Polusi Udara Bisa Sebabkan Kemandulan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Polusi Udara Bisa Sebabkan Kemandulan?

Halodoc, Jakarta – Polusi udara tampaknya tidak hanya berdampak negatif pada kesehatan fisik seperti pernapasan, melainkan juga menempatkan seseorang pada risiko kesuburan reproduksi.  Pada ukuran penting kesuburan wanita. 

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan di New Scientist, paparan tingkat polusi yang tinggi juga dapat menurunkan kesuburan. Paparan udara buruk dengan kandungan partikel dan gas nitrogen dioksida yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dapat menurunkan cadangan ovarium pada perempuan. Ingin tahu lebih lanjut mengenai hal ini, baca uraian selanjutnya.

Bagaimana Polusi Udara Memengaruhi Kemandulan

Data kesehatan yang sama mengungkapkan terjadi penurunan hormon AMH (Anti Mullerian Hormon) yang merupakan hormon yang mengatur peningkatan jumlah folikel ovarium, pada perempuan yang terpapar polutan. 

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Joan Casey, peneliti kesehatan publik dari University of California di Berkeley. Bagaimana adanya kemungkinan antara kualitas udara yang buruk dan penurunan kesuburan. 

Baca juga: 5 Tanaman yang Bisa Menangkal Polusi Udara

Dampak polusi yang signifikan terhadap makhluk hidup pernah diteliti oleh tim peneliti dari Harvard, di mana ditemukan penurunan populasi burung kenari yang habitatnya berada di dekat tambang batu bara. 

Sebenarnya World Health Organization (WHO) sendiri sudah mewanti-wanti bagaimana dampak penurunan kesehatan akibat polusi udara. Dua di antaranya yang mendominasi adalah penyakit kardiovaskular dan alzheimer.

Hanya saja menurut hasil penelitian, saat ini dampak polusi udara pada kesuburan lebih bisa terlihat nyata ketimbang kardiovaskular yang efeknya lebih ke jangka panjang. 

Dan sejauh ini bagaimana polusi udara bisa menyebabkan kemandulan disebabkan karena peradangan sistemik kronis atau stres biologis pada jaringan reproduksi yang disebabkan oleh polutan.

Sejatinya, partikel-partikel polutan mengandung logam berat yang mungkin mengganggu sistem hormon yang penting untuk reproduksi, polutan juga dapat mengubah atau mengganggu DNA dan bahan genetik lainnya dalam sperma dan telur.

Baca juga: Manfaat Tidur Berkualitas bagi 5 Organ Tubuh

Terkait hal ini, polusi udara dan fertilitas pada manusia, kecenderungan lebih dominan terjadi pada perempuan yang tinggal di kota industri, kota besar yang sarat polusi udara.  Walaupun begitu, dikatakan ini tidak menjadi faktor utama. Pastinya, ada beberapa aspek lain yang bisa memengaruhi seperti gaya hidup dan genetik.

Kalau kamu butuh informasi lebih jelas mengenai masalah kesuburan dan kesehatan reproduksi, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orang tua bisa memilih kapan dan di mana saja mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Pencegahan Polusi Udara

Bagaimana melindungi dari paparan polusi udara? Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan adalah: 

  1. Periksa perkiraan polusi udara setiap hari di daerah.
  2. Hindari berolahraga di luar ruangan saat tingkat polusi tinggi.

Saat udaranya buruk, berjalanlah di dalam ruangan di pusat perbelanjaan atau gym atau gunakan mesin olahraga. Batasi jumlah waktu yang dihabiskan anak bermain di luar jika kualitas udara tidak sehat.

  1. Selalu menghindari berolahraga di dekat daerah berlalu-lintas tinggi.
  2. Gunakan lebih sedikit energi di rumah.

Menghasilkan listrik dan sumber energi lainnya menciptakan polusi udara. Dengan mengurangi penggunaan energi, kamu dapat membantu meningkatkan kualitas udara, mengekang emisi gas rumah kaca, mendorong kemandirian energi, dan menghemat uang.

  1. Jangan membakar kayu atau sampah

Referensi: 
Newscientist. Diakses pada 2019. Exposure to air pollution seems to negatively affect women's fertility.
Popular Science. Diakses pada 2019. Air pollution might make it harder to get pregnant.
American Lung Association. Diakses pada 2019. 10 Tips to Protect Yourself from Unhealthy Air.