Perlu Tahu, Ini Cara Mencegah Kriptorkismus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Perlu Tahu, Ini Cara Mencegah Kriptorkismus

Halodoc, Jakarta - Saat masih dalam kandungan, testis seorang bayi laki-laki akan tumbuh dalam rongga perut (abdomen). Kemudian sekitar 2 bulan menjelang persalinan, testis akan turun secara alami melalui suatu saluran bernama inguinal canal, menuju skrotum. Namun, saat mengalami kriptorkismus, proses tersebut tidak terjadi. 

Bayi dikatakan mengalami kriptorkismus jika testisnya tetap berada di dalam rongga perut atau di inguinal canal ketika lahir, dan tidak berada pada skrotum seperti seharusnya. Kriptorkismus umumnya terjadi pada bayi yang lahir secara prematur. Pada sebagian besar kasus, testis biasanya akan turun ke skrotum dalam waktu 3-6 bulan setelah lahir. 

Namun, pada sebagian kasus yang cukup jarang, testis bisa saja tetap berada dalam abdomen. Jika testis tak kunjung turun setelah bayi berusia 6 bulan, biasanya dokter akan melakukan tindakan penanganan berupa operasi. Kriptorkismus memang tidak menimbulkan nyeri, tetapi kondisi ini dapat meningkatkan risiko kanker testis. 

Baca juga: 6 Faktor Risiko Kriptorkismus pada Si Kecil

Hal-Hal yang Memicu Terjadinya Kriptorkismus

Meski belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab dari kriptorkismus, kondisi ini kemungkinan dipicu oleh beberapa hal. Mulai dari kesalahan gaya hidup saat kehamilan, hingga gangguan medis tertentu. Berikut beberapa di antaranya: 

  • Kelahiran prematur, yaitu sebelum kehamilan mencapai 37 minggu;

  • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami kriptorkismus;

  • Kelahiran dengan berat badan rendah;

  • Gangguan pada janin yang dapat menghambat pertumbuhan janin dalam kandungan, seperti sindrom Down;

  • Konsumsi alkohol dan merokok saat hamil;

  • Terpapar pestisida.

Haruskah Dioperasi?

Jika tidak ditangani dan dibiarkan begitu saja hingga dewasa, kriptorkismus dapat menimbulkan komplikasi. Salah satu komplikasi yang bisa mengintai adalah kemandulan atau infertilitas, yang ditandai dengan sedikitnya atau kurang berkualitasnya sperma yang dihasilkan. Komplikasi lainnya adalah kanker testis. Risiko ini lebih besar dialami pengidap kriptorkismus pada rongga perut dibanding kriptorkismus yang terjadi di inguinal canal.

Mengingat adanya komplikasi tersebut, penanganan perlu dilakukan pada bayi yang mengidap kriptorkismus, terutama jika pada usia 6 bulan lebih testis tak kunjung turun dengan sendirinya. Penanganan terhadap kondisi ini yang bisa dilakukan adalah penyuntikan hormon chorionic gonadotropin (HCG), untuk merangsang proses turunnya testis. 

Baca juga: Konsumsi Alkohol saat Hamil Picu Kriptorkismus

Namun, terapi hormon ini bukanlah pilihan utama, lantaran efektivitasnya yang lebih rendah jika dibandingkan dengan operasi. Prosedur operasi yang dapat dilakukan adalah orkidopeksi, untuk memindahkan testis ke dalam skrotum. Prosedur ini tentunya memiliki beberapa risiko, seperti perdarahan, infeksi, testis kembali naik, jaringan testis mengecil, hingga atrofi testis karena terjadi gangguan suplai darah, serta kerusakan pada saluran testis menuju uretra sehingga air mani sulit keluar. 

Meski memiliki risiko, sebagian besar tindakan operasi berhasil mengembalikan posisi testis ke skrotum. Namun, pada kasus bayi tidak memiliki testis sama sekali, penanganan yang bisa dilakukan adalah implantasi testis. Sementara pada bayi yang masih memiliki paling tidak satu testis yang sehat, dapat ditangani dengan terapi hormon. Hal ini penting untuk kematangan secara fisik saat pubertas.

Begini Cara Pencegahannya

Meski penyebab pasti dari kriptorkismus tidak diketahui, ada beberapa tips yang dapat dilakukan saat hamil untuk mencegah, atau setidaknya meminimalisir risiko terjadinya, yaitu: 

  • Hindari paparan asap rokok selama masa kehamilan.

  • Mengkonsumsi makanan sehat yang bebas pestisida.

  • TIdak mengkonsumsi alkohol selama masa kehamilan.

  • Memeriksakan kehamilan secara rutin dan teratur agar dapat terdeteksi lebih awal jika terdapat gangguan kesehatan ibu yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Kriptorkismus Akibatkan Infertilitas

Memiliki kehamilan yang sehat memang diperlukan untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan pada bayi yang akan dilahirkan. Jika ibu hamil mengalami keluhan kesehatan, jangan ragu untuk gunakan aplikasi Halodoc, untuk bicara langsung dengan dokter kandungan. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!