30 August 2018

Pengaruh Tingkat Kematangan Daging Terhadap Kesehatan

tingkat kematangan daging

Halodoc, Jakarta - Tingkat kematangan daging seperti steak tak hanya melulu menyoal rasa. Menurut ahli kesehatan, tingkat kematangan ini juga berkaitan erat dengan kesehatan seseorang yang mengonsumsinya, terutama bila mereka rutin mengasup jenis makanan ini. Lalu, seperti apa sih tingkat kematangan daging terhadap kesehatan?

Dampak Tingkat Kematangan Daging Rare

Daging yang dimasak dalam suhu sekitar 52 derajat Celcius ini 75 persen mentah di bagian tengahnya. Daging ini memiliki permukaan luar yang tampak keabuan dengan bagian dalam berwarna merah. Namun, ada yang mesti kamu perhatikan mengenai kematangan daging mentah.

Kata ahli, daging mentah sendiri mengadung berbagai jenis cacing pita di dalamnya. Misalnya, cacing taenia saginata (sapi) dan cacing diphyllobothrium latum (ikan). Siklus cacing ini dimulai dari telur, larva, dan cacing dewasa yang nantinya kembali menghasilkan telur.

Infeksi cacing ini bisa terjadi ketika dirimu mengonsumsi daging mentah atau daging setengah matang. Kata ahli, larva ini bisa mencapai otot makhluk yang ditumpanginya. Apalagi, bila hewan tersebut memang sudah terinfeksi cacing pita.

Menurut ahli, ketika tubuh sudah terinfeksi cacing pita biasanya akan mengalami mual, diare, sakit perut, lemas, kehilangan nafsu makan, terus merasa lapar, berat badan menurun, dan defisiensi vitamin.

Yang bikin resah, cacing ini bisa tumbuh dalam usus hingga mencapai 15 meter bila tubuh sudah terinfeksi cacing pita. Hati-hati, cacing ini bisa bertahan hingga beberapa tahun lamanya, lo. Lalu, apa dampak selanjutnya? Kata ahli, larva cacing pita ini bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh dan menggerogoti bagian vital tubuh. Mulai dari jantung, hati, hingga otak yang dapat berujung pada kematian.

Kematangan Medium Rare

Banyak orang yang menyukai tingkat kematangan daging medium rare. Alasannya, tekstur daging ini cenderung empuk dan rasanya lebih natural. Namun, banyak pula orang yang ragu untuk menyantap jenis daging ini. Pasalnya, daging medium rare terkadang masih mengeluarkan cairan merah yang dikira banyak orang adalah darah.

Padahal, cairan tersebut merupakan myoglobin, protein yang menyimpan oksigen pada otot hewan mamalia (seperti hemoglobin di dalam tubuh manusia) yang membuat daging berwarna merah. Lalu, apakah tingkat kematangan daging medium rare aman untuk dikonsumsi? Menurut ahli di Academy of Nutrition and Dietetics, sebenarnya enggak perlu memasak daging hingga matang agar aman dikonsumsi. Menurut para ahli, daging yang dimasak pada suhu minimal 62 derajat celcius, cukup aman kok untuk dikonsumsi.

Meski begitu, enggak semua daging merah medium rare aman dikonsumsi. Contohnya, bila dirimu menyukai steak yang terbuat dari daging giling, pastikanlah bahwa tingkat kematangan daging well done, alias sempurna.

Dampak Kematangan daging Well Done

Daging yang diolah dengan cara dipanggang dan terlalu matang bisa memicu pelepasan berbagai zat kimia yang berbahaya. Menurut studi dari Harvard University , AS, zat kimia ini bisa menghambat pembuluh darah.

Kata ahli di dalam studi tersebut, zat radikal bebas seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dan heterocyclic aromatic amines (HAAs), yang terbentuk saat proses pemanggangan bisa meresap ke dalam daging. Nah, andaikan proses pemanggangannya relatif lama, maka semakin banyak pula zat kimia yang terkandung di dalamnya.

Zat kimia ini nantinya akan memicu stres oksidatif yang merusak sel dan kode DNA. Enggak cuma itu, stres oksidatif ini juga bisa menyebabkan peradangan pada pembuluh arteri dan memicu resistensi insulin yang memengaruhi lapisan pembuluh darah. Mau tahu imbasnya? Kata ahli, ujung-ujungnya stres ini akan memicu stroke dan penyakit jantung.

Yang perlu diingat, telepas dari aman tidaknya mengonsumsi daging rare, medium rare, atau well done, tetap ada risiko kesehatan yang bisa kamu rasakan bila berlebihan mengonsumsi daging merah. Enggak percaya? Menurut WHO, terlalu banyak mengasup daging merah yang dibakar bisa meningkatkan risiko terkena kanker hingga 30 persen. Tuh, bahaya kan?

Punya keluhan kesehatan atau ingin tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: