25 April 2019

Perlu Dikonsumsi Rutin, Begini Aturan Minum Obat Diabetes Saat Puasa

diabetes

Halodoc, Jakarta - Minum obat merupakan hal yang wajib dilakukan bagi pengidap diabetes. Pengidap diabetes yang ingin mengikuti ibadah puasa juga harus bersiap dengan risiko hipoglikemia, hiperglikemia, dan dehidrasi. Hipoglikemia merupakan gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah kadar normal. Sedangkan hiperglikemia merupakan kebalikan dari hipoglikemia, atau gula darah tinggi. Begini aturan minum obat pengidap diabetes saat berpuasa.

Baca juga: Diabetes Insipidus vs Diabetes Melitus, Lebih Bahaya Mana?

  • Konsumsi Obat Golongan Sulfonilurea

Obat golongan sulfonilurea sering digunakan oleh pengidap diabetes dengan postur tubuh yang tidak gemuk. Obat ini juga dikonsumsi oleh pengidap diabetes jika penyebabnya adalah terganggunya produksi insulin. Glimepiride dan glibenclamide merupakan contoh obat golongan sulfonilurea yang dikonsumsi.

Glimepiride biasanya dikonsumsi 1 kali sehari. Jadi saat berpuasa pengidap diabetes yang mengonsumsi obat ini tidak perlu mengubah waktu untuk minum obat. Jika pengidap diabetes menjalani puasa, disarankan untuk minum saat berbuka puasa. Dosis yang dikonsumsi juga memerlukan penyesuaian guna mencegah terjadinya hipoglikemia.

Sedangkan glibenclamide merupakan obat yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hipoglikemia dibandingkan dengan glimepirid. Nah, karena ini biasanya dokter akan meresepkan untuk mengganti dengan obat lain atau mengurangi dosis yang diberikan.

  • Konsumsi Obat Golongan Biguanid

Metformin merupakan obat golongan biguanid yang sering digunakan. Obat ini ditujukan untuk pengidap diabetes yang mengalami obesitas dengan kadar gula yang tidak bisa lagi dikontrol dengan diet dan olahraga teratur. Obat ini dikonsumsi 1 kali sehari setelah makan. Setelah itu dosis akan dinaikkan menjadi 2 kali sehari, yaitu setelah makan pagi dan makan malam. Dosis maksimal adalah 2.000 miligram per hari atau 4 kali sehari.

Baca juga: Pengidap Diabetes Tipe 2 Tidak Perlu Terlalu Sering Cek Kadar Gula

  • Terapi Suntik Insulin

Terapi suntik insulin sebaiknya diberikan setelah berbuka puasa. Suntik insulin mempunyai efek kerja jangka panjang, sehingga masih diperbolehkan untuk dikonsumsi saat berpuasa. Namun, untuk insulin yang mempunyai efek jangka pendek, sebaiknya diberikan 2 kali saja. Terapi suntik insulin sebenarnya tidak membatalkan puasa. Pemberiannya bisa diberikan setelah berbuka dan sahur dengan mengurangi dosis pemakaiannya.

Apapun pemilihan jenis obatnya, penggunaan obat-obatan ini harus dengan resep dokter. Penggunaan obat-obatan ini tidak boleh dikurangi atau ditambahkan tanpa resep dari dokter. Selain dengan obat-obatan, agar puasa berjalan lancar pengidap diabetes harus memperhatikan frekuensi makan. Makan harus tetap dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari, hanya saja waktunya yang bergeser. Sarapan bisa digantikan dengan makan saat sahur, makan siang digantikan saat buka puasa, dan makan malam bisa dilakukan beberapa jam sebelum tidur.

Jangan lupa juga untuk selalu memeriksakan kadar gula darah secara rutin untuk menghindari hipoglikemia dan hiperglikemia. Jadi pengidap diabetes tetap bisa berpuasa dengan aman jika mematuhi aturan makan dan minum obat, serta selalu menjalankan pola hidup sehat.

Baca juga: Hati-hati, Inilah 8 Komplikasi dari Diabetes Tipe 1

Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!