01 November 2018

Penyebab Rabun Jauh yang Perlu Diketahui dan Pencegahannya

Penyebab Rabun Jauh yang Perlu Diketahui dan Pencegahannya

Halodoc, Jakarta - Rabun jauh terjadi ketika mata tidak mampu melihat benda-benda atau objek yang letaknya jauh. Dalam dunia medis, penyakit mata ini disebut dengan miopi. Penyakit ini memiliki tingkat keparahan yang berbeda, tergantung seberapa jauh batas mata dapat melihat suatu objek.

Jika rabun jauh masih tergolong ringan, penanganannya berupa pemberian vitamin A. Namun, pada kasus miopi yang sudah terbilang parah, biasanya pengidap disarankan untuk menggunakan kacamata dan penanganan tertentu. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini memengaruhi kemampuan melihat pengidap.

Penyebab Seseorang Mengalami Rabun Jauh

Dalam kondisi normal, kornea mata memiliki ukuran dan bentuk yang normal pula, sehingga cahaya matahari bisa masuk dan terfokus tepat pada bagian retina. Namun, ketika seseorang mengalami rabun jauh, kornea mata berubah ukuran menjadi lebih panjang dan bentuk menjadi lebih pipih daripada ukuran normalnya, sehingga cahaya jatuh dan terfokus pada satu titik di depan bagian retina.

Meski begitu, bentuk dan ukuran kornea bukan menjadi satu-satunya penyebab seseorang bisa terkena miopi. Biasanya, penyakit ini paling sering terjadi karena adanya kerusakan yang bersifat refraktif pada mata. Kerusakan ini menyebabkan lapisan kornea tak lagi mulus seperti pada keadaan normal dan membuat cahaya tidak terbiaskan secara sempurna.

Belum diketahui penyebab pasti seseorang mengalami miopi. Meski begitu, tak sedikit ahli kesehatan mengatakan bahwa gangguan pada mata ini terjadi karena faktor luar atau lingkungan, dan keturunan atau faktor genetik.

Anak dengan garis keturunan orang tua yang mengidap rabun jauh lebih berisiko untuk mengalaminya. Namun, kondisi ini didukung oleh beberapa faktor lain, seperti terlalu banyak membaca dan menonton televisi serta berinteraksi di depan komputer dalam waktu lama.

Adapun gejala paling umum ketika mata mengalami miopi adalah tidak mampu melihat objek yang letaknya jauh dengan jelas. Kondisi ini mulai muncul pada usia anak Sekolah Dasar hingga remaja. Saat melihat objek yang letaknya jauh, pengidap akan menyipitkan mata, membuat mata berakomodasi dengan maksimum supaya objek tersebut dapat terlihat.

Selain itu, pengidap akan lebih sering berkedip dan menggosok mata karena mata terlalu lelah. Tak jarang muncul sakit kepala jika mata telah berada pada batas maksimalnya untuk melihat. Gejala ini semakin memburuk seiring dengan bertambahnya usia, ditambah dengan adanya komplikasi lain, seperti misalnya katarak pada lansia.

Pencegahan Rabun Jauh

Hingga kini, kacamata masih menjadi penolong utama bagi pengidap rabun jauh. Ditambah dengan konsumsi makanan bergizi dan vitamin A untuk mengurangi tingkat keparahannya. Upaya untuk mengurangi tingkat keparahan miopi, sebisa mungkin kurangi interaksi mata terhadap buku, televisi, atau komputer.

Bukan berarti tidak boleh membaca, sebaiknya istirahatkan mata jika sudah lelah dengan memejamkannya sesaat. Jangan lupa rutin memeriksakan kondisi kesehatan mata agar tidak terjadi komplikasi.

Sekarang, kamu bisa bertanya pada dokter tentang segala hal terkait dengan kesehatan dengan lebih mudah. Aplikasi Halodoc akan memudahkan kamu terhubung dengan dokter melalui layanan Tanya Dokter setiap saat. Kamu juga bisa membeli obat dan vitamin serta melakukan cek lab tanpa perlu keluar rumah dengan aplikasi ini. Yuk, download dan pakai aplikasi Halodoc!

 

Baca juga: