Penganiyaan Anak Berdampak Fatal untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
penganiayaan-anak-berdampak-fatal-untuk-kesehatan-halodoc

Halodoc, Jakarta - Kasus penganiayaan anak kembali terjadi pada seorang bocah berinisial YM di Depok. Diketahui bahwa anak tersebut harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit akibat luka penganiayaan yang dilakukan pengasuhnya sendiri TN (19). Penganiayaan itu terjadi di rumah YM sendiri ketika orangtuanya sedang tidak di rumah. Pihak berwajib mengatakan bahwa saat ini pelaku sudah diamankan untuk diproses secara hukum. 

Penganiayaan atau kekerasan terhadap anak seringkali terjadi dan umumnya dilakukan oleh orang yang dekat dengan korban. Penganiayaan baik secara fisik maupun verbal, tentunya menimbulkan dampak negatif bagi anak baik secara fisik maupun psikologis. Simak penjelasannya, di sini!

Baca juga: Sering Dianiaya saat Masih Anak-Anak, Waspada Gangguan Ini

Dampak Kekerasan Terhadap Tumbuh Kembang Anak 

Perkembangan otak ketika bayi sampai anak-anak berlangsung secara cepat. Seorang anak yang menerima perlakuan buruk seperti penganiayaan dan tekanan mental berat dapat memengaruhi respon stres otak. Hal ini dapat membuat anak menjadi kurang adaptif. Kekerasan terhadap anak juga berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan di masa mendatang. Berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan yang dapat muncul, antara lain: 

  • Kemampuan emosional, kognitif, dan sosial menjadi tidak seimbang.

  • Adanya kesulitan dalam berbahasa atau komunikasi.

  • Dapat timbul masalah bicara.

  • Perkembangan otak lambat bahkan mengalami gangguan.

  • Meningkatnya risiko penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, obesitas, penyakit hati, penyakit jantung, hingga kanker.

Baca juga: 7 Gangguan Psikologi yang Bisa Muncul dalam Masa Pertumbuhan

Dampak Negatif Terhadap Mental dan Fisik Anak

Respon setiap anak yang menerima kekerasan secara fisik dan verbal akan berbeda. Beberapa anak memiliki efek jangka panjang, sementara lainnya bisa pulih lebih cepat dan lebih mudah. Meski pemulihan dapat terjadi secara cepat, tetap ada trauma akibat perlakuan buruk yang dialaminya. Berikut ini adalah beberapa dampak negatif yang dapat memengaruhi kesehatan mental anak akibat kekerasan, antara lain: 

  • Menghindari lingkungan sosial (dapat terjadi pada masa kanak-kanak hingga dewasa).

  • Sulit mengendalikan emosi.

  • Memiliki Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) dan sering mengingat trauma masa lalu.

  • Kesulitan konsentrasi. 

  • Gangguan tidur dan makan.

  • Cenderung melukai diri sendiri.

  • Memiliki risiko tinggi terkena depresi dan gangguan kecemasan.

  • Memiliki pikiran atau bahkan usaha bunuh diri.

Sementara pada fisik, umumnya anak yang dianiaya enggan untuk memberitahu lukanya karena merasa terancam. Apabila pelaku tahu, ada kekhawatiran bahwa tindak kekerasan akan lebih berat. Namun, jika luka dibiarkan maka dapat menimbulkan berbagai komplikasi bagi anak. Oleh karena itu, orangtua harus selalu waspada dan memberikan pengawasan pada anak. 

Identifikasi terhadap luka penganiayaan memang sulit. Pasalnya, terkadang pelaku penganiayaan menyerang bagian tubuh yang tidak terlihat. Sehingga, apabila anak terlihat memiliki luka lebam, memar, luka bakar, dan keseleo, hingga pincang dan sulit duduk, orangtua harus langsung menanyakan. Bisa saja hal tersebut terjadi karena adanya indikasi bahwa anak menerima perlakuan yang buruk, baik dari teman sebaya, atau orang yang lebih tua. 

Baca juga: Kecanduan Smartphone, Ratusan Anak Masuk RSJ Cisarua

Setiap orangtua pasti mendambakan yang terbaik untuk anaknya, terutama kesehatan dan kebahagiaan. Tindak kekerasan terhadap anak merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji. Hal ini dapat menghambat perkembangan dan menimbulkan gangguan mental anak. Sehingga, orangtua harus selalu waspada karena penganiayaan terhadap anak dapat terjadi dari orang terdekat sekalipun. Jika anak tiba-tiba murung dan tidak mau bicara, tak ada salahnya menghubungi psikolog anak di Halodoc untuk mendapatkan saran  medsi yang diperlukan.

Referensi: 
Psychologytoday.com. Diakses pada 2019. Child Abuse
Psychologytoday.com. Diakses pada 2019. The Lingering Trauma of Child Abuse