• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Terjadinya Osteosarcoma pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Terjadinya Osteosarcoma pada Anak

Penyebab Terjadinya Osteosarcoma pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 Februari 2021
Penyebab Terjadinya Osteosarcoma pada Anak

Halodoc, Jakarta - Osteosarcoma menjadi bentuk kanker tulang yang menyerang bagian sel pembentuk tulang. Kondisi ini bisa mengakibatkan pengidapnya tidak mampu bergerak dengan bebas, pincang ketika berjalan, bahkan rentan mengalami patah tulang tanpa penyebab yang pasti. 

Kanker tulang osteosarcoma bisa menyerang bagian tulang tubuh mana pun. Namun, sering kali, masalah kesehatan ini terjadi pada tulang-tulang besar yang bertumbuh dengan cepat, seperti tulang lengan atas, tulang paha, dan tulang kering. Jenis kanker tulang ini memang lebih rentan terjadi pada anak laki-laki, terlebih di usia 15 tahun. Akan tetapi, lansia berusia 60 tahun ke atas pun sama berisikonya. 

Inilah Penyebabnya

Sama seperti kanker pada umumnya, osteosarcoma terjadi karena DNA yang berada di dalam sel pembentuk tulang berubah atau mengalami mutasi. Akibatnya, sel pembentuk tulang akan terus membentuk tulang baru meski sebenarnya tidak dibutuhkan. Tulang-tulang baru ini lalu berkembang menjadi sel tumor yang menyerang sel dan jaringan yang sehat dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. 

Baca juga: Ketahui Beberapa Cara untuk Menangani Osteosarcoma

Sayangnya, belum diketahui pasti apa yang menyebabkan osteosarcoma terjadi. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang diyakini mampu meningkatkan risiko seseorang terserang kanker tulang ini, seperti:

  • Memiliki riwayat pengobatan dengan metode radioterapi.
  • Mengidap penyakit kelainan tulang, seperti displasia fibrosa atau penyakit paget.
  • Mengidap kelainan genetik, seperti sindrom Werner, sindrom Li-Fraumeni, sindrom Bloom, sindrom Rothmund-Thomson, dan retinoblastoma.

Mengenali Gejala Osteosarcoma 

Gejala dari osteosarcoma bervariasi bergantung pada lokasi tulang yang terserang tumor. Meski begitu, umumnya kanker tulang ini menunjukkan beberapa tanda berikut ini: 

  • Gerakan tubuh menjadi terbatas.
  • Menjadi pincang jika tumor menyerang tulang di bagian kaki.
  • Terasa sakit ketika mengangkat sesuatu jika tumor menyerang tulang bagian tangan.
  • Mengalami retak maupun patah tulang tanpa penyebab yang pasti.
  • Mengalami nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kulit menjadi kemerahan pada area tulang tubuh yang terinfeksi tumor. 

Segera periksakan kondisi sang buah hati jika terjadi gejala-gejala tersebut. Agar penanganan bisa segera dilakukan, gunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji berobat di rumah sakit terdekat. Aplikasi Halodoc juga bisa digunakan untuk tanya jawab dengan dokter spesialis dan membeli obat di apotek terdekat tanpa harus keluar rumah.

Baca juga: Ini 3 Jenis Kanker Tulang Primer

Bagaimana Osteosarcoma Ditangani?

Penanganan osteosarcoma dilakukan dengan operasi dan kemoterapi. Namun, pada beberapa kondisi, dokter mungkin akan menyarankan untuk radioterapi. Operasi dilakukan dengan tujuan mengangkat sel kanker atau seluruh jaringan lain yang turut terinfeksi. Jika kondisinya sudah sangat buruk, maka bisa saja dilakukan amputasi.

Biasanya, sebelum operasi, dokter menyarankan untuk melakukan kemoterapi. Tujuannya guna mengecilkan ukuran sel kanker sehingga lebih mudah diangkat. Akan tetapi, kemoterapi juga bisa dilakukan setelah operasi guna membunuh sel kanker yang mungkin masih tersisa. Sementara itu, pengobatan radioterapi dilakukan jika pengidap tidak bisa menjalani prosedur operasi atau jika sel kanker masih tersisa. 

Baca juga: 4 Penyebab Terjadinya Kanker Tulang pada Anak

Tanpa adanya pengobatan, osteosarcoma bisa berujung pada komplikasi yang lebih serius. Meski begitu, komplikasi juga bisa terjadi karena efek dari pengobatan yang dijalani. Ini termasuk penyebaran sel kanker pada tulang tubuh lain atau paru-paru, mual muntah dan rambut rontok sebagai efek samping kemoterapi, hingga terjadi kesulitan beradaptasi jika harus menggunakan kaki palsu karena amputasi. 



Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Osteosarcoma. 
Healthline. Diakses pada 2021. Osteosarcoma.