Pola Makan Sehat untuk Mencegah Dislipidemia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pola Makan Sehat untuk Mencegah Dislipidemia

Halodoc, Jakarta - Dislipidemia adalah kondisi medis yang merujuk pada tingkat abnormal di lipid darah. Jenis dislipidemia yang paling umum adalah hiperlipidemia atau kadar lipid yang tinggi. Bentuk lainnya adalah hipolipidemia, yaitu kadar lipid abnormal yang rendah. 

Dislipidemia dapat memengaruhi parameter lipid apapun, termasuk kadar kolesterol LDL, HDL, trigliserida, atau kombinasi dari lipid ini. Ketika kadar kolesterol tinggi, kondisi tersebut disebut dengan hiperkolesterolemia. Sedangkan ketika kadar kolesterol rendah, disebut sebagai hipokolesterolemia. 

Ketika hanya trigliserida yang terpengaruh, hal ini dapat disebut sebagai hipertrigliseridemia (kadar trigliserida tinggi) atau hipotrigliseridemia (kadar trigliserida rendah). Sebaliknya, jika seseorang memiliki kadar trigliserida dan kolesterol yang terpengaruh, ini disebut sebagai dislipidemia “gabungan” atau “campuran”.

Baca juga: Bisa Memicu Stroke, Inilah Fakta Dislipidemia

Apakah yang Menjadi Penyebabnya?

Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan dislipidemia, mulai dari gangguan bawaan hingga gaya hidup. Penyebab dislipidemia dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu dislipidemia primer atau sekunder. Berikut penjelasan dari kedua kategori tersebut:

  1. Dislipidemia Primer

Kategori ini mengacu pada kadar lipid abnormal yang disebabkan oleh mutasi gen atau gen yang diwarisi dari orang tua. Gen yang rusak dapat menyebabkan pembersihan lipid abnormal atau dapat memodifikasi lipid tertentu yang dibuat di dalam tubuh. 

Jika keluargamu mengalami dislipidemia, kondisi ini mungkin diturunkan dan dikenal dengan sebutan familial dislipidemia. Seseorang dengan dislipidemia primer yang melibatkan peningkatan LDL berisiko tinggi mengembangkan aterosklerosis saat usia dini. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular prematur.

  1. Dislipidemia Sekunder

Umumnya kondisi ini terjadi karena berbagai faktor yang melibatkan aspek-aspek tertentu dari gaya hidup atau kondisi medis tertentu. Di antaranya adalah:

  • Terlalu rendah atau tinggi kadar lemak pada tubuh dan diet tinggi gula.

  • Kurang olahraga.

  • Obat-obatan tertentu seperti beta blocker, obat-obatan tertentu untuk mengobati HIV, atau kontrasepsi oral.

  • Penyakit hati.

  • Penyalahgunaan alkohol.

  • Merokok.

  • Hipotiroidisme yang belum diobati.

  • Diabetes yang tidak terkontrol.

Baca juga: Olahraga Rutin Dapat Mencegah Dislipidemia

Cegah Dislipidemia dengan Menerapkan Pola Makan Sehat

Semua orang pasti ingin tubuhnya tetap sehat, supaya tetap bugar menjalani aktivitas sehari-hari. Seseorang yang mengidap dislipidemia tubuhnya mungkin mengalami peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat membahayakan kesehatan tubuh.

Kamu dapat mencegah terjadinya gangguan pada darah tersebut dengan cara melakukan pola makan sehat. Sama seperti semua penyakit, kamu harus banyak mengonsumsi buah dan sayur agar tetap bugar. Berikut adalah pola makan sehat yang dapat kamu lakukan:

  1. Mengonsumsi Serat Larut

Serat larut bisa ditemukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian, apel, dan jeruk. Saat bergerak, serat larut menyerap empedu, suatu zat yang diproduksi oleh hati untuk membantu tubuh mencerna lemak. Akhirnya, serat dan empedu yang melekat dikeluarkan melalui kotoran.

  1. Mengonsumsi Buah dan Sayuran

Mengonsumsi buah dan sayuran adalah cara mudah untuk menurunkan kadar kolesterol LDL. Orang dewasa yang mengonsumsi setidaknya empat porsi buah dan sayuran setiap hari memiliki kadar kolesterol LDL sekitar 6 persen lebih rendah daripada orang yang makan kurang dari dua porsi per hari.

  1. Hindari Lemak Trans Buatan

Sumber lemak trans banyak digunakan di berbagai restoran, terutama restoran cepat saji. Lemak trans buatan diproduksi dengan menghidrogenasi lemak tak jenuh untuk mengubah strukturnya dan memadatkannya pada suhu kamar. Lemak trans memberikan dampak buruk pada tubuh, karena dapat meningkatkan kolesterol buruk dalam tubuh.

  1. Mengurangi Takaran Gula

Bukan hanya lemak jenuh dan lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol, tetapi mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan dapat menyebabkan dampak yang sama. Minuman dengan sirup jagung fruktosa juga dapat meningkatkan kolesterol buruk pada tubuh.

Baca juga: Lakukan Pengobatan Ini untuk Atasi Xanthelasma

Itulah beberapa pola makan sehat yang dapat kamu lakukan untuk mencegah dislipidemia. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter dapat dengan mudah dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Ayo, download aplikasi Halodoc di smartphone kamu sekarang!