• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Hipertiroidisme Rentan Terkena Krisis Tiroid

Pengidap Hipertiroidisme Rentan Terkena Krisis Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pengidap Hipertiroidisme Rentan Terkena Krisis Tiroid

“Hipertiroidisme adalah gangguan pada kelenjar tiroid yang jika dibiarkan dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya adalah krisis tiroid. Gangguan yang bisa menyebabkan masalah pada metabolisme ini perlu segera mendapatkan penanganan agar krisis tiroid tidak terjadi.”

Halodoc, Jakarta - Kelenjar tiroid adalah salah satu bagian tubuh yang vital karena fungsinya untuk memproduksi hormon tiroid. Hormon ini berguna untuk membantu tubuh mengatur tekanan darah dan mengatur setiap sel di dalam tubuh. Saat kelenjar tiroid memproduksi hormon secara berlebihan, maka kamu mengidap hipertiroidisme, yang dapat menyebabkan masalah pada metabolisme.

Seseorang yang mengidap hipertiroidisme perlu mendapatkan penanganan segera agar metabolismenya kembali normal. Jika dibiarkan, masalah ini menimbulkan krisis tiroid, salah satu komplikasi akibat hormon tiroid yang berlebih tersebut. Namun, seberapa rentan seseorang yang mengidap hipertiroidisme dapat mengalami krisis tiroid? Temukan jawabannya di sini!

Risiko Alami Krisis Tiroid Akibat Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah gangguan yang terjadi akibat kelenjar tiroid yang terlalu aktif sehingga menghasilkan terlalu banyak hormon tiroksin. Gangguan ini dapat mempercepat metabolisme di dalam tubuh, sehingga menimbulkan penurunan berat badan yang tidak disengaja dan detak jantung yang lebih cepat atau bahkan tidak teratur.

Penting untuk mendapatkan penanganan saat mengidap gangguan ini. Pasalnya, risiko kamu untuk mengalami beberapa komplikasi saat dibiarkan akan meningkat. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah krisis tiroid.

Masalah ini dapat terjadi pada seseorang yang mengidap hipertiroidisme tetapi tidak kunjung mendapatkan pengobatan. Jika dibiarkan, salah satu dampak terburuknya adalah ancaman terhadap nyawa.

Seseorang yang mengidap krisis tiroid, segala hal yang berhubungan dengan metabolisme, termasuk detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh, dapat meningkat sangat tinggi. Perlu adanya penanganan yang cepat dan mendalam agar bisa disembuhkan karena gangguan ini seringkali menyebabkan masalah yang fatal.

Baca Juga: 5 Makanan yang Baik untuk Pengidap Tiroid

Seseorang yang mengidap hipertiroidisme juga dapat mengalami krisis tiroid setelah dipicu oleh beberapa hal berikut ini:

  • Trauma.
  • Operasi.
  • Tekanan emosional (stres) yang begitu berat.
  • Stroke.
  • Ketoasidosis diabetik.
  • Gagal jantung kongestif.
  • Emboli paru.

Saat seseorang mengalami gangguan hipertiroidisme yang berujung ke krisis tiroid. Maka dari itu, kamu perlu tahu beberapa gejala yang dapat muncul saat seseorang mengalami masalah saat kelenjar tiroid memproduksi lebih banyak hormon tiroksin. Nah, berikut ini beberapa gejalanya:

  • Denyut jantung yang cepat, melebihi 140 denyut per menit, dan atrial fibrilasi.
  • Demam tinggi.
  • Berkeringat terus-menerus.
  • Gemetar.
  • Gelisah.
  • Kebingungan.
  • Diare.
  • Tidak sadarkan diri.

Maka dari itu, jika kamu sedang atau pernah mengalami beberapa pemicu hipertiroidisme ini, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan kelenjar tiroid secara rutin. Jika merasakan gejala terkait masalah metabolisme ini, langsung temui dokter untuk memastikannya. Semakin cepat masalah terkait kelenjar tiroid ini diatasi, semakin minim juga dampak buruk yang dapat berkembang, termasuk juga krisis tiroid.

Baca Juga: Perlu Waspada, Wanita Lebih Rentan Terkena Kanker Tiroid

Pengobatan Krisis Tiroid

Seseorang yang mengidap krisis tiroid perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin dengan perawatan intensif di rumah sakit. Penanganan ini bertujuan untuk mengatasi produksi dan pelepasan hormon tiroid yang berlebihan dan mengatasi penurunan fungsi tubuh secara keseluruhan, termasuk juga organ vital.

Cara yang paling umum diberikan dokter untuk mengatasi krisis tiroid adalah dengan memberikan obat antitiroid untuk mengatasi produksi hormon tiroid yang berlebihan. Selain obat antitiroid, cairan lugol, obat pengatur irama jantung, serta kortikosteroid. Dengan konsumsi obat-obatan ini, diharapkan metabolisme tubuh dapat kembali menjadi normal.

Jika pengidap krisis tiroid mendapatkan perawatan tepat, maka kondisinya bisa membaik dalam waktu 1-3 hari pasca dilakukan pengobatan. Namun, ia wajib mendapat pengawasan dari dokter spesialis endokrin untuk menentukan kelanjutan dari pengobatan agar hal ini tidak kambuh. Apabila bentuk penanganan di atas tidak efektif, maka operasi pengangkatan kelenjar tiroid bisa dijadikan pilihan untuk mengobati krisis tiroid.

Baca Juga: Disfungsi Tiroid Ternyata Dapat Sebabkan Menoragia

Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut tentang hipertiroidisme atau krisis tiroid, kamu dapat berdiskusi dengan dokter dari Halodoc. Komunikasi dengan dokter bisa dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call.

Selain itu, kamu dapat membeli obat yang sedang dibutuhkan dan pesanan akan langsung diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc segera di Google Play atau App Store!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Thyroid Storm.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Hyperthyroidism (overactive thyroid).