10 April 2019

Perlu Tahu, Tes untuk Mendiagnosis Anemia Pernisiosa

Perlu Tahu, Tes untuk Mendiagnosis Anemia Pernisiosa

Halodoc, Jakarta - Anemia pernisiosa adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada produksi vitamin B-12, karena kurangnya faktor intrinsik pada mukosa lambung. Penyakit ini disebut sangat berbahaya karena vitamin B-12 dapat mengobati anemia yang terjadi pada tubuh, sehingga kebanyakan orang yang mengidap penyakit tersebut kehilangan nyawa jika tidak segera mendapat pengobatan.

Anemia pernisiosa disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menyerap vitamin B-12 yang berasal dari produk hewani, seperti daging dan produk susu yang merupakan sumber makanan vitamin B-12. Tubuh mampu menyimpan vitamin B-12 untuk waktu yang lama, sehingga asupan makanan yang tidak memadai dapat bertahan selama bertahun-tahun sebelum kekurangan vitamin B-12 benar-benar terjadi.

Selain itu, gejala anemia pernisiosa biasanya tidak terlihat selama bertahun-tahun. Sementara anemia pernisiosa paling sering didiagnosis pada orang dewasa dengan usia rata-rata 60. Gangguan pada lambung terhadap penyerapan vitamin B-12 yang disebabkan oleh bawaan lahir terbilang jarang ditemukan.

Seperti halnya penyebab anemia lainnya, gejala yang terkait dan dapat terjadi adalah penurunan kapasitas pengangkutan oksigen darah. Akibatnya, tubuh akan mengalami kelelahan dan sesak napas. Kekurangan vitamin B-12 juga mengganggu fungsi sistem saraf, dan gejala akibat kerusakan sistem saraf dapat terlihat bahkan sebelum anemia didiagnosis.

Baca Juga: Ini Bahayanya Penyakit Anemia Pernisiosa

Perbedaan Anemia Pernisiosa dengan Anemia Defisiensi Vitamin B-12

Anemia pernisiosa adalah salah satu bentuk defisiensi vitamin B-12 yang dihasilkan dari proses autoimun. Namun, penyebab lain dari kekurangan vitamin B-12 juga dapat menghasilkan tanda dan gejala yang sama seperti anemia pernisiosa. Penyebab potensial lain dari defisiensi vitamin B-12 termasuk pengangkatan lambung secara bedah atau sebagian, penyakit gastrointestinal lainnya seperti penyakit celiac atau penyakit Crohn, dan infeksi saluran pencernaan.

Baca Juga: Cara Mengobati Anemia Pernisiosa

Diagnosis Anemia Pernisiosa

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis anemia pernisiosa, yaitu:

  • Hitung Darah Lengkap

Sering kali, tes pertama yang digunakan untuk mendiagnosis banyak jenis anemia adalah hitung darah lengkap. Tes ini mengukur banyak bagian darah pada tubuh kamu. Untuk tes ini, sejumlah kecil darah diambil dari vena dengan menggunakan jarum.

Pemeriksaan tersebut dapat memeriksa kadar hemoglobin dan hematokrit pada tubuh seseorang. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang membantu sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Hematokrit adalah ukuran seberapa banyak ruang sel darah merah mengambil dalam darah. Tingkat hemoglobin atau hematokrit yang rendah adalah pertanda anemia.

Pemeriksaan hitung darah lengkap juga akan memeriksa jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dalam darah. Hasil abnormal dapat berupa tanda anemia, kelainan darah lain, infeksi, atau kondisi lain. Akhirnya, pemeriksaan tersebut akan melihat rata-rata ukuran sel darah merah. Pada anemia pernisiosa, sel darah merah cenderung lebih besar dari normal.

  1. Pemeriksaan Sumsum Tulang Belakang

Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan sumsum tulang belakang. Hal tersebut dapat menunjukkan apakah sumsum tulang kamu sehat dan menghasilkan cukup sel darah merah. Dua tes sumsum tulang yang dilakukan adalah aspirasi dan biopsi.

Untuk aspirasi, dokter mengeluarkan sedikit sumsum tulang cair melalui jarum. Untuk biopsi, dokter akan mengangkat sejumlah kecil jaringan sumsum tulang melalui jarum yang lebih besar. Sampel kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Pada anemia pernisiosa, sel-sel sumsum tulang yang berubah menjadi sel-sel darah lebih besar dari normal.

Baca Juga: Ini yang Dimaksud dengan Anemia Pernisiosa

Itulah beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk diagnosis anemia pernisiosa. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!