Utang Bisa Sebabkan Gangguan Emosi dan Mental

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Utang Bisa Sebabkan Gangguan Emosi dan Mental

Halodoc, Jakarta – Kemudahan yang diberikan oleh aplikasi pinjaman online membuat banyak orang menggunakan aplikasi ini sebagai solusi masalah keuangannya. Namun ternyata, aplikasi pinjaman online bukan menjadi jawaban untuk masalah finansial, justru menjadi jebakan setan yang membuat peminjamnya mengidap gangguan emosi dan mental.

Seorang sopir taksi Blue Bird, baru-baru ini ditemukan tewas gantung diri di kosannya, Senin (11/2) di Matraman, Jakarta, disebabkan karena terlilit utang bunga pinjaman. Tekanan dari penagih sejatinya bisa membuat seseorang yang melakukan pinjaman menjadi stres. Pasalnya, bukan hanya penetapan bunga yang tinggi, aplikasi online ini juga tidak segan-segan “mempermalukan” peminjamnya.

Baca juga: Suka Marah-Marah Tanpa Sebab, Waspada Gangguan BPD

Salah satunya adalah dengan mengirim tagihan secara massal kepada rekan-rekan, bahkan menghubungi kantor tempat si peminjam bekerja dan menagih utang kepada atasan si peminjam.

Tindakan-tindakan ekstrem seperti ini disinyalir dilakukan sebagai upaya supaya utang cepat dibayarkan, dengan mempermainkan emosi dan mental si peminjam. Untuk seseorang yang tidak memiliki ketahanan emosi dan mental bisa sampai terpuruk, putus asa bahkan bisa sampai bunuh diri. Persis seperti yang dilakukan oleh supir taksi tersebut.

Depresi dan Kecemasan

John Gathergood dari University of Nottingham, dosen dari Fakultas Ilmu Sosial yang mempelajari kondisi ekonomi dan hubungan emosional, mengatakan utang sangat terkait dengan depresi dan kecemasan. Dalam studi yang dilakukan Gathergood, menemukan bahwa mereka yang berjuang untuk melunasi utang bisa mengalami masalah kesehatan mental, depresi, dan kecemasan yang parah dua kali lebih besar.

Perasaan cemas dapat muncul dengan berbagai pemicu, seperti kekhawatiran terus-menerus tentang uang, mengalami perasaan luar biasa kewalahan tanpa akhir yang terlihat, dan keputusasaan.

Baca juga: 10 Tanda Kalau Kondisi Psikologis sedang Terganggu

Jumlah utang yang tinggi dikaitkan dengan tingkat stres dan depresi yang lebih tinggi. Royal College of Psychiatrists mengumpulkan dan memeriksa temuan 50 lebih makalah dari waktu ke waktu menemukan bahwa laki-laki dan perempuan dengan perilaku kredit memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala depresi.

Lebih jauh dari itu, stres karena utang tidak hanya berhenti pada si peminjam melainkan juga kepada orang-orang terdekatnya. Si pelaku peminjaman bisa menjadi sakit hati kepada orang-orang terdekat, karena dianggap tidak bisa membantunya. Utang bisa membuat seseorang saling menyalahkan satu sama lain, bahkan bisa sampai merusak kepercayaan dan kualitas hidup seseorang.

Ketika sudah dalam tahap yang gawat, maka orang yang mengalami utang akan melakukan penyangkalan dan menganggap utang tersebut “tidak ada” yang justru membuat bunga semakin tinggi dan mencekik. Inilah yang bisa memicu gangguan emosi dan mental lebih dalam lagi kepada yang bersangkutan.

Membentuk “Rem” Diri Agar Tidak Terjebak Utang

Gaya hidup dan tuntutan sosial sangat bisa membuat orang-orang terjebak pada utang yang seharusnya tidak dilakukan. Mencukupi diri dengan apa yang dimiliki tanpa memaksakan sesuatu adalah kebiasaan yang senantiasa diterapkan supaya terhindar dari utang yang menyesatkan.

Baca juga: Pengaruh Mimpi Buruk Terhadap Kondisi Psikologis

Biasakan diri untuk membayar segala sesuatu secara tunai, jadi jangan menggunakan kartu kredit bila tidak perlu. Perhatikan persentase bunga pinjaman dan jangan pernah melakukan pinjaman pada lembaga-lembaga yang tidak bertanggung jawab.

Diskusi keputusan finansialmu kepada orang yang bisa memberikan masukan secara ideal dan memiliki pengalaman di bidangnya. Apalah gunanya punya barang tersier, namun kamu pusing memikirkan cara membayar cicilan sampai-sampai bisa memicu stres, apalagi sampai mengalami gangguan emosi dan mental.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai cara tepat mengatasi gangguan emosi dan mental ataupun informasi kesehatan lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.