Kleptomania

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Kleptomania

Kleptomania adalah gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang tidak dapat dikendalikan oleh individu untuk memiliki barang-barang yang dilihatnya dengan cara mencuri. Gangguan ini dilakukan secara berulang dan tidak dapat ditahan (kompulsif) dengan berbagai alasan yang tidak rasional untuk memiliki benda-benda tersebut.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Pengidap Kleptomania dan Pencuri

 

Faktor Risiko Kleptomania

Orang yang memiliki gangguan mental lain, seperti gangguan depresi atau bipolar, gangguan kecemasan, gangguan makan, gangguan kepribadian, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dan gangguan kontrol impuls lainnya berisiko mengalami kleptomania.

 

Penyebab Kleptomania

Menurut DSM-5, kleptomania memiliki kaitan dengan sistem serotonin, dopamin, dan opioid. Beberapa dokter berpendapat bahwa kleptomania merupakan bagian dari spektrum gangguan obsesif-kompulsif. Alasannya karena orang memiliki dorongan untuk mencuri sebagai alien, yaitu intrusi yang tidak diinginkan di dalam kondisi mental mereka. Bukti lainnya menunjukkan bahwa kleptomania mungkin memiliki kaitan dengan gangguan mood, seperti depresi.

 

Gejala Kleptomania

Kleptomania ditandai oleh kegagalan menahan dorongan yang timbul untuk mencuri sesuatu yang tidak dibutuhkan atau tidak menghasilkan uang. Ketika dorongan untuk mencuri itu muncul, pengidap akan merasa tidak nyaman, gelisah dan dorongan tersebut akan semakin kuat. Setelah perbuatan itu dilakukan, maka pelaku pun akan merasakan kepuasan.

Sering kali pengidap merasakan penyesalan akan perbuatannya. Meski begitu, dorongan untuk melakukannya begitu besar, sehingga pengidap tidak tahan untuk tidak mengulanginya. Pengidap kleptomania sering kali ditemukan juga mengidap depresi atau gangguan kecemasan.

Baca juga: Waspada Tanda-Tanda Kleptomania pada Anak

 

Diagnosis Kleptomania

Diagnostik dan Statistik Manual of Mental Disorders (DSM-5) yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association sudah sering digunakan sebagai panduan untuk mendiagnosis berbagai macam kondisi mental, termasuk kleptomania. Panduan ini juga digunakan oleh perusahaan asuransi untuk mengganti suatu pengobatan berasuransi. Kriteria DSM-5 untuk kleptomania mencakup fitur ini:

  • Sering kali tidak mampu untuk menolak dorongan mencuri benda-benda yang sebenarnya tidak diperlukan dalam kehidupan dan tidak bernilai moneter.

  • Merasa tegang segera sebelum melakukan pencurian.

  • Memiliki perasaan senang, lega, atau puas selama tindakan mencuri.

  • Pencurian yang dilakukan tidak berdasarkan motivasi untuk membalas dendam atau untuk mengekspresikan kemarahan dan tidak dilakukan sambil berhalusinasi atau delusi.

  • Mencuri itu tidak terkait dengan gangguan perilaku, episode manik dari gangguan bipolar,atau gangguan kepribadian antisosial.

 

Komplikasi Kleptomania

Bila tidak diobati, kleptomania bisa menyebabkan masalah emosional, keluarga, pekerjaan, hukum, dan keuangan yang parah. Pengidap juga akan merasakan rasa bersalah, malu, dan benci pada diri sendiri, karena tahu bahwa mencuri itu salah tapi tidak berdaya untuk menahan dorongan hati.

Komplikasi lainnya yang berhubungan dengan kleptomania, antara lain:

  • Gangguan kontrol impuls lainnya, seperti perjudian kompulsif atau berbelanja.

  • Gangguan kepribadian.

  • Gangguan makan.

  • Depresi.

  • Gangguan bipolar.

  • Kegelisahan.

  • Konsumsi alkohol dan penyalahgunaan zat.

 

Penanganan Kleptomania

Kleptomania bila dibiarkan saja, bisa menjadi penyakit yang berkepanjangan dan semakin parah, sehingga bisa menciptakan gangguan fungsi yang signifikan. Karena itu, kleptomania sebaiknya ditangani dengan baik. Meski begitu, pengidap kleptomania sering kali sulit mengatasi dorongan untuk mencuri hanya dengan kemampuan sendiri. Itulah mengapa kleptomania perlu mendapatkan penanganan medis dari ahlinya.

Pengobatan kleptomania meliputi obat-obatan dan psikoterapi. Namun, belum ada obat yang disetujui oleh badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat untuk kleptomania. Sampai saat ini penelitian terus dilakukan untuk menemukan obat yang paling cocok untuk menangani penyakit ini.

Baca juga: Begini Cara Menghadapi Teman yang Kleptomania

 

Pencegahan Kleptomania

Untuk mencegah kambuhnya kleptomania, pengidap harus selalu mematuhi rencana pengobatan yang diinstruksikan oleh dokter, termasuk rajin kontrol terutama untuk melakukan psikoterapi. Sementara itu, untuk mencegah terjadinya kleptomania merupakan hal yang sulit untuk dipastikan, mengingat banyaknya faktor psikososial yang bermain dalam terjadinya penyakit ini.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu tidak bisa berhenti mengutil atau mencuri, sebaiknya segera cari bantuan medis. Banyak pengidap kleptomania yang tidak ingin berobat karena mungkin takut akan ditangkap atau dipenjara. Tidak usah khawatir, karena seorang profesional kesehatan mental biasanya tidak melaporkan pencurian pengidap kleptomania ke pihak berwenang.

 

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2019. Kleptomania.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Kleptomania.

Diperbarui pada 21 November 2019