Pengidap Diabetes Bisa Kena Bakteremia, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
bakteremia

Halodoc, Jakarta - Infeksi bakteri dan racun dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui peredaran darah saat seseorang tengah mengidap bakteremia. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, bakteremia dapat mengancam nyawa pengidapnya. Benarkah pengidap diabetes memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap bakteremia? Begini penjelasan selengkapnya!

Baca juga: Sering Kemoterapi Bisa Kena Bakteremia, Apa Sebabnya?

Pengidap Diabetes Bisa Kena Bakteremia, Benarkah?

Bakteremia merupakan kondisi ketika adanya bakteri di dalam aliran darah. Normalnya, bakteri yang masuk ke dalam aliran darah dapat hilang sendirinya dengan sistem imunitas tubuh. Bakteremia yang terjadi sementara tidak menimbulkan infeksi serius bagi pengidapnya. Namun, kondisi ini dapat berubah menjadi infeksi yang serius, apalagi jika seseorang tengah mengidap diabetes.

Pasalnya, peningkatan kadar gula darah yang tidak terkontrol (hiperglikemia) pada pengidap diabetes akan menyebabkan respon sistem imunitas menjadi lambat saat tubuh terpapar bakteri. Selain itu, peningkatan kadar gula darah yang tidak terkontrol juga meningkatkan kemampuan bakteri untuk tumbuh dan berkembangbiak dengan lebih cepat.

Selain pengidap diabetes, lansia dan bayi, pengidap luka bakar, pengidap HIV/AIDS, pengidap pneumonia, serta orang yang mengonsumsi narkotika dengan disuntik rentan mengalami bakteremia.

Baca juga: Begini Prosedur Pemeriksaan Diagnosis Bakteremia

Kenali Gejala yang Muncul pada Pengidap Bakteremia

Bakteremia yang terjadi sementara biasanya hanya akan menimbulkan demam dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan medis tertentu. Namun, jika bakteremia mengakibatkan infeksi, gejala yang ditimbulkan berupa:

  • Jantung berdetak kencang.

  • Menggigil.

  • Ruam disekujur tubuh.

  • Napas menjadi lebih cepat.

  • Tekanan darah rendah.

  • Kepala pusing.

  • Tubuh menjadi lemah.

  • Mengalami gangguan pencernaan, seperti mual, diare, muntah, serta nyeri pada perut.

  • Gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, mual, dan nyeri perut.

  • Rewel dan tidak mau makan pada anak-anak.

Jadi, jika kamu mempunyai ciri-ciri di atas, segera diskusikan dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc guna mencegah terjadinya bakteremia. Penanganan yang tepat akan meminimalisir akibat yang kamu alami.

Mengidap Bakteremia, Begini Langkah Pengobatannya

Menghilangkan sumber yang dapat membuat bakteri menjadi berkembang merupakan tujuan utama melakukan penanganan pada bakteremia. Cukup sulit untuk mendiagnosis bakteremia dan menemukan sumber infeksi dari bakteremia. Sebelum menentukan penyebabnya, biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes guna memastikan apa yang menjadi penyebab bakteremia.

Selain itu, biasanya dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik guna mencari tanda dan gejala bakteremia pada seseorang. Jika ditemukan penyebab dari bakteremia adalah infeksi bakteri, pemberian antibiotik dapat dilakukan. Pemberian obat dapat dilakukan dengan suntikan ataupun oral. Selain pemberian obat, operasi terkadang dibutuhkan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi. Hal ini dilakukan jika pemberian antibiotik tidak memberikan hasil.

Baca juga: Waspada, Ini Faktor Risiko Pemicu Bakteremia

Tidak Perlu Khawatir, Bakteremia dapat Dicegah dengan Langkah Berikut

Untuk menghindari terjadinya bakteremia, upaya pencegahan perlu dilakukan. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain pemberian antibiotik sebelum melakukan prosedur operasi, serta melakukan vaksin pneumonia atau influenza. Bakteremia dapat menyerang seseorang di usia berapapun. Untuk itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan akan sangat membantu mencegah terjadinya bakteremia.

Selain menjaga kebersihan, perhatikan makanan yang kamu konsumsi. Usahakan konsumsi makanan yang dapat membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh, agar tubuh dapat melawan infeksi bakteri dengan sendirinya. Jika kamu memiliki masalah kesehatan yang tengah kamu alami, diskusikan langsung dengan dokter ahli mengenai masalah kesehatan kamu di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!