Pernah Diidap Lady Diana, Ini 5 Fakta Tentang Bulimia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pernah Diidap Lady Diana, Ini 5 Fakta Tentang Bulimia

Halodoc, Jakarta – Lady Diana pernah mengakui dirinya mengidap gangguan makan bulimia nervosa. Komentar terhadap penampilan dan pipi tembem yang disampaikan publik disebut menjadi salah satu faktor Lady Diana mengalami gangguan makan tersebut. Mulanya, ia berusaha menjalani diet, namun setelah melakukannya, ia benar-benar tidak bisa berhenti dan berujung pada gangguan makan bulimia.  Inilah fakta bulimia yang diidap lady Diana.

Bulimia nervosa adalah satu jenis gangguan makan yang cukup serius dan berbahaya. Pasalnya, pengidap bulimia memiliki kebiasaan yang cukup ekstrem saat makan. Orang dengan kelainan bulimia biasanya takut dengan kenaikan berat badan, sehingga akan melakukan segala hal untuk menurunkan atau mempertahankan bobot tubuh.

Biasanya, pengidap bulimia berusaha menjaga berat badan dengan cara tidak makan atau memilih makan dengan porsi kecil. Uniknya, bulimia tidak menutup kemungkinan seseorang untuk makan dengan porsi besar dan banyak. Namun tentunya, ada “konsekuensi” jika hal itu terjadi.

Saat seorang bulimia tak dapat mengontrol nafsu makan, maka mereka akan mengeluarkan kembali makanan yang telah disantap. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari naiknya berat badan. Biasanya untuk mengeluarkan makanan, dilakukan dengan cara memaksa tubuh untuk muntah atau dengan mengonsumsi obat pencahar.

Selain itu, ada sejumlah fakta lain seputar gangguan makan bulimia yang menarik untuk diketahui. Apa saja?

1. Wanita dan Remaja Lebih Berisiko

Gangguan makan bulimia disebut lebih rentan diidap wanita ketimbang pria. Bahkan, sebuah penelitian pernah menyebut ada 8 dari 100 wanita yang mengalami gangguan bulimia nervosa. Rata-rata wanita yang mengidap gangguan ini mulai menunjukkan gejala sejak remaja.

Baca juga: Alasan Bulimia Lebih Sering Menyerang Wanita

Nyatanya, remaja menjadi kelompok yang paling rentan mengalami gangguan makan ini, terutama yang berusia 15–40 tahun. Bulimia pada remaja bisa terjadi dengan sangat ekstrem, hingga menyebabkan gangguan pada tubuh secara keseluruhan. Bahkan, kondisi ini disebut bisa berujung pada kematian.

2. Memicu Gangguan Kesehatan

Gangguan makan bulimia bisa menyebabkan komplikasi berupa gangguan kesehatan. Bahkan, bulimia yang tidak ditangani serius bisa berakibat fatal bagi tubuh. Salah satu komplikasi penyakit yang bisa terjadi karena kondisi ini adalah pembengkakan kelenjar air liur. Kondisi ini terjadi karena kebiasaan muntah yang dialami pengidap bulimia. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan kekurangan nutrisi, dehidrasi, gagal ginjal, hingga gagal jantung.

Baca juga: Awas, Bulimia Gangguan Makan yang Mengancam Jiwa

3. Menyebabkan Self-Harm

Pada beberapa kasus, bulimia juga bisa menyebabkan pengidapnya mengalami self-harm alias kebiasaan menyakiti diri sendiri. Pasalanya, bulimia juga berkaitan dengan gangguan suasana hati alias mood, seperti depresi. Dorongan-dorongan dari masalah psikologis tersebut kemudian membuat pengidap bulimia mulai menyakiti diri sendiri, bahkan berujung dengan tindakan bunuh diri.

4. Faktor Lingkungan Menjadi Pemicu

Faktor lingkungan dan pergaulan menjadi salah satu pemicu bulimia, termasuk pada remaja. Pada banyak kasus, gangguan makan yang satu ini bisa terjadi karena “olok-olokan” dari lingkungan sekitar, terutama yang berkaitan dengan penampilan fisik.

5. Butuh Dukungan Keluarga

Nyatanya, orang dengan gangguan seperti ini sangat membutuhkan dukungan dari orang terdekat terutama keluarga. Kebanyakan pengidap bulimia menjalani diet ekstrem karena memiliki rasa percaya diri yang rendah. Maka dari itu, dukungan keluarga adalah hal yang paling dibutuhkan untuk keluar dari masalah tersebut.

Baca juga: Jika Mengalami Bulimia, Rahasiakan atau Ceritakan?

Cari tahu lebih lanjut seputar bulimia nervosa dan gangguan makan lain dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!