Perlu Tahu, Ini Cara Diagnosis Hipoalbuminemia

Perlu Tahu, Ini Cara Diagnosis Hipoalbuminemia

Halodoc, Jakarta - Albumin adalah protein yang khusus dibuat oleh organ hati. Zat protein ini mempunyai peran yang sangat penting untuk plasma darah. Kondisi kekurangan protein albumin dalam plasma darah disebut dengan hipoalbuminemia.

Tanpa jumlah albumin yang cukup, tubuh  tidak dapat mencegah kebocoran cairan yang keluar dari pembuluh darah. Rata-rata seseorang membutuhkan 3,5-5,9 g/dL tergantung pada usianya.

Baca Juga: Selain Diabetes, Kenali Penyebab Lain Hipoalbuminemia

Tidak memiliki cukup albumin juga dapat mempersulit organ-organ tubuh untuk memindahkan zat-zat penting ke seluruh tubuh. Sebab, albumin ini digunakan untuk proses penting, terutama menjaga cairan tubuh untuk tetap terkendali. Lantas, bagaimana cara mengenali gejala hipoalbuminemia ? Begini caranya.

  • Kulit menjadi lebih kasar atau lebih kering dari biasanya.

  • Rambut mulai menipis.

  • Kulit yang terlihat kuning (penyakit kuning).

  • Sesak napas.

  • Merasa kelelahan.

  • Detak jantung menjadi tidak teratur.

  • Mengalami kenaikan berat badan secara signifikan.

  • Tidak nafsu makan.

  • Mengalami diare.

  • Merasa mual.

  • Mengalami muntah.

  • Terjadi penumpukan cairan (edema) di kaki atau wajah.

Gejala yang muncul tergantung pada apa yang menyebabkan kondisi hipoalbuminemia. Misalnya, jika hipoalbuminemia disebabkan karena pola makan yang buruk, gejalanya akan timbul secara bertahap. Jika hipoalbuminemia disebabkan oleh luka bakar yang serius, kemungkinan besar gejalanya muncul dalam waktu singkat.

Sebaiknya, segera cari bantuan medis apabila gejalanya sudah membuat pengidapnya mulai merasa lelah atau kesulitan bernapas. Si Kecil yang mengidap hipoalbuminemia juga perlu segera ditangani, karena kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan anak. Jika Ibu merasa bahwa Si Kecil tidak tumbuh seperti normalnya usia mereka, bicarakan dengan dokter apakah perlu dilakukan beberapa tes pemeriksaan untuk mendiagnosis hipoalbuminemia.

Diagnosis Hipoalbuminemia

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter perlu menguji kadar albumin setiap dilakukannya tes darah. Tes paling umum dilakukan untuk mengukur albumin adalah tes albumin serum. Tes ini menggunakan sampel darah untuk menganalisis kadar albumin di laboratorium. Selain itu, dokter juga dapat mengukur berapa banyak albumin yang terbuang melalui urine.

Untuk melakukan ini prosedur ini, dokter menggunakan tes yang disebut tes mikroalbuminuria. Tes ini terkadang  disebut juga tes albumin kreatinin (ACR). Jika seseorang memasukkan terlalu banyak albumin ke dalam urine, ginjal berpotensi mengalami kerusakan. Kerusakan ginjal dapat menyebabkan albumin bocor ke urine.

Baca Juga: 4 Makanan Sehat untuk Pengidap Hipoalbuminemia

Tes darah C-reactive protein (CRP) juga efektif untuk mendiagnosis hipoalbuminemia. Tes CRP dapat memberi tahu dokter tentang seberapa banyak peradangan yang terjadi di tubuh. Sebab, peradangan adalah salah satu indikator paling penting dari hipoalbuminemia.

Pengobatan Hipoalbuminemia

Pengobatan hipoalbuminemia bervariasi tergantung pada apa yang menyebabkannya. Dokter biasanya merekomendasikan agar pengidap mengubah diet apabila penyebabnya adalah kekurangan gizi. Makanan yang mengandung tinggi protein, seperti kacang-kacangan, telur, dan produk susu, merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah.

Jika pengidap sering mengonsumsi alkohol, dokter tentunya akan menyarankan untuk menguranginya atau berhenti minum sama sekali. Konsumsi alkohol dapat menurunkan kadar protein darah yang bisa memperburuk gejala hipoalbuminemia.

Pengidap gangguan ginjal yang mengalami hipoalbuminemia, umumnya dianjurkan untuk minum obat-obatan tekanan darah. Obat-obatan ini bekerja mengeluarkan albumin melalui urine. Jenis  obat-obatannya, yakni captopril dan benazepril.

Obat-obatan yang digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh juga dapat membantu menjaga peradangan agar tidak menurunkan kadar albumin. Dokter dapat merekomendasikannya dalam obat atau suntikan kortikosteroid.

Baca Juga: Cegah Hipoalbuminemia dengan Menerapkan Pola Hidup Sehat

Itulah cara diagnosis hipoalbuminemia yang perlu diketahui. Kalau kamu ingin melakukan cek kesehatan rutin, pesan saja melalui aplikasi Halodoc. Gunakan fitur Get a Lab Check up yang ada di aplikasi Halodoc, lalu tentukan jenis dan waktu pemeriksaan. Petugas lab akan datang ke tempatmu sesuai waktu yang ditetapkan. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!