Alasan Pengidap Kanker Prostat Perlu Pemeriksaan Uroflowmetri

pengidap kanker prostat

Halodoc, Jakarta - Gejala awal terjadinya kanker prostat yang menerpa pria berkaitan dengan aliran atau pancaran saat air kencing dikeluarkan. Apabila air kencing terputus-putus atau sulit untuk dikeluarkan hingga perlu mengejan, maka sudah saatnya kamu untuk waspada.

Perlu kamu ketahui bahwa kanker prostat merupakan kanker yang menyumbang angka puluhan ribu pada kematian pria. Untuk itu, sangat penting untuk melakukan deteksi dini, karena sebagian besar kanker prostat tidak menimbulkan gejala pada stadium awal. Namun, tidak ada salahnya kamu mengetahui beberapa gejala kanker prostat agar kamu lebih waspada:

  • Pancaran kencing lemah.

  • Pancaran kencing terputus-putus.

  • Tidak lampias saat buang air kecil.

  • Muncul rasa ingin kencing lagi setelah kencing.

  • Keluarnya sisa kencing selama beberapa detik pada akhir berkemih (terminal dribbling).

  • Frekuensi kencing yang tidak normal (terlalu sering).

  • Sering terbangun pada malam hari karena sering buang air kecil.

  • Sulit menahan kencing.

  • Rasa sakit waktu buang air kecil.

  • Kencing berdarah/hematuria.

Baca juga: Bolehkah Membersihkan Miss V dengan Sabun Pembersih Kewanitaan?

Hampir sebagian besar gejala awal kanker prostat berkaitan dengan aliran atau pancaran kencing, maka aliran kecing pun sebenarnya dapat digunakan untuk mendeteksi dini adanya kanker prostat pada seseorang. Sebagai deteksi dini, aliran kencing akan dideteksi dengan menggunakan uroflowmetri, yaitu cara pemeriksaan untuk mengukur seberapa besar pancaran urine atau air kencing.

Apabila aliran kencing melemah atau terputus, perlu dievaluasi penyebab sumbatan pada saluran kencing (obstruksi saluran kencing). Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik yaitu colok dubur (rectal toucher) untuk dapat mengevaluasi adanya kelainan pada prostat seseorang.

Namun, pada pemeriksaan awal kanker prostat sebaiknya memang dilakukan pemeriksaan uroflowmetri. Alat pada pemeriksaan ini mampu mengukur seberapa besar pancaran urine.

Baca juga: Sakit saat Buang Air Kecil, Mungkin 4 Hal Ini Penyebabnya

Perlu kamu pahami bahwa pemeriksaan uroflowmetri merupakan tes diagnostik yang dilakukan untuk mengetahui jumlah dan kecepatan tingkat alir urine dalam satuan waktu. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui berbagai kelainan dan mendeteksi masalah pada saluran kemih seperti halnya fungsi urine pada umumnya yang penting mendeteksi penyakit.

Untuk mengetahui tingkat kekencangan aliran urine dan mendeteksi sejumlah kondisi kesehatan seperti kanker prostat atau pembesaran prostat, diperlukan pemeriksaan uroflowmetri ini. Dengan melakukan pemeriksaan ini, maka akan diketahui berbagai gejala kesehatan yang dapat diprediksi lebih awal, terutama masalah inkontinensia dan gejala lainnya pada kandung kemih. Hal ini mengindikasikan terjadinya masalah dan gejala beberapa penyakit.

Proses Pemeriksaan

Pemeriksaan uroflowmetri dimulai dengan mengambil sampel urine. Kamu akan diminta untuk buang air kecil di toilet yang dilengkapi dengan alat pengukur bernama uroflowmeter elektronik. Tidak perlu khawatir dengan pemeriksaan ini, karena kamu hanya perlu buang air kecil seperti biasa saja, tanpa berusaha memperlambat atau mempercepat keluarnya urine.

Alat yang dipasangkan akan membantu mengukur jumlah urine yang dikeluarkan, kecepatan keluarnya urine, waktu yang diperlukan untuk mengeluarkan seluruh isi kandung kemih, serta tingkat keparahan obstruksi kandung kemih jika diduga terjadi penyumbatan.

Setelah hasil pemeriksaan keluar, maka akan dibandingkan dengan standar aliran kemih normal. Standar ini berbeda pada pria dan wanita, serta tergantung pada usia saat menjalani pemeriksaannya. Pada orang yang buang air kecilnya normal, urine awalnya akan mengalir secara perlahan, lalu perlahan pula kecepatannya meningkat, kemudian melambat lagi. Salah satu tanda bahwa kamu memiliki masalah kanker prostat adalah hasil pemeriksaan yang berada di bawah standar normal.

Baca juga: 6 Hal yang Perlu Wanita Lakukan Setelah Bercinta

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang pemeriksaan uroflowmetri? Halodoc bisa jadi solusinya. Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa mendiskusikan semua masalah kesehatan yang kamu alami dengan dokter terpercaya. Diskusi dengan dokter dapat dengan mudah dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Ayo, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!