Pengidap Nefritis Interstisial Mesti Rajin Minum Air Putih

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
nefritis interstisial, gangguan ginjal

Halodoc, Jakarta - Gangguan ginjal nefritis interstisial merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada jaringan yang mengelilingi bagian penyaring ginjal. Nefritis interstisial ini dapat bersifat akut (mendadak) atau bahkan kronis (jangka panjang). Pembengkakan juga terjadi pada ruang di sekitar nefron.

Nefron merupakan sekelompok jaringan dalam ginjal yang berbentuk tabung melingkar kecil dengan bola pada salah satu ujungnya. Nefron bermanfaat sebagai penyaring limbah sekaligus penyalur urin ke seluruh uretra yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih. Setiap ginjal memiliki 1 juta nefron.

Penyebab Nefritis Interstisial umumnya disebabkan oleh:

  • Reaksi alergi obat.

  • Gangguan autoimun, serta penyakit kawasaki.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, misalnya paracetamol dan aspirin.

  • Kadar kalium dalam darah yang terlalu rendah, dan kadar kalsium atau asam urat yang terlalu tinggi.

Adapun gejala yang sering terjadi pada pengidap biasanya adalah demam, ruam, mual dan muntah, kebingungan, kelelahan, mudah mengantuk, jumlah urine berkurang atau bertambah, pembengkakan anggota tubuh tertentu, serta bertambahnya berat badan akibat penumpukan cairan.

Baca Juga: 7 Tanda Awal Penyakit Ginjal

Pada beberapa kasus tertentu, sering juga pengidap tidak merasakan gejala apapun hingga fungsi ginjal sudah sangat terganggu. Apabila sudah mencapai tahap ini, gejala gagal ginjal sudah bisa terjadi. Di saat infeksi sudah menyebabkan nefritis, pengidap akan mengalami demam, menggigil, nyeri punggung, dan gangguan buang air kecil (rasa terbakar, frekuensi terganggu, anyang-anyangan, dan kencing berdarah). Tekanan darah mungkin juga akan menjadi tinggi dan terkadang sulit untuk dikendalikan.

Untuk mengetahui adanya penyakit ini pada tubuh seseorang, maka perlu dilakukan pemeriksaan fisik ditambah dengan beberapa tes. Di antaranya adalah tes darah, tes fungsi ginjal, USG ginjal, pemeriksaan urine, dan biopsi ginjal. Biasanya, kondisi ini hanya bersifat sementara. Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini bisa mengakibatkan gangguan ginjal permanen, seperti gagal ginjal kronis.

Baca Juga: 6 Kebiasaan yang Bisa Merusak Fungsi Ginjal

Penyakit ini dapat ditangani atau diobati, hanya saja tergantung pada penyebabnya. Saat nefritis interstitial disebabkan oleh alergi obat, maka satu-satunya pengobatan yang diperlukan mungkin adalah berhenti mengonsumsi obat tersebut secara total.

Sedangkan kasus nefritis interstitial lainnya juga dapat diobati dengan obat anti-inflamasi. Terkadang nefritis interstisial mampu menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal sebelum dapat didiagnosis. Mengurangi garam dari makan bisa meningkatkan retensi air dan tekanan darah tinggi. Melakukan diet rendah protein juga bisa membantu meningkatkan fungsi ginjal. Apabila pengidap sudah pada tahap kondisi yang parah, dialisis mungkin perlu untuk mendukung fungsi ginjal atau transplantasi. Berikut cara untuk meredam gejala nefritis interstisial:

  • Menjaga berat badan yang sehat.

  • Berhenti merokok .

  • Mengonsumsi banyak air putih.

  • Menjaga tekanan darah dan gula darah dalam batas yang normal.

  • Berolahraga secara teratur.

  • Mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang juga bisa membantu menjaga kesehatan ginjal.

Baca Juga: 6 Jenis Olahraga untuk Pengidap Sakit Ginjal

Apabila kamu mengetahui adanya faktor risiko mengalami gangguan ginjal ini, sebaiknya periksakan diri kamu pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.