Perlu untuk Diketahui, 7 Tingkatan Penurunan Kesadaran

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Perlu untuk Diketahui, 7 Tingkatan Penurunan Kesadaran

Halodoc, Jakarta - Berbicara penurunan kesadaran, sebagian orang langsung tertuju pada pingsan. Padahal, penurunan kesadaran terdiri dari berbagai jenis dan tingkatan. Sebelum membahas lebih jauh, sudah tahu apa itu kesadaran? 

Dalam dunia medis, kesadaran merupakan suatu kondisi saat seseorang bisa memberikan respons yang sesuai terhadap lingkungan dan orang di sekitarnya. Nah, penurunan kesadaran ini bisa terjadi akibat berbagai macam gangguan atau penyakit.

Lantas apa saja sih tingkat kesadaran yang perlu diketahui? Berikut ulasan selengkapnya.

Baca juga: Pertolongan Pertama pada Orang yang Mengalami Penurunan Kesadaran

Dari Bingung sampai Koma

Penurunan kesadaran bisa berbeda-beda pada tiap orang. Hal yang perlu ditegaskan, tingkat penurunan kesadaran ini berbeda dengan pingsan. Seseorang yang pingsan bisa sadar penuh setelahnya. Akan tetapi, penurunan kesadaran bisa menetap dalam waktu yang lebih lama. 

Beberapa tahapan berikut yang akan dilalui sampai seseorang mengalami penurunan kesadaran hingga tak sadarkan diri.

  1. Compos Mentis (conscious), yaitu kesadaran normal, sadar sepenuhnya, dapat menjawab semua pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya.

  2. Apatis, yaitu keadaan kesadaran yang segan untuk berhubungan dengan sekitarnya, sikapnya acuh tak acuh.

  3. Delirium: Penurunan tingkat kesadaran seseorang yang disertai kekacauan motorik dan siklus tidur bangun yang terganggu. Pengidapnya akan tampak gelisah, kacau, disorientasi, dan meronta-ronta.

  4. Somnolen (letargi, obtundasi, dan hipersomnia): Kondisi ini ditandai dengan mengantuk yang masih dapat dipulihkan bila diberi rangsangan. Namun, saat rangsangan dihentikan, orang tersebut akan tertidur lagi. Pada somnolen, jumlah jam tidur meningkat dan reaksi psikologis menjadi lambat.

  5. Soporous atau stupor: Keadaan mengantuk yang dalam. Pengidapnya masih bisa dibangunkan dengan rangsangan kuat. Namun, mereka tidak terbangun sepenuhnya dan tidak dapat memberi jawaban verbal yang baik. Pada soporous/stupor, refleks kornea dan pupil baik, tetapi BAB dan BAK tidak terkontrol. Stupor disebabkan oleh disfungsi serebral organic difus.

  6. Semi koma: Tingkatan penurunan kesadaran selanjutnya semi koma.  Penurunan kesadaran ini terjadi ketika seseorang tidak bisa memberi respons terhadap rangsangan verbal dan tidak dapat dibangunkan sama sekali. Namun, refleks kornea dan pupilnya masih baik.

  7. Koma: Berbeda dengan semi koma, koma merupakan penurunan kesadaran yang terjadi sangat dalam. Pada tubuh pengidapnya tidak ada gerakan spontan dan tak ada respon terhadap nyeri yang dirasakan.

Selanjutnya, kondisi apa saja sih yang bisa menyebabkan penurunan kesadaran

Baca juga: Mengapa Pengidap Stroke Bisa Alami Penurunan Kesadaran?

Awas, Banyak Hal yang Memicunya

Berbicara penyebab penurunan kesadaran, sama halnya membicarakan sederet kondisi atau penyakit. Alasannya, penurunan kesadaran bisa dipicu oleh berbagai kondisi. Nah, berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan penurunan kesadaran:

  • Epilepsi.

  • Gagal ginjal.

  • Stroke.

  • Radang otak atau infeksi organ lainnya.

  • Gagal hati.

  • Penyakit paru-paru.

  • Gangguan hormon tiroid

  • Gangguan elektrolit. 

  • Demensia.

  • Penyakit Alzheimer.

  • Penyakit jantung. 

  • Trauma kepala.

Baca juga: Bisakah Paparan Gas Beracun Sebabkan Penurunan Kesadaran?

Selain masalah medis di atas, ada beberapa hal yang juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penurunan kesadaran. Misalnya, merokok, usia, konsumsi alkohol yang berlebihan, hingga trauma. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Consciousness Decreased.
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Delirium? 
WebMD. Diakses pada 2019. Sudden Confusion Causes.
NIH. Diakses pada 2020. MedlinePlus. Decreased Alertness.