Begini Prosedur Penanganan Medis pada Athelia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Begini Prosedur Penanganan Medis pada Athelia

Halodoc, Jakarta – Athelia adalah suatu kondisi di mana seseorang dilahirkan tanpa satu atau kedua puting. Meskipun athelia jarang terjadi secara keseluruhan, namun ini lebih sering terjadi pada anak-anak yang dilahirkan dengan kondisi, seperti sindrom Polandia dan displasia ektodermal.

Sindrom Polandia memengaruhi sekitar 1 dari setiap 20.000 bayi baru lahir. Para peneliti tidak tahu persis apa yang menyebabkan sindrom ini. Sejauh ini kemungkinannya disebabkan oleh masalah dengan aliran darah di dalam rahim selama enam minggu perkembangan bayi.

Sindrom Polandia dapat memengaruhi arteri yang memberikan darah ke dada bayi yang sedang tumbuh. Diperkirakan bahwa kekurangan darah mencegah dada berkembang secara normal. Sangat jarang sindrom Polandia disebabkan oleh perubahan gen yang diturunkan melalui keluarga.

Baca juga: Athelia Berisiko Diidap oleh Laki-Laki

Anak-anak yang lahir dengan kondisi ini kehilangan massa otot atau otot yang kurang berkembang di satu sisi tubuh mereka. Mereka biasanya kehilangan bagian otot dada yang disebut pectoralis mayor.

Gejala lain dari sindrom Polandia meliputi:

  1. Tulang rusuk yang hilang atau kurang berkembang di satu sisi tubuh

  2. Payudara yang hilang atau terbelakang dan puting susu di satu sisi tubuh

  3. Jari berselaput di satu tangan

  4. Tulang pendek di lengan bawah

  5. Rambut ketiak jarang

  6. Displasia ektodermal

Displasia ektodermal adalah salah satu bagian dari 180 sindrom genetik yang berbeda. Sindrom-sindrom ini memengaruhi perkembangan kulit, gigi, rambut, kuku, kelenjar keringat, dan bagian tubuh lainnya.

Perawatan untuk Athelia

Jika seseorang kehilangan seluruh payudara, maka ia bisa menjalani operasi rekonstruksi menggunakan jaringan dari perut, bokong, ataupun punggung. Puting dan areola kemudian dapat dibuat selama prosedur lain. Untuk membuat puting susu, dokter bedah akan membentuk lipatan jaringan menjadi bentuk yang benar.

Jika diinginkan, pengidap athelia dapat melanjutkan untuk memiliki tato bentuk areola di kulit. Prosedur tato 3D yang lebih baru menggunakan jarum berosilasi yang dilapisi pigmen untuk membuat puting yang lebih realistis dan tampak tiga dimensi.

Baca juga: Mengenal Athelia, Tak Ada Putting Susu pada Tubuh

Jika seorang anak dilahirkan dengan athelia, dokter akan memberikan informasi ataupun merekomendasikan jenis perawatan yang harus dilakukan demikian juga potensi komplikasinya. Pada kondisi tertentu, athelia bisa berdampak pada harga diri dan rasa percaya diri pengidapnya. Jika pengidapnya berjuang untuk mengatasi perubahan pada tubuh, besar kemungkinan perlu berbicara dengan psikolog, terapis, ataupun profesional kesehatan mental lainnya.

Penyebab lain dari athelia meliputi:

  • Sindrom Progeria. Kondisi ini menyebabkan orang menua dengan sangat cepat.

  • Sindrom Yunis Varon. Kondisi yang jarang dan diwariskan ini memengaruhi wajah, dada, dan bagian tubuh lainnya.

  • Sindrom kulit kepala-telinga-puting. Kondisi ini menyebabkan rambut tumbuh hanya sedikit di kulit kepala, telinga yang kurang berkembang, dan puting atau payudara yang hilang di kedua sisi.

  • Sindrom Al-Awadi-Rass-Rothschild. Kondisi genetik warisan yang langka ini terjadi ketika tulang terbentuk dengan buruk.

Baca juga: Enggak Memiliki Puting Alias Athelia, Berbahayakah?

Seorang anak lebih mungkin terlahir dengan athelia jika salah satu orangtua memiliki kondisi yang menyebabkannya. Sindrom Polandia lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan, namun displasia ektodermal memengaruhi pria dan wanita secara setara.

Kurangnya puting itu sendiri tidak menyebabkan komplikasi. Tapi, beberapa kondisi yang menyebabkan athelia dapat menyebabkan masalah kesehatan. Misalnya, sindrom Polandia yang parah dapat memengaruhi paru-paru, ginjal, dan organ-organ lain.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai penyebab dan penanganan medis athelia, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.