Kleptomania

Pengertian Kleptomania

Kleptomania adalah gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang tidak dapat dikendalikan oleh individu untuk memiliki barang-barang yang dilihatnya dengan cara mencuri. Gangguan ini dilakukan secara berulang dan tidak dapat ditahan (kompulsif) dengan berbagai alasan yang tidak rasional untuk memiliki benda-benda tersebut.

Gejala Kleptomania

Kleptomania ditandai oleh kegagalan menahan dorongan yang timbul untuk mencuri sesuatu yang tidak dibutuhkan atau tidak menghasilkan uang. Ketika dorongan untuk mencuri itu muncul, pengidap akan merasa tidak nyaman, gelisah dan dorongan tersebut akan semakin kuat, kemudian setelah perbuatan itu dilakukan maka pelaku akan merasakan kepuasan. Walaupun begitu, seringkali individu tersebut merasakan penyesalan akan perbuatannya, tetapi dorongan untuk melakukannya begitu besar sehingga pengidap tidak tahan untuk tidak mengulanginya. Pengidap kleptomania seringkali ditemukan juga mengidap depresi atau gangguan cemas.

Penyebab dan Faktor Risiko Kleptomania

Beberapa penelitian mengatakan bahwa kleptomania disebabkan oleh berbagai permasalahan salah satunya fase kanak-kanak yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Secara pasti, penyebab kleptomania masih diperdebatkan, tetapi diduga ketidakseimbangan serotonin dalam otak ikut berperan dalam kegagalan pengendalian impuls pengidap.

Diagnosis Kleptomania

Banyak ahli menggunakan kriteria dalam Diagnostik dan Statistik Manual of Mental Disorders (DSM-5), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association, untuk mendiagnosis kondisi mental. Panduan ini juga digunakan oleh perusahaan asuransi untuk mengganti suatu pengobatan berasuransi. Kriteria DSM-5 untuk kleptomania mencakup fitur ini:

  • Memiliki ketidakmampuan berulang untuk menolak dorongan mencuri benda-benda yang sebenarnya tidak diperlukan dalam kehidupan dan tidak bernilai moneter
  • Merasa tegang segera sebelum melakukan pencurian
  • Memiliki perasaan senang, lega, atau puas selama tindakan mencuri
  • Pencurian tersebut tidak dilakukan sebagai cara untuk membalas dendam atau untuk mengekspresikan kemarahan dan tidak dilakukan sambil berhalusinasi atau delusi
  • Mencuri itu tidak terkait dengan gangguan perilaku, episode manik dari gangguan bipolar atau gangguan kepribadian antisosial

Penanganan Kleptomania

Kleptomania sulit bila diatasi seorang diri yang jika dibiarkan dapat berkepanjangan dan semakin parah sehingga menciptakan gangguan fungsi yang signifikan. Pengobatan kleptomania meliputi obat-obatan dan psikoterapi. Dokter dapat memberikan obat golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) khususnya untuk pengidap yang juga mengalami depresi. Dokter juga dapat meresepkan obat golongan antipsikotik. Tidak ada obat yang disetujui oleh badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat untuk kleptomania, tetapi penelitian terus dilakukan untuk menemukan obat yang paling cocok untuk menangani penyakit ini.

Pencegahan Kleptomania

Untuk mencegah kambuhnya kleptomania, pengidap harus selalu mematuhi rencana pengobatan yang diinstruksikan oleh dokter, termasuk rajin kontrol terutama untuk melakukan psikoterapi. Sementara itu, untuk mencegah terjadinya kleptomania merupakan hal yang sulit untuk dipastikan, mengingat banyaknya faktor psikososial yang bermain dalam terjadinya penyakit ini.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak berhasil, segera berdiskusi dengan dokter. Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala - gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu di sini.