Perilaku Anak di Rumah Berbeda dengan di Sekolah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Perilaku Anak di Rumah Berbeda dengan di Sekolah?

Halodoc, Jakarta – Apakah ibu menemukan kalau perilaku anak berbeda antara di rumah dan di sekolah? Anak lebih bisa diatur di sekolah, sedangkan di rumah sulit buat ibu menyuruh anak menyusun mainannya. 

Menurut Michele Borba, Ed.D penulis The Big Book of Parenting Solutions, anak berperilaku berbeda antara di sekolah dengan di rumah, karena anak tahu kalau rumah adalah zona nyamannya. Dan apapun yang anak lakukan, orang tua akan menerimanya apa adanya. Lantas, apa yang perlu dilakukan orang tua untuk situasi seperti ini?

Ajak Anak Berkomunikasi

Orang tua mungkin menyadari kalau anak menjadi agresif sepulang dari sekolah. Tiba-tiba saja anak meletakkan seragamnya sembarangan, sepatunya tidak disimpan, dan malah langsung main. 

Menurut penulis dan psikolog anak Tovah Klein, Ph.D yang juga menulis buku How Toddlers Thrive, perilaku anak ini dikarenakan anak merasa lelah dengan aturan di sekolah dan menganggap pulang ke rumah sebagai pembebasan. 

Baca juga: Melindungi Anak di Era Digital dengan Pola Asuh yang Tepat

Ketika orang tua menemukan perilaku yang berbeda seperti ini, penting untuk mengomunikasikan perilaku anak ini ke anaknya langsung. Apa yang dia rasakan dan kenapa dia bersikap demikian. 

Ketika anak akhirnya bercerita dan secara tersirat maupun langsung mengungkapkan kalau rutinitas di sekolah membuatnya tertekan, maka orang tua perlu melibatkan anak dalam aktivitas yang dapat melepas agresivitas anak. 

Coba sarankan anak untuk meremas bola, meniup gelembung, ataupun aktivitas lain yang dapat menenangkan perasaan anak dan mengeluarkan energi berlebihnya. Lakukan selama 15 menit dan intens untuk durasi yang pas dalam melepas energi negatif.

Menetapkan Aturan

Ada istilah orang tua yang mengatur anak, bukan anak yang mengatur orang tua, dan sejatinya prinsip ini adalah benar adanya. Rumah memang adalah tempat yang nyaman buat anak, tetapi tidak karena itu anak bisa bertindak sesukanya. 

Mulailah menerapkan batasan di rumah, apa-apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh lakukan. Orang tua juga perlu mengetahui aturan seperti apa yang diterapkan di sekolah sebagai perbandingan untuk menerapkan aturan di rumah. Pun, aturan ini semestinya dilakukan oleh semua penghuni rumah, termasuk orang tua juga.

Berikan konsekuensi bila anak tidak mematuhi aturan tersebut. Perlu diketahui orang tua, aturan yang diterapkan di rumah ini sejatinya bukanlah semacam pengekangan, tetapi bertujuan untuk kebaikan anak. Kadang sebagai orang tua kerap merasa kasihan, sehingga melonggarkan sebuah aturan, padahal ini hanya akan membuat anak menganggap “remeh” aturan dari orang tua. “Ah, gampanglah si mama,” demikian pemikiran anak. 

Konsultasikan kepada Guru

Untuk mendisiplinkan anak perlu dukungan dari orang tua dan guru. Karena itu, jangan segan ataupun sungkan untuk berkonsultasi dengan guru mengenai perkembangan anak. Ini menyangkut interaksi anak dengan teman-teman, bersama guru, dan prestasinya. 

Nah, salah satu kelemahan orang tua adalah tidak tahan untuk tidak berteriak ketika anak sangat sulit untuk diatur. Terkadang orang tua berteriak untuk menunjukkan posisi “kekuasaan” siapa yang berhak menentukan sesuatu dalam rumah tangga. 

Baca juga: Beda Pendapat, Ini Tips Kompromi dengan Ambisi Anak

Ketimbang saling teriak, ada baiknya orang tua untuk meredakan ketegangan dengan humor, melakukan tarian konyol, untuk menempatkan anak pada situasi rileks, baru kemudian kembali serius menentukan sikap. Ini adalah semacam trik supaya anak tetap berada dalam pola pikir lebih happy, walaupun saat itu orang tua dan anak sedang dalam situasi yang tidak sepaham.

Butuh saran dari ahli mengenai pola asuh yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak, tanyakan di Halodoc. Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orang tua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Referensi:

Parents.com. Diakses pada 2019. Your Child's Behavior at Home vs School.
Parents.com. Diakses pada 2019. Discipline Without Screaming.