16 November 2018

Pengidap Lupus Lebih Mudah Terkena Sindrom Cushing?

Pengidap Lupus Lebih Mudah Terkena Sindrom Cushing?

Halodoc, Jakarta – Lupus adalah penyakit autoimun yang menyerang berbagai organ tubuh, seperti kulit, sendi, sel darah, ginjal, paru-paru, jantung, otak, dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dapat diobati dengan mengonsumsi obat jenis kortikosteroid seperti prednisone. Jika digunakan dalam dosis tinggi dan jangka panjang, obat ini bisa menyebabkan sindrom Cushing.

Sindrom Cushing adalah kumpulan gejala yang muncul akibat tingginya kadar hormon kortisol dalam tubuh. Sindrom ini lebih banyak menyerang wanita dibanding laki-laki, dan banyak terjadi pada kelompok usia 25 - 40 tahun.

Tanda dan Gejala Sindrom Cushing

Gejala sindrom Cushing tergantung pada tingginya kadar kortisol dalam tubuh. Berikut gejala umum sindrom Cushing yang bisa diamati:

  • Berat badan bertambah.

  • Menumpuknya jaringan lemak, terutama pada area bahu dan wajah.

  • Munculnya guratan berwarna ungu kemerahan di kulit perut, paha, payudara, dan lengan.

  • Kulit menipis dan rentan memar.

  • Luka pada kulit sulit sembuh.

  • Munculnya jerawat.

  • Otot melemah dan tubuh lemas.

  • Gangguan kognitif dan emosi.

  • Pengeroposan tulang.

  • Gangguan pertumbuhan.

  • Gangguan siklus menstruasi.

  • Penurunan gairah seksual dan kesuburan.

Penyebab Sindrom Cushing

Sindrom Cushing disebabkan oleh tingginya kadar hormon kortisol dalam tubuh, baik disebabkan oleh faktor eksternal (sindrom Cushing eksogen) atau faktor internal (sindrom Cushing endogen). Sindrom Cushing eksogen disebabkan oleh penggunaan obat jenis kortikosteroid yang biasa dikonsumsi pengidap Lupus, artritis, dan asma.

Sementara sindrom Cushing endogen disebabkan oleh tingginya kadar hormon adrenokortikotropik (ACTH) dalam tubuh. Akibatnya, kelenjar adrenal menghasilkan hormon kortisol secara berlebihan dan menyebabkan tumor di kelenjar hipofisis atau pituitari, tumor di area tubuh penghasil ACTH (seperti pankreas, paru-paru, kelenjar tiroid, dan kelenjar timus), dan sindrom Cushing yang diwarisi orang tua (familial cushing syndrome).

Diagnosis dan Pengobatan Sindrom Cushing

Diagnosis sindrom Cushing dilakukan dengan menanyakan riwayat kesehatan dan konsumsi obat-obatan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat tanda dan gejala sindrom Cushing. Selain itu, dokter melakukan pemeriksaan penunjang berupa:

  • Pengukuran hormon kortisol dengan pengambilan sampel darah, urine, dan air liur.

  • Pencitraan dengan CT scan atau MRI untuk melihat kemungkinan tumor pada kelenjar adrenal atau kelenjar hipofisis.

  • Pengukuran ACTH dengan pengambilan sampel darah dari sinus petrosus, yaitu pembuluh darah di sekitar kelenjar hipofisis. Tes ini bertujuan menentukan apakah sindrom Cushing disebabkan oleh gangguan pada kelenjar hipofisis atau bukan.

Pengobatan sindrom Cushing bertujuan mengurangi kadar hormon kortisol dalam tubuh. Berikut ini beberapa metode pengobatan yang bisa dipilih:

  • Mengurangi penggunaan obat golongan kortikosteroid. Pengidap sindrom Cushing bisa melakukan secara bertahap dengan mengurangi dosis obat atau menggantinya dengan obat-obatan lain.

  • Bedah untuk mengangkat tumor, baik di kelenjar hipofisis, kelenjar adrenal, pankreas atau paru-paru. Tindakan ini banyak dilakukan pada sindrom Cushing yang disebabkan oleh tubuh.

  • Radioterapi. Dilakukan jika tumor pada kelenjar hipofisis tidak bisa diangkat sepenuhnya.

  • Obat-obatan. Dilakukan jika tindakan bedah dan radioterapi belum berhasil mengobati sindrom Cushing. Obat terbaru untuk mengatasi sindrom ini adalah pasireotide yang berfungsi untuk menurunkan kadar ACTH akibat tumor di kelenjar hipofisis. Obat diberikan melalui suntikan dan bisa digunakan jika operasi bedah tidak berhasil atau tidak bisa dilakukan. Efek samping obat-obatan yang mungkin terjadi adalah diare, mual, peningkatan kadar gula darah, sakit kepala, kelelahan dan sakit perut.

Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar penyakit lupus dan sindrom Cushing, segera tanya dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: