• Home
  • /
  • Pengidap Kleptomania Rentan Alami Depresi

Pengidap Kleptomania Rentan Alami Depresi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pengidap Kleptomania Rentan Alami Depresi

Halodoc, Jakarta – Kleptomania merupakan kondisi yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Sayangnya, gangguan mental yang satu ini sering disalahartikan sebagai tindakan mencuri atau kriminalitas. Padahal, kleptomania dan mencuri merupakan dua hal yang berbeda sama sekali. Kleptomania merupakan kondisi yang masuk dalam gangguan kendali impulsif. 

Pengidap kleptomania kerap memiliki keinginan untuk mengambil sesuatu atau menguntil. Keinginan tersebut tidak bisa ditahan, padahal benda yang diambil umumnya tidak berharga atau bukan barang yang tidak mampu dibeli. Orang yang mengidap gangguan ini disebut rentan mengalami depresi, sebab kleptomania terkadang bisa membuat seseorang mengalami “perang batin”. 

Baca juga: Ketahui Perbedaan Pengidap Kleptomania dan Pencuri

Risiko Depresi pada Pengidap Kleptomania 

Gangguan mental kleptomania bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak-anak dan remaja. Meski belum diketahui apa penyebabnya, tetapi kelptomania nyatanya bisa memicu komplikasi berupa depresi. Orang dengan gangguan ini seringnya tahu bahwa apa yang ia lakukan salah, tetapi tidak bisa menolak keinginan tersebut. Hal itu yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami depresi. Rasa malu, bersalah, dan tidak memiliki kemampuan untuk melawan diduga menjadi pemicunya.

Pada tingkat yang parah, pengidap kleptomania bisa sampai membenci diri sendiri, sehingga risiko mengalami penyakit mental lain pun menjadi lebih tinggi. Selain risiko depresi, kleptomania juga bisa memicu berbagai komplikasi lain, seperti gangguan makan, bipolar, gangguan kecemasan, penggunaan alkohol secara berlebihan, hingga keinginan untuk bunuh diri. 

Kleptomania diduga berkaitan dengan perubahan komposisi kimia yang terjadi di dalam otak, yaitu penurunan kadar serotonin yang bertugas mengatur emosi. Rendahnya kadar serotonin di dalam otak disebut meningkatkan risiko seseorang mengalami perilaku impulsif. Selain itu, ketidakseimbangan hormon-hormon lain di dalam tubuh juga disebut bisa memicu kleptomania pada seseorang. 

Pada dasarnya, kleptomania merupakan gangguan yang jarang menimpa seseorang. Namun, ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit ini terjadi. Kleptomania disebut lebih berisiko pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan yang sama. Kondisi ini rentan terjadi pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan kleptomania.

Gangguan kleptomania juga berisiko tinggi terjadi pada orang yang mengidap penyakit mental lain, seperti gangguan bipolar, gangguan kecemasan, atau gangguan kepribadian. Karena penyebab pastinya tidak diketahui, sejauh ini kleptomania belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun, pengobatan tetap perlu dilakukan untuk mengontrol gejala dan keinginan mengambil barang.

Baca juga: Mitos dan Fakta Tentang Kleptomania yang Harus Diketahui

Konseling dilakukan untuk mencari tahu pemicu perilaku muncul dengan menggunakan pendekatan tertentu. Pengobatan kleptomania dilakukan dengan memberi gambaran tentang apa yang dilakukan serta dampak-dampak yang bisa muncul di kemudian hari. Umumnya, pendekatan yang dilakukan adalah terapi kognitif dan perilaku, salah satunya memberi tahu tips untuk mengendalikan keinginan mengambil barang orang lain. Agar lebih efektif, sesi konseling biasanya juga akan disertai dengan pemberian obat-obatan yang dibutuhkan. 

Baca juga: Begini Cara Menghadapi Teman yang Kleptomania

Cari tahu lebih lanjut seputar kleptomania dan apa saja komplikasi yang bisa muncul dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2019. Kleptomania.
Science Daily. Diakses pada 2019. Drug Suppresses The Compulsion To Steal, Study Show.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Kleptomania.