Perlu Ketahui Komplikasi Akibat Sindrom Kompartemen

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Perlu Ketahui Komplikasi Akibat Sindrom Kompartemen

Halodoc, Jakarta - Jika kamu tidak berhati-hati ketika melakukan sesuatu, mungkin saja cedera dapat terjadi. Cedera tersebut dapat menyebabkan dampak buruk pada tubuh, salah satunya pada otot. Seseorang yang mengalami cedera mungkin saja mengalami sindrom kompartemen pada ototnya.

Gangguan ini dapat menyebabkan terjadinya perdarahan atau pembengkakan pada otot dan jaringan. Jika tidak segera diatasi, kamu mungkin mengalami beberapa komplikasi yang sangat berbahaya pada tubuh. Berikut adalah beberapa gangguan fatal yang dapat terjadi disebabkan sindrom kompartemen!

Baca juga: Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Sindrom Kompartemen

Komplikasi Diakibatkan Sindrom Kompartemen

Sindrom kompartemen adalah suatu kondisi yang terjadi disebabkan cedera, sehingga tubuh mengalami pembengkakan. Hal tersebut dapat meningkatkan tekanan pada bagian kompartemen otot, sehingga tidak dapat menyuplai otot dan saraf dengan oksigen dan nutrisi. Jika terjadi, tubuh kamu mungkin mengalami gangguan yang parah.

Pada beberapa bagian otot tubuh, seperti lengan bawah, tungkai bawah, dan tubuh lainnya, dikelilingi oleh pita-pita jaringan yang berserat. Hal ini dapat menciptakan kompartemen yang berbeda. Jaringan berserat tersebut sangat berbahaya ketika membengkak dan tidak mendapat pengobatan, karena dapat menyebabkan gagal saraf dan mati.

Sindrom kompartemen paling sering menyerang lengan bawah dan tungkai bawah, walaupun dapat terjadi di semua bagian tubuh. Penyakit ini dapat terjadi secara akut karena pembengkakan yang terjadi akibat cedera. Selain itu, mungkin juga menyebabkan gangguan kronis karena aktivitas rutin, seperti olahraga.

Apa saja komplikasi yang dapat terjadi pada pengidap gangguan pada otot tersebut? Seseorang yang mengidap kelainan ini dan tidak segera mendapat diagnosis serta pengobatan, komplikasi menjadi sangat mungkin terjadi. Pada bagian tubuh yang mengalami pembengkakan dan semakin parah, ototnya akan kehilangan suplai darah yang akhirnya mematikan otot. Berikut adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi:

  • Jaringan parut otot, kontraktor, dan kehilangan fungsi anggota gerak.

  • Mengalami amputasi.

  • Terjadinya kerusakan saraf permanen.

  • Rhabdomyolysis (kerusakan otot) dan kerusakan ginjal.

Komplikasi akibat sindrom kompartemen terbilang jarang untuk terjadi. Walau begitu, jika dibiarkan mungkin saja hal-hal berbahaya di atas dapat terjadi. Untuk mengatasi gangguan tersebut, kamu mungkin akan mendapatkan pembedahan agar kondisi-kondisi berbahaya tersebut tidak terjadi.

Lalu, jika kamu mempunyai pertanyaan perihal sindrom kompartemen, dokter dari Halodoc dapat mengatasi kebingungan tersebut. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang kamu gunakan! Selain itu, kamu juga dapat membeli obat tanpa perlu ke luar rumah dengan aplikasi tersebut.

Baca juga: Sebelum Terjadi, Ketahui Mencegah Sindrom Kompartemen

Perawatan dari Sindrom Kompartemen

Pengobatan dari pembengkakan pada otot tersebut umumnya berfokus pada pengurangan tekanan yang dapat menyebabkan bahaya pada tubuh. Dokter mungkin akan memberikan kamu pembalut, gips, atau belat, yang dapat mengatasi bagian tubuh yang mungkin mengalami komplikasi.

Seseorang yang mengidap kelainan ini juga memerlukan operasi segera agar tekanan yang terjadi dapat berkurang. Ahli bedah mungkin akan membuat sayatan panjang pada kulit dan lapisan di bawahnya agar dapat mengurangi tekanan yang terjadi. Berikut perawatan lainnya yang mungkin dilakukan:

  • Menjaga bagian tubuh di bawah tingkat jantung agar dapat meningkatkan aliran darah ke kompartemen.

  • Memberikan bantuan oksigen melalui hidung atau mulut.

  • Memasukkan cairan tambahan melalui intravena.

  • Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit.

Baca juga: Bagaimana Sindrom Kompartemen Bisa Terjadi?

Sindrom kompartemen kronis awalnya dapat diredakan dengan menghindari aktivitas yang dapat menyebabkannya. Langkah lainnya adalah dengan melakukan latihan peregangan dan terapi fisik. Pembedahan mungkin dilakukan tapi tidak secara langsung, tergantung seberapa parah tekanan yang terjadinya.

Referensi:
Medicine Net. Diakses pada 2019. Compartment Syndrome
Web MD. Diakses pada 2019. Compartment Syndrome