Begini Penyebab Utama Sporotrichosis yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Begini Penyebab Utama Sporotrichosis yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami gejala seperti bintil keras berwarna merah muda atau keunguan pada kulit dan bisa pecah dan mengeluarkan cairan bening setelah berkebun? Ini bisa menjadi sebuah pertanda kamu mengalami infeksi yang disebut sporotrichosis. Pada banyak kasus, penyebab sporotrichosis ini adalah jamur Sporothrix schenckii. Jamur ini sering ditemukan pada duri bunga mawar, jerami, sphagnum moss (spesies lumut atau gambut; biasanya digunakan untuk media tanam anggrek atau tanaman hias lainnya), ranting, dan tanah.

Saat jamur menginfeksi kulit, infeksi ini memakan waktu harian hingga berbulan-bulan untuk menampakkan gejala. Parahnya infeksi ini dapat menyebar ke limpa, tulang, persendian, paru-paru, dan otak.  Namun, komplikasi rentan terjadi pada orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Kondisi ini sulit untuk diobati dan mungkin berakibat fatal.

Baca Juga: Mudah Berkeringat? Hati-Hati Terkena Infeksi Jamur

Siapa Saja yang Berisiko Sporotrichosis?

Penyebabnya adalah jamur, maka infeksi ini lebih umum menyerang orang yang suka berkebun dan orang-orang yang memiliki usaha kembang biak mawar dan lumut, produsen jerami, dan orang-orang yang bekerja mengolah tanah. Selain itu, orang dengan daya tahan tubuh rendah, seperti pengidap HIV/AIDS juga rentan mengalami sporotrichosis.

Oleh karena itu, penting untuk melindungi tangan menggunakan sarung tangan saat saat berkebun. Apabila sudah muncul gejala infeksi, segera lakukan penanganan yang tepat. Jika kamu bingung cara mengatasinya, segera buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc. Selain melakukan pemeriksaan, dokter juga akan melakukan perawatan yang tepat.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Jamur Kaki

Bagaimana Pengobatan untuk Atasi Sporotrichosis?

Umumnya, infeksi sporotrichosis menyerang lapisan kulit terluar atau jaringan di bawah kulit. Untuk itu, dalam mengatasi sporotrichosis maka akan ditempuh dengan memberikan obat-obatan antijamur selama beberapa bulan. Umumnya, jenis obat yang diberikan untuk infeksi ini adalah Itraconazole yang diminum rutin selama 3 hingga 6 bulan. Obat lainnya yang juga dapat diberikan adalah supersaturated potassium iodide (SSKI). Jika pengidapnya tengah hamil maka obat SSKI dan Itraconazole tidak boleh digunakan selama kehamilan. 

Untuk kasus sporotrichosis yang parah, dokter memberikan obat jamur intravena, seperti Amphotericin B. Obat diberikan melalui jarum suntik agar bisa segera bekerja menyerang infeksi. Itraconazole umumnya juga digunakan setelah terapi awal dengan Amphotericin B. Pengobatan untuk mengatasi infeksi ini nyatanya cukup lama, yaitu hingga mencapai satu tahun. Jika infeksi telah jauh menyerang, bahkan hingga ke paru, maka operasi mungkin diperlukan untuk mengangkat jaringan yang sudah rusak.

Baca Juga: Ini Cara Mengobati Infeksi Kulit Berdasarkan Penyebabnya

Ikuti Langkah Pencegahan Sporotrichosis Berikut Ini

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah sporotrichosis, antara lain:

  • Cuci tangan dengan benar menggunakan cairan desinfektan setelah melakukan aktivitas yang berisiko menularkan jamur;

  • Menggunakan sarung tangan selama merawat atau menangani hewan yang berisiko menularkan infeksi sporotrichosis, terutama kucing;

  • Menggunakan sarung tangan, baju lengan panjang, dan celana panjang ketika bekerja di semak mawar, rumput kering, tanaman berduri, atau tanaman lain yang berisiko menyebabkan sporotrichosis.

Referensi:
WebMD (Diakses pada 2019). Sporotrichosis.
Centers for Disease Control and Prevention (Diakses pada 2019). Sporotrichosis.