30 October 2018

Perlu Tahu, 5 Penyebab Gangguan Ginjal Glomerulonefritis

Perlu Tahu, 5 Penyebab Gangguan Ginjal Glomerulonefritis

Halodoc, Jakarta - Penyakit ginjal enggak hanya seputar batu ginjal saja, lho. Sebab, glomerulonefritis merupakan problem ginjal lainnya yang perlu diwaspadai. Glomerulonefritis merupakan kondisi peradangan pada glomerulus. Organ kecil yang satu ini berfungsi sebagai penyaring dan membuang kelebihan cairan, elektrolit, dan limbah dari aliran darah. Namun, kerusakan pada glomerulus ini bisa menyebabkan terbuangnya darah dan protein melalui urine.

Kata ahli, masalah pada ginjal ini bisa menyerang kapan saja alias secara mendadak. Hal yang bikin resah lagi bisa menyebabkan peradangan kronis secara bertahap. Lalu, apa sih penyebab penyakit ini? Nah, berikut penjelasannya menurut para ahli:

1. Infeksi

Glomerulonefritis bisa disebabkan karena infeksi bakteri atau virus. Infeksi ini mengakibatkan reaksi kekebalan tubuh yang berlebihan sehingga mengakibatkan peradangan di ginjal dan terjadinya masalah ginjal. Infeksi bakteri Streptococcus pada tenggorokan, infeksi gigi, HIV, hepatitis B, dan hepatitis C, merupakan bakteri yang bisa menyebabkan seseorang mengidap penyakit ini.
Selain itu, keluhan medis ini bisa muncul satu atau dua minggu setelah sembuh dari infeksi tenggorokan atau infeksi kulit. Nah, kelebihan produksi antibodi yang dirangsang oleh infeksi ini, akhirnya menetap di glomerulus dan menyebabkan peradangan. Seseorang yang mengidap kondisi ini akan mengalami gejala berupa pembengkakan, urine cenderung sedikit, dan masuknya darah dalam urine.

2. Masalah di Sistem Imun

Kelainan pada sistem imun juga bisa menjadi biang keladi dari penyakit ini. Misalnya, penyakit lupus yang bisa menyebabkan peradangan pada berbagai organ tubuh, termasuk ginjal. Enggak cuma itu, glomerulonefritis juga bisa dipicu karena kelainan sistem imun lainnya.

Contohnya, sindrom Goodpasture yang tampak seperti pneumonia yang menyebabkan perdarahan di paru-paru dan ginjal. Di samping itu,  nefropati IgA juga bisa menjadi pemicu lainnya. Kondisi ini menyebabkan endapan salah satu protein sistem pertahanan tubuh (IgA) pada glomerulus ginjal.

3. Vaskulitis

Vaskulitis merupakan tubuh ketika mengalami peradangan di pembuluh darah, sehingga menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah. Perubahannya bisa berupa penebalan, penyempitan, pelemahan, ataupun munculnya bekas luka. Nah, perubahan ini mengakibatkan kerusakan pada organ dan jaringan tubuh, termasuk ginjal.

Kata ahli, contoh vaskulitis yang menyerang pembuluh darah ginjal dan menyebabkan glomerulonefritis, bisa berupa penyakit poliarteritis dan granulomatosis Wegener.

4. Penyakit Genetik dan Zat Kimia

Sebenarnya, penyakit ginjal ini seringkali tidak memiliki penyebab khusus. Namun selain ketiga hal di atas, penyakit genetik dan paparan zat kimia memiliki kemungkinan menjadi penyebabnya. Misalnya, sindrom Alport dapat menyebabkan glomerulonefritis kronis. Di samping itu, paparan zat kimia, seperti pelarut hidrokarbon dan riwayat kanker, diduga juga dapat memicu terjadinya glomerulonefritis kronis.

5. Penyebab Lainnya

Nah, meski terkadang penyebab masalah ginjal ini tak diketahui secara pasti penyebabnya, ada pula kondisi lain yang bisa memicunya. Misalnya:

  • Granulomatosis wegener yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah.

  • Radang tenggorokan (Strep throat).

  • Penyakit atau kondisi ketika sel-sel menyerang arteri (poliarteritis nodosa).

  • Menumpuknya protein abnormal dalam organ dan jaringan (amiloidosis).

Punya keluhan kesehatan atau mau tahu lebih jauh mengenai hal di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai masalah tersebut. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: