak setelah beberapa bulan atau setelah masa penggunaannya habis. 

Karena bersifat gawat darurat, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan begitu saja. Segera lakukan pemeriksaan dan pengobatan jika merasa mengalami gejala-gejala ulkus kornea atau merasa ada yang aneh dengan kondisi mata. Semakin cepat ditangani, maka semakin tinggi pula peluang ulkus kornea membaik. 

Baca juga: Ketahui Cara untuk Diagnosis Ulkus Kornea

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit ulkus kornea dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Common Cornea Problems.
WebMD. Diakses pada 2019. Corneal Ulcer.