Posisi Duduk yang Salah Bisa Sebabkan Saraf Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Posisi Duduk yang Salah Bisa Sebabkan Saraf Bermasalah

Halodoc, Jakarta – Kalau disuruh memilih, apakah kamu lebih memilih berdiri dalam waktu yang lama atau duduk dalam waktu yang lama? Kebanyakan orang pasti memilih duduk. Posisi duduk menjadi posisi ternyaman dan sering dilakukan untuk mengistirahatkan tubuh. Namun, meski sering menjadi posisi favorit, posisi duduk yang salah dapat menimbulkan masalah pada saraf.

Baca Juga: Terlalu Lama Duduk, Awas Dead Butt Syndrome

Selain itu, duduk terlalu lama juga tidak disarankan karena bisa menimbulkan masalah yang serupa. Lantas, bagaimana duduk menimbulkan masalah pada saraf? Berikut sejumlah informasi yang perlu diketahui.

Benarkah Salah Duduk Menyebabkan Saraf Bermasalah?

Posisi duduk yang salah bisa menyebabkan postur tubuh menjadi buruk. Postur yang salah ini kemudian bisa menyebabkan saraf terjepit. Pada kasus salah duduk, biasanya saraf yang terkena adalah saraf siatik yang berada di punggung bawah. Namun, kondisi ini bisa dirasakan pada leher atau pergelangan tangan tergantung posisi seseorang. Selain postur tubuh yang salah, duduk dalam waktu yang lama juga bisa sebabkan saraf terjepit. 

Saraf terjepit timbul akibat tekanan dari jaringan di sekitar saraf, contohnya seperti otot, tulang maupun tulang rawan. Tekanan ini mengganggu kerja saraf, sehingga timbul rasa sakit, kesemutan dan mati rasa. Tidak perlu khawatir, saraf kejepit dapat sembuh dalam beberapa hari atau minggu dengan perawatan konservatif serta istirahat yang cukup. Jika kondisinya cukup parah, operasi mungkin diperlukan. 

Kalau kamu mengalami gejala yang mirip saraf kejepit setelah duduk, sebaiknya periksakan ke dokter untuk memastikannya. Sebelum mengunjungi rumah sakit, buat janji dengan dokter lewat aplikasi Halodoc terlebih dahulu.

Baca Juga: 5 Gejala Penyakit Saraf yang Perlu Diketahui

Perawatan Saraf Terjepit

Perawatan utama untuk saraf terjepit adalah mengistirahatkan area yang sakit. Dokter menyarankan untuk menghentikan aktivitas apa pun yang menyebabkan atau memperparah kompresi. Perawatan juga tergantung pada lokasi saraf terjepit, pengidap mungkin memerlukan belat atau penjepit untuk melumpuhkan area tersebut. Contoh perawatan saraf terjepit, yaitu :

  1. Terapi Fisik

Ahli terapi fisik bekerja untuk mengajarkan latihan untuk memperkuat dan meregangkan otot-otot di daerah yang terkena. Terapi ini bertujuan untuk meredakan tekanan pada saraf. Terapis juga dapat merekomendasikan modifikasi pada aktivitas yang berisiko memperburuk kondisi saraf.

  1. Obat-obatan

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen sodium dapat membantu menghilangkan rasa sakit. Suntikan kortikosteroid atau kortikosteroid yang diberikan melalui mulut juga dapat membantu meminimalkan rasa sakit dan peradangan.

  1. Operasi

Jika saraf terjepit tidak membaik setelah beberapa minggu hingga beberapa bulan dan tidak merespon perawatan konservatif, dokter dapat merekomendasikan operasi untuk menghilangkan tekanan saraf. Jenis operasi bervariasi tergantung pada lokasi saraf terjepit. Operasi dapat berupa menghilangkan taji tulang atau bagian dari cakram hernia di tulang belakang, atau memutuskan ligamentum karpal untuk memungkinkan lebih banyak ruang bagi saraf untuk melewati pergelangan tangan.

Baca Juga: Tetap Sehat Meskipun Duduk Seharian, Lakukan 4 Cara Ini!

Itulah sejumlah perawatan yang bisa dilakukan untuk meredakan saraf terjepit. Untuk mencegah saraf terjepit, pastikan tubuh dalam postur tubuh yang baik. Kamu perlu melakukan latihan kekuatan dan fleksibilitas dan jaga berat badan yang sehat. Kalau kamu diharuskan bekerja dengan posisi duduk dalam waktu yang lama, cobalah untuk berdiri dan berjalan-jalan sebentar agar tubuh lebih rileks.

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2019. How to Identify and Treat a Pinched Nerve in Your Buttocks.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pinched nerve.