30 March 2019

Perkembangan Janin Usia 4 Minggu

perkembangan-janin-usia-4-minggu-halodoc

Halodoc, Jakarta – Selamat! Kehamilan ibu sudah memasuki usia 4 minggu alias satu bulan. Di usia kehamilan ini, ukuran bayi sudah semakin berkembang lagi. Organ-organ tubuhnya pun mulai berfungsi. Yuk, intip perkembangan janin di usia kehamilan 4 minggu.

Pada minggu keempat usia kehamilan, janin ibu berukuran sebesar biji bayam atau biji kacang hijau, yaitu sekitar 2 milimeter. Secara teknis, janin di dalam kandungan ibu sudah bisa disebut sebagai embrio. Embrio terdiri dari dua lapisan sel yang akan berkembang menjadi organ dan bagian tubuh bayi ibu. Dua struktur lainnya yang juga berkembang pada masa ini adalah amnion dan yolk sac.

Amnion adalah kantong yang berisi cairan ketuban yang akan mengelilingi dan melindungi embrio yang sedang berkembang. Sedangkan yolk sac atau kantung kuning, bertugas memproduksi sel-sel darah merah bagi janin ibu. Kantung kuning ini juga yang bertanggung jawab mengantarkan berbagai nutrisi untuk janin hingga saatnya plasenta terbentuk dan siap mengambil alih fungsi ini.

Di masa inilah, janin benar-benar mulai hidup dan akan melakukan berbagai aktivitas. Hingga enam minggu ke depan, semua organ janin akan mulai berkembang secara bertahap, bahkan beberapa ada yang sudah langsung berfungsi.

Baca juga: Ibu Hamil, Ketahui Kapan Biasanya Janin Mulai Bergerak

Perubahan dalam Tubuh Ibu pada Usia 4 Minggu Kehamilan

Di usia kehamilan 4 minggu ini, embrio akan melekat pada rahim. Proses ini dinamakan implantasi atau penanaman. Setelah terjadi implantasi, janin ibu akan mulai memproduksi hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (HCG) yang akan membantu menjaga dinding rahim.

Hormon ini kemudian akan mengirimkan sinyal ke indung telur untuk berhenti melepaskan telur setiap bulan, sehingga ibu berhenti mengalami menstruasi. Beberapa wanita akan mengalami kram perut dan bercak darah pada minggu ini  selama implantasi berlangsung.

Bercak darah ini disebut dengan “implantation spotting”, yaitu perdarahan yang bisa saja terjadi saat embrio menembus dinding rahim. Tapi, bercak darah ini seringkali dikira menstruasi karena biasanya memang muncul di waktu yang sama dengan jadwal menstruasi.

Sedangkan hormon HCG juga merupakan hormon yang diukur dalam tes kehamilan. Jadi, di minggu keempat ini, tes kehamilan sudah mampu mendeteksi kehamilan ibu. HCG juga menyebabkan munculnya gejala-gejala kehamilan yang akan dialami ibu hamil di minggu ini.

Gejala awal kehamilan ini berupa mudah merasa lelah, kesemutan, nyeri pada payudara dan mual. Gejala ini mirip gejala menstruasi. Tapi, sampai akhir minggu, ibu tidak akan mengalami menstruasi karena ibu sudah hamil.

Gejala Kehamilan di Usia 4 Minggu

Pada minggu keempat usia kehamilan ini, ibu sebaiknya bersiap-siap menghadapi sejumlah gejala kehamilan yang akan muncul berikut:

  • Payudara terasa nyeri dan bengkak. Banyak wanita yang mengeluhkan payudara mereka terasa nyeri seperti saat akan menstruasi, namun lebih parah.
  • Mudah lelah. Ini karena peningkatan hormon progesteron bisa membuat ibu merasa seperti habis berlari dalam jarak yang sangat jauh.
  • Sensitif dengan bau. Banyak wanita hamil yang juga menjadi sensitif terhadap aroma-aroma tertentu selama masa awal kehamilan. Ini mungkin disebabkan oleh hormon estrogen yang meningkat pesat di tubuh wanita hamil.
  • Sering buang air kecil. Kehamilan juga membuat ibu jadi ingin sering buang air kecil.
  • Mual dan muntah. Gejala ini disebut juga dengan morning sickness yang biasanya muncul pada beberapa minggu awal kehamilan. Tapi, ada juga beberapa wanita hamil yang tidak mengalami mual dan muntah sama sekali.
  • Hilang nafsu makan.  Di usia 4 minggu kehamilan ini, ibu juga akan lebih sering muntah bukan mengidam. Ibu bisa tiba-tiba saja merasa jijik terhadap makanan yang dulunya ibu sukai.

Baca juga: Tips Mengembalikan Nafsu Makan Saat Morning Sickness

Persiapan Kehamilan di Usia 4 Minggu

Di usia kehamilan satu bulan ini, ibu sudah harus berhenti merokok dan membatasi asupan alkohol dan kafein. Perhatikan setiap makanan yang akan ibu konsumsi. Pastikan makanan tersebut sudah dimasak sampai matang.

Hindari daging-dagingan maupun telur yang dimasak setengah matang guna menghindari infeksi bakteri e-coli dan salmonella. Hindari juga jenis keju lembut yang tidak dipasteurisasi, seperti camembert dan brie. Hindari juga jenis-jenis ikan dengan tingkat merkuri tinggi, seperti ikan hiu, ikan cucut, dan ikan makarel besar (king mackerel).

Baca juga: Ibu Hamil Ngidam Sushi, Bolehkah?

Nah, itulah perkembangan janin di usia 4 minggu. Ibu juga bisa bertanya-tanya tentang masalah apa saja selama kehamilan dengan menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.