• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penerapan Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Lupus Nefritis

Penerapan Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Lupus Nefritis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Menerapkan pola hidup sehat adalah satu cara untuk mencegah berbagai penyakit. Orang yang memiliki tubuh sehat cenderung memiliki daya tahan yang kuat, sehingga tidak mudah terserang penyakit. Hampir semua jenis penyakit bisa dicegah dengan gaya hidup sehat, termasuk di antaranya lupus nefritis. Apa itu? 

Lupus nefritis merupakan jenis penyakit yang terjadi karena ada peradangan pada ginjal. Kondisi ini muncul akibat pengaruh penyakit systemic lupus erythematosus (SLE) alias lupus, yaitu penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang sel-sel yang sehat. Dalam hal ini, lupus menyerang ginjal sehingga organ tersebut tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. 

Baca juga: Alasan Lupus Bisa Sebabkan Gagal Ginjal

Tips Mencegah Lupus Nefritis 

Peradangan pada ginjal yang memicu sejumlah gejala, seperti tekanan darah tinggi, terdapat darah serta protein dalam urine, hingga terjadi gagal ginjal. Kondisi ini tergolong serius dan tidak boleh dianggap sepele. Lupus nefritis yang tidak segera ditangani bisa memicu terjadinya komplikasi berbahaya. Namun, jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini. 

Menerapkan pola hidup sehat dan menghindari hal-hal yang bisa merusak ginjal adalah cara terbaik yang bisa dilakukan. Kamu bisa menerapkan beberapa cara untuk mencegah lupus nefritis, mulai dari rutin berolahraga, banyak mengonsumsi air putih, menjaga tekanan darah normal, mengurangi makanan yang tinggi kolesterol dan garam, serta menghindari rokok dan minuman beralkohol. 

Pengobatan medis perlu segera dilakukan untuk menangani penyakit ini. Orang yang mengidap lupus nefritis memiliki risiko mengalami kekambuhan gejala. Biasanya, gejala-gejala lupus nefritis akan muncul atau kambuh akibat terpapar pemicu lupus, seperti paparan sinar matahari, obat tertentu, perubahan hormon, hingga infeksi virus atau bakteri. 

Baca juga: Rangkaian Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Lupus Nefritis

Penyakit ini memiliki gejala yang tidak berbeda jauh dengan gangguan ginjal lainnya. Lupus nefritis ditandai dengan urine berbusa, muncul darah di dalam urine, tekanan darah tinggi, frekuensi buang air kecil meningkat terutama pada malam hari, meningkatnya tekanan darah, berat badan bertambah, serta pembengkakan di telapak kaki, pergelangan kaki, dan betis.

Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat jika gejala-gejala penyakit ini semakin parah. Tindakan medis perlu segera dilakukan jika muncul gejala penyakit ginjal, seperti ada darah di dalam urine, pembengkakan di tungkai, urine berbusa, dan lain-lain. Pemeriksaan lanjutan mungkin akan dilakukan untuk memastikan apa pemicu munculnya gejala penyakit ginjal. 

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc sebagai pertolongan pertama. Coba sampaikan keluhan sakit ginjal yang dialami dan dapatkan saran dari dokter terpercaya. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Ayo, segera download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play! 

Pemeriksaan dan penanganan medis yang tepat perlu segera dilakukan untuk menghindari komplikasi. Semakin lama, lupus nefritis bisa memicu komplikasi yang paling parah berupa gagal ginjal. Jika sudah mengalami gagal ginjal, kamu harus menjalani hemodialisis atau cuci darah untuk menggantikan fungsi ginjal.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Lupus Nefritis Diperiksakan ke Dokter?

Sebab, kerusakan dan gangguan pada ginjal bisa memengaruhi kemampuan organ ini dalam menyaring kotoran dalam tubuh, menjaga keseimbangan kadar mineral di dalam darah, dan mengendalikan tekanan darah. Selain dengan cuci darah, komplikasi gagal ginjal juga bisa ditangani dengan transplantasi ginjal. Namun, prosedur ini biasanya hanya disarankan pada orang yang kondisi ginjalnya sudah tidak berfungsi lagi. Nah, maka dari itu penting menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit berbahaya ini. 

Referensi 
National Institute of Health. Diakses pada 2020. Lupus Nephritis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Lupus Nephritis.
Healthline. Diakses pada 2020. Lupus Nephritis.