Diabetes Insipidus vs Diabetes Melitus, Lebih Bahaya Mana?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Diabetes Insipidus vs Diabetes Melitus, Lebih Bahaya Mana?

Halodoc, Jakarta –  Diabetes insipidus dan diabetes melitus adalah dua penyakit yang sama-sama membahayakan seseorang. Banyak orang yang mengira diabetes insipidus berhubungan dengan diabetes melitus, padahal ini adalah dua penyakit yang berbeda.

Diabetes insipidus terjadi akibat gangguan hormon yang menyebabkan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh. Akibatnya, pengidap diabetes insipidus merasa sangat haus meski sudah banyak minum air. Pengidap diabetes insipidus juga cenderung memproduksi urine dalam jumlah besar. Sedangkan diabetes melitus terjadi akibat tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Kira-kira, lebih berbahaya diabetes insipidus atau diabetes melitus?

Baca Juga: Inilah yang Dimaksud Prediabetes dan Cara Mengatasinya

Mengenal Diabetes Insipidus

Ginjal berfungsi untuk mengatur produksi cairan dalam tubuh dan menjaganya agar tetap seimbang. Limbah yang terdapat dalam aliran darah dibuang melalui cairan yang diatur oleh ginjal. Limbah cairan ini disimpan sementara di kandung kemih sebagai urine, sebelum dibuang melalui air kencing. Tubuh juga dapat membersihkan dirinya dari kelebihan cairan melalui keringat, urine, dan feses. Hormon antidiuretic hormone (ADH) membantu mengontrol kecepatan cairan yang dikeluarkan.

Namun pada pengidap diabetes insipidus, tubuh tidak dapat menyeimbangkan kadar cairan dengan baik. Penyebabnya dapat bervariasi, tergantung pada jenis diabetes insipidus yang dimiliki. Berikut beberapa jenis diabetes insipidus:

  • Diabetes insipidus sentral karena adanya kerusakan pada kelenjar hipofisis atau akibat pembedahan, tumor, dan cedera kepala.

  • Diabetes insipidus nefrogenik terjadi akibat kerusakan pada tubulus ginjal yang menyebabkan air diserap kembali.

  • Diabetes insipidus gestasional terjadi saat hamil, yakni ketika enzim yang dibuat oleh plasenta menghancurkan ADH.

  • Diabetes insipidus dipsogenik menyebabkan produksi urine dalam tubuh berlebih. Penyebab utamanya adalah minum banyak cairan.

Baca Juga: Harus Tahu, Penanganan Medis untuk Atasi Diabetes Insipidus

Tidak ada penyebab jelas diabetes insipidus. Namun pada beberapa kasus, kelainan ini disebabkan karena reaksi autoimun. Jika dibiarkan tanpa penanganan, diabetes insipidus bisa menyebabkan komplikasi berikut:

  • Dehidrasi. Pengidap diabetes insipidus selalu merasa haus sehingga produksi urinenya berlebih. Jika pengidapnya tidak memenuhi kebutuhan cairan, bisa jadi penyakit ini berkembang menjadi dehidrasi. Akibatnya, pengidap diabetes insipidus mengalami mulut kering, perubahan elastisitas kulit, kehausan, dan kelelahan.

  • Ketidakseimbangan elektrolit. Mineral seperti natrium dan kalium berfungsi menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Diabetes insipidus menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dan mineral dalam darah pengidapnya. Gejala ketidakseimbangan elektrolit meliputi kehilangan selera makan, mual, muntah, kram otot, bahkan kebingungan.

Mengenal Diabetes Melitus

Glukosa merupakan sumber energi penting bagi sel tubuh untuk membentuk otot dan jaringan. Glukosa juga berfungsi sebagai sumber bahan bakar utama bagi otak. Penyebabnya adalah kelebihan gula darah dalam tubuh. Berikut beberapa jenis diabetes melitus berdasarkan faktor penyebabnya:

  • Diabetes tipe 1 disebabkan karena gangguan autoimun.

  • Diabetes tipe 2 disebabkan karena tubuh resisten terhadap insulin. Hal ini menyebabkan glukosa menumpuk di dalam aliran darah.

  • Diabetes gestasional sering terjadi pada ibu hamil. Selama kehamilan, plasenta menghasilkan hormon yang membuat sel tubuh resisten terhadap insulin.

Penyakit diabetes berkembang secara bertahap dan berpotensi sebabkan komplikasi yang mengancam nyawa. Komplikasi akibat diabetes antara lain penyakit kardiovaskular, gagal ginjal, dan penyakit kronis lainnya.

Baca Juga: Cegah Gula Darah Naik dengan Ketahui 5 Pantangan Pengidap Diabetes

Manakah yang Lebih Berbahaya?

Jika dilihat dari komplikasinya, diabetes melitus lebih berbahaya dibandingkan dengan diabetes insipidus. Diabetes melitus masuk ke dalam golongan penyakit kronis. Menurut Kemenkes RI, diabetes melitus merupakan penyebab kematian nomor enam paling tinggi di dunia. Meski begitu, bukan berarti kamu boleh mengesampingkan penyakit diabetes insipidus.

Agar terhindar dari diabetes insipidus dan diabetes melitus, terapkan pola hidup sehat mulai saat ini. Jika kamu memiliki keluhan penyakit di atas, jangan ragu berdiskusi dengan dokter Halodoc. Gunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!