30 November 2018

Pencegahan yang Dapat Ibu Lakukan Agar Bayi Tak Alami Tongue-tie

Pencegahan yang Dapat Ibu Lakukan Agar Bayi Tak Alami Tongue-tie

Halodoc, Jakarta - Ibu pernah mendengar istilah bayi tongue-tie? Kondisi ini terjadi ketika lidah Si Kecil tidak mampu bergerak dengan leluasa karena pendeknya jaringan tipis yang ada di bawah lidah bagian tengah yang berfungsi sebagai penghubung antara dasar mulut dengan lidah, atau memiliki istilah medis frenulum.

Sekitar 4 hingga 11 persen bayi yang baru lahir mengalami tongue-tie, dengan pengidap tertinggi adalah pada bayi laki-laki. Saat mengalaminya, Si Kecil kesulitan menggerakkan lidahnya, baik ke atas dan bawah maupun ke sisi kiri dan kanan, juga tak bisa menjulurkan lidah. Jika lidah sang buah hati tertekuk pada bagian ujungnya dan terlihat menyerupai bentuk hati, maka ia mengalami tongue-tie.

Bayi tongue-tie kesulitan untuk mengisap, sehingga ia berulang kali memasukkan dan mengeluarkan puting ibu dari mulutnya. Akibatnya, ibu harus memberikan waktu ekstra hanya untuk menyusui dan bayi cenderung mudah lapar karena asupan ASI yang masuk ke dalam tubuhnya tidak bisa memenuhi kebutuhan hariannya.

Apabila sang buah hati mengalami gangguan kesehatan ini, ibu umumnya merasakan perih dan nyeri pada bagian puting ketika menyusui. Jika demikian, ibu harus segera memeriksakan kondisi anak ke dokter.

Penyebab Tongue-tie

Normalnya, frenulum pada lidah sudah terpisah dengan bagian dasar mulut bahkan sebelum Si Kecil dilahirkan. Namun, frenulum bayi yang mengalami tongue-tie tetap menyatu dengan dasar mulut hingga ia lahir. Belum bisa diketahui dengan pasti penyebab bayi mengalami kondisi ini. Namun, beberapa pakar menyebutkan adanya kaitan dengan masalah genetik.

Kondisi tongue-tie pada bayi harus segera ditangani. Pasalnya, rentan terjadi komplikasi yang akan turut berdampak pada pertumbuhan anak. Adapun komplikasi yang mungkin terjadi sebagai berikut:

  • Sulit berbicara. Kondisi bayi tongue-tie membuatnya sulit dalam mengucapkan beberapa kata akibat dari pelafalan huruf tertentu yang kurang lancar.

  • Mulut tidak higienis. Keterbatasan gerak lidah membuat organ penting ini sulit membersihkan gigi dari sisa makanan yang menyangkut. Akibatnya, anak rentan mengalami radang gusi dan kerusakan gigi.

  • Kesulitan menyusu. Anak yang mengalami lidah menyatu akan kesulitan mengisap. Akibatnya, puting payudara ibu rentan mengalami iritasi dan luka karena Si Kecil justru mengunyah puting saat menyusu, bukan mengisapnya. Tak hanya pada ibu, anak pengidap gangguan ini rentan mengalami terlambat pertumbuhan.

Pencegahan Tongue-tie

Bayi tongue-tie perlu segera mendapatkan penanganan medis sesuai dengan saran yang diberikan langsung dari ahli anak. Namun, agar sang buah hati tidak mengalami gangguan kesehatan ini, ibu bisa rutin memeriksakan kehamilan setiap bulan secara rutin. Cermati setiap gejala yang muncul dan tanyakan pada dokter jika ibu merasakan hal-hal ganjil selama hamil.

Pemeriksaan rutin ini tentu diperlukan supaya dokter bisa mendeteksi gangguan kesehatan ini lebih dini. Dengan begitu, ibu bisa segera mendapatkan penanganan terbaik. Biasanya, dokter akan menyarankan ibu untuk tidak mengonsumsi obat-obatan selama hamil kecuali atas saran langsung dari dokter. Jika ibu masih ingin bertanya banyak hal seputar bayi tongue tie, gunakan aplikasi Halodoc untuk langsung bertanya pada dokter. Aplikasi Halodoc ini bisa ibu download langsung di ponsel.

Baca juga: