Pengidap Hipertensi Lebih Rentan Terkena MERS, Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pengidap Hipertensi Lebih Rentan Terkena MERS, Ini Penyebabnya

Halodoc, Jakarta – Penyakit MERS alias Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus terjadi karena serangan virus korona. Gangguan kesehatan yang satu ini menyebabkan pengidapnya mengalami gangguan pada saluran pernapasan. Meski belum diketahui asal virus penyebab MERS, namun penularan penyakit ini sering diduga berasal dari unta yang hidup di Arab Saudi dan sekitarnya.

MERS bisa terjadi ke siapa saja, terutama pada orang yang berinteraksi langsung dengan sumber penularan virus. Pasalnya, penularan virus penyakit yang juga dikenal dengan nama flu unta ini berbeda dengan penyakit lain. Penularan virus penyebab MERS tidak semudah penyebaran virus penyebab flu biasa.  

Meski begitu, virus penyebab penyakit MERS disebut lebih rentan menyerang orang yang mengidap penyakit hipertensi. Benarkah? Apa penyebabnya?

Pada dasarnya, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit MERS. Faktor risiko penyakit ini, di antaranya memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, sehingga virus menjadi mudah menyerang, pernah berkunjung ke negara Arab Saudi, mengonsumsi daging unta yang kurang matang, serta minum susu unta mentah.

Baca juga: Hati-Hati, Ini Bahayanya Flu Australia

Selain itu, penyakit ini ternyata menjadi lebih mudah menyerang orang yang sebelumnya sudah memiliki penyakit kronis, seperti kanker, diabetes, penyakit paru-paru, hingga hipertensi alias tekanan darah tinggi. Pasalnya, orang-orang yang memiliki kondisi tersebut menjadi lebih rentan terserang virus penyebab penyakit, termasuk MERS.

Gejala dan Penularan Penyakit MERS

Penyakit ini sering muncul tanpa gejala. Kalaupun ada, gejala yang muncul sebagai tanda dari penyakit ini sering bersifat umum dan serupa dengan penyakit flu pada umumnya, seperti demam, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan nyeri sendi. Virus penyebab penyakit ini umumnya membutuhkan waktu untuk mulai menunjukkan gejala.

Setelah beberapa hari, baru mulai muncul gejala, seperti diare, mual, muntah, bahkan sesak napas. Biasanya, gejala akan muncul 2–14 hari setelah seseorang melakukan kontak dengan unta atau orang yang sudah terinfeksi flu unta.

Baca juga: Hati-Hati Virus Penyebab Flu Perut Ini

Berbeda dengan penyakit flu lainnya, MERS tidak mudah menyebar dan menular. Tapi secara umum, penyakit yang satu ini dapat ditularkan dari unta ke manusia dan dari manusia ke manusia. Virus penyebab penyakit MERS merupakan jenis virus yang bersifat zoonosis. Sehingga, infeksi yang terjadi umumnya ditularkan di antara hewan vertebrata dan manusia atau sebaliknya. Dengan kata lain, virus ini dapat ditularkan melalui kontak langsung dan tidak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Sedangkan penularan flu unta dari manusia ke manusia, hanya akan terjadi jika ada kontak langsung dengan orang yang sudah terinfeksi virus. Jika mengalami gejala seperti yang disebutkan, terutama dalam 14 hari setelah kembali dari Arab Saudi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan dibutuhkan untuk memastikan apakah gejala yang muncul merupakan penyakit MERS atau bukan agar mendapat diagnosa yang tepat.

Baca juga: Flu Menyerang Saat Liburan? Atasi dengan Makanan Sehat Ini!

Atau kamu bisa mencoba menghubungi dokter dengan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menanyakan seputar gejala yang muncul dan kemungkinan penyakit menyerang. Dokter bisa dihubungi dengan mudah melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!