Perkembangan Janin Usia 3 Minggu

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
perkembangan-janin-usia-3-minggu-halodoc

Halodoc, Jakarta – Wah, usia kehamilan ibu sudah memasuki minggu ketiga. Meskipun masih sangat awal, namun nyatanya janin sudah mulai berkembang di dalam kandungan pada minggu ini, lho. Yuk, simak perkembangan janin di usia 3 minggu di sini.

Di usia 3 minggu ini, ibu mungkin belum merasakan gejala kehamilan yang berarti. Meski begitu, pada minggu ketiga kehamilan ini, janin sesungguhnya sudah mulai tumbuh dan berkembang di dalam kandungan.

Sekitar 30 jam setelah pembuahan terjadi, sel telur akan membelah menjadi dua sel, lalu empat sel, lalu delapan sel, dan terus terbelah sampai berpindah dari tuba falopi ke rahim. Dalam perjalanannya menuju ke rahim, kelompok sel ini terlihat seperti bola kecil yang disebut embrio.

Lanjut ke Perkembangan Janin Usia 4 Minggu

Embrio ini kemudian akan berlubang dan terisi dengan cairan yang disebut blastocyst. Menjelang akhir minggu ketiga, cairan blastocyst akan menempel pada lapisan rahim. Proses ini dinamakan implantasi atau penanaman.

Implan pada rahim ini akan menciptakan endometrium, yaitu tempat untuk menyediakan nutrisi dan membuang kotoran dari embrio yang sedang berkembang. Lalu, implan akan bertumbuh menjadi ari-ari yang akan membantu merawat janin ibu selama sembilan bulan ke depan.

Baca juga: Tahap Perkembangan Janin di Trimester Pertama

Gejala Kehamilan di Usia 3 Minggu

Di usia 3 minggu kehamilan ini, akan terjadi beberapa perubahan di dalam tubuh ibu untuk mendukung pembuahan sel telur. Akibatnya, ibu akan mengalami sejumlah gejala kehamilan berikut:

  • Sebagian wanita mungkin akan mengalami sedikit flek. Bercak darah ini disebut dengan “implantation spotting”, yaitu perdarahan yang bisa saja terjadi saat embrio menembus dinding rahim. Tapi, perdarahan ini biasanya tidak sebanyak menstruasi dan berlangsung hanya selama 1–2 hari saja.

  • Selain itu, payudara ibu juga akan mengalami perubahan menjadi bengkak dan lebih sensitif dari biasanya.

  • Ibu juga akan mudah merasa lelah.

  • Indera penciuman ibu juga akan menjadi lebih sensitif. Jangan heran bila tiba-tiba ibu merasa tidak nyaman dengan aroma parfum favoritnya.

  • Suhu basal tubuh ibu akan tetap tinggi saat beristirahat.

  • Beberapa wanita mungkin akan mulai mengalami mual atau perut kembung. Gejala mual disertai muntah disebut juga dengan morning sickness. Tapi, tidak semua ibu hamil mengalami gejala ini.

  • Meski kadar hormon kehamilan belum banyak, beberapa test pack yang sangat sensitif mungkin sudah bisa memunculkan garis positif di minggu ini.

Baca juga: Tips Mengatasi Morning Sickness untuk Kehamilan Pertama

Lanjut ke Perkembangan Janin Usia 4 Minggu

Persiapan Kehamilan di Usia 3 Minggu

Di minggu-minggu awal kehamilan, ibu dianjurkan untuk mulai mengonsumsi vitamin kehamilan dan menghentikan sejumlah kebiasaan yang bisa membahayakan kondisi janin, seperti merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi kafein. Ibu juga sebaiknya memperbanyak makan-makanan sehat dan mencukupi kebutuhan cairan setidaknya 6–8 gelas sehari.

Agar bentuk janin di usia 3 minggu ini bisa berkembang dengan optimal, mulailah mengonsumsi 400 miligram suplemen asam folat setiap harinya. Konsumsi asam folat sejak dini sangat bermanfaat untuk pembentukan otak bayi dan sumsum tulang belakangnya.

Baca juga: Mengenal Kandungan Suplemen untuk Ibu Hamil yang Paling Tepat

Tes yang Diperlukan di Usia 3 Minggu

Di minggu ini, ibu bisa mulai memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk memastikan kehamilan, termasuk memastikan kelengkapan vaksinasi, seperti cacar air dan rubella. Idealnya, vaksinasi ini dilakukan sebelum merencanakan kehamilan.

Untuk membeli suplemen yang ibu hamil butuhkan, bisa menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Ibu enggak perlu repot-repot keluar rumah, tinggal pesan lewat aplikasi Halodoc, dan pesananmu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Lanjut ke Perkembangan Janin Usia 4 Minggu