Terdapat Benjolan pada Payudara, Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Terdapat Benjolan pada Payudara, Ini Penyebabnya

Halodoc, Jakarta - “Benjolan payudara”, mendengarnya saja sudah bikin resah, apalagi mengalaminya. Setuju? Banyak wanita yang mengira kalau dirinya memiliki benjolan payudara, berarti dirinya mengidap kanker payudara. Padahal, benjolan payudara tak melulu disebabkan oleh kanker payudara.

Lantas, apa saja sih yang bisa menimbulkan benjolan pada payudara?

Baca juga: Atasi Benjolan Payudara saat Menyusui dengan 5 Cara Ini

1. Mastitis

Mastitis merupakan kondisi peradangan pada jaringan payudara. Dalam beberapa kasus, mastitis juga bisa disertai infeksi. Mastitis juga bisa menimbulkan abses pada jaringan payudara. Umumnya, kondisi ini dialami oleh ibu menyusui.

2. Kista Payudara

Benjolan payudara juga bisa disebabkan oleh kista payudara. Kebanyakan kista payudara berbentuk bulat atau lonjong. Ketika disentuh, rasanya kenyal seperti balon berisi cairan. Untungnya, kista yang muncul di dalam payudara ini umumnya bersifat jikak, karena tak mengandung sel kanker. Meski begitu, kista ini bisa menimbulkan rasa nyeri dan tak nyaman. 

3. Lipoma

Benjolan payudara juga bisa disebabkan oleh lipoma. Lipoma merupakan benjolan lemak yang tumbuh di bawah kulit secara perlahan. Benjolan ini bisa tumbuh di berbagai anggota tubuh, mulai dari bahu, punggung, perut, hingga payudara. Lipoma sendiri merupakan tumor jinak yang tak berbahaya. Akan tetapi, dalam beberapa kasus lipoma bisa membesar dan cukup mengganggu. 

Hingga kini penyebab lipoma belum diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan benjolan lemak ini cenderung terjadi pada seseorang dari keluarga yang memiliki riwayat lipoma. Selain itu, masalah medis ini umumnya menyerang diidap oleh orang dengan usia 40–60 tahun. 

Baca juga: Benjolan pada Payudara, Perlukah Dioperasi?

4. Papiloma intraduktal

Tumor jinak yang terbentuk di duktus. Duktus sendiri merupakan saluran yang membawa susu dari kelenjar susu (lobulus) ke puting payudara. Tumor ini terbentuk dari jaringan fibrosa, kelenjar, dan pembuluh darah. Dalam kebanyakan kasus, papiloma intraduktal yang menyebabkan benjolan payudara terjadi pada wanita di usia 35–55 tahun. 

5. Fibroadenoma  

Fibroadenoma atau fibroadenoma mammae (FAM)  merupakan jenis tumor jinak yang paling umum terjadi di area payudara. Bentuk FAM bulat dengan batas tegas dan memiliki konsistensi kenyal dengan permukaan yang halus. Selain itu, ukuran benjolan ini bisa membesar pada masa kehamilan. 

Hal yang perlu dipahami, kondisi medis ini berbeda dengan tumor kanker payudara. Perbedaannya, FAM tak menyebar ke organ lain seiring waktu bergulir, tak seperti kanker payudara. Singkatnya, benjolan ini hanya tetap berada dalam jaringan payudara. 

Umumnya, gejala FAM adalah benjolan payudara yang akan terasa padat saat diraba. Selain itu, kebanyakan benjolan ini berbentuk bulat dengan atas yang teraba dengan jelas. Kata ahli, FAM biasanya enggak menimbulkan rasa sakit dan bisa bergerak ketika disentuh. 

6. Kanker payudara

Sebenarnya enggak semua benjolan payudara bersifat kanker, tetapi sebaiknya perlu dianggap serius sampai benar-benar dinyatakan bukan kanker. Meski begitu, benjolan payudara juga bisa menjadi suatu tanda kanker payudara. 

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Cara Ini

Awas, jangan main-main dengan penyakit ini. Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berkembang pada sel-sel payudara. Yang bikin resah, sel-sel abnormal ini bisa menyebar ke anggota tubuh lain pada stadium yang lebih parah. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NIH. National Cancer Institute (2019). Breast Changes and Conditions.
Mayo Clinic (2019). Diseases and Conditions. Fibroadenoma.
Healthline (2019). Mastitis.