Puasa Bisa Menambah Berat Badan, Ini Caranya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Puasa Bisa Menambah Berat Badan, Ini Caranya

Halodoc, Jakarta - Berat badan yang ideal enggak hanya menyoal penampilan dan rasa percaya diri saja, lho. Dengan memiliki berat badan yang ideal, kamu akan terhindari dari berbagai risiko masalah kesehatan. Nah, karena bulan puasa tinggal menghitung hari, banyak orang menjadikan bulan puasa sebagai momen untuk menurunkan berat badan.

Namun, bagaimana dengan mereka yang terbilang tidak berisi alias kurus? Lalu, bagaimana sih cara menambah berat badan saat puasa?

Baca juga: Kiat Menjaga Berat Badan Ideal yang Tahan Lama

1. Rutin Berolahraga

Selama menjalani ibadah puasa, bukan berarti olahraga harus dihentikan. Pasalnya, olahraga bisa menjadi cara untuk menambah berat badan saat puasa. Kelebihan kalori yang disimpan di otot bukan hanya sel lemak, sangat penting untuk diubah menjadi energi sekaligus membentuk massa otot.

Kamu bisa kok memilih olahraga kardio seperti jalan cepat, lompat tali, lari, atau bersepeda. Bagi kamu yang kurang menyukai atau tidak kuat dengan jenis olahraga kardio, alternatifnya bisa mencoba angkat beban. Yang perlu diingat, jangan memaksakan diri untuk mengangkat beban yang terlampau berat. Angkat beban bisa menjadi cara jitu untuk meningkatkan kepadatan tulang dan meningkatkan massa otot.

2. Tambah Jumlah Kalori

Cara menambah berat badan saat puasa juga bisa dengan menambah jumlah kalori. Sebenarnya, menambah jumlah kalori dari makanan memang menjadi syarat utama untuk menaikkan berat badan. Namun, hati-hati bila ingin menambahkan kalori dalam tubuh. Sebab, meningkatkan kebutuhan kalori skala besar dalam waktu singkat bisa menimbulkan masalah pencernaan.

Baca juga: Berat Badan Bertambah? Ini yang Terjadi pada Tubuh

Nah, agar cara ini bisa berlangsung dengan aman, cobalah tambahkan kalori secara bertahap. Misalnya, menambah 300–500 kalori per hari dalam beberapa kali makan, yaitu saat sahur atau berbuka.

Kita bisa mendapatkan kalori dari makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak. Kacang polong, beras merah, tepung, roti, gandum utuh, atau sereal merupakan pilihan makanan tinggi karbohidrat yang sehat. Sedangkan ikan, kacang-kacangan, dan alpukat merupakan makanan yang mengandung lemak tak jenuh yang bisa kita pilih.

Selain kalori, kebutuhan protein juga harus terpenuhi. Protein akan membantu tubuh untuk membangun otot lebih pada, sehingga berat badan bisa naik. Makanan yang mengandung protein, seperti telur, ikan, produk susu, daging, dan kacang-kacangan.

3. Pantau Waktu Makan

Cobalah untuk memantau waktu makan agar program menambah berat badan saat puasa berjalan dengan lancar. Pasalnya, kita tidak bisa makan secara bebas di bulan puasa. Jadi, waktu untuk menambahkan kalori hanya bisa dilakukan selama waktu berbuka sampai imsak saja. Nah, di waktu tersebut cobalah untuk sering makan dalam porsi kecil tapi sering. Contohnya, dengan makan camilan di sela-sela waktu makan.

Baca juga: 6 Cara Membakar Kalori untuk Turunkan Berat Badan

Orang yang berat badannya ringan cenderung sering merasa kenyang dengan cepat. Sebab itu, daripada makan dua sampai tiga kali dalam porsi besar, sebaiknya 5–6 kali sehari dalam porsi kecil.

Di samping itu, kamu juga mengasup berbagai produk susu, kurma, jus buah, atau smoothie sekitar dua jam sebelum tidur. Selain menyehatkan, camilan sehat ini juga bisa menaikan berat badan saat puasa.

Agar program kenaikan berat badan saat puasa berlangsung efektif dan aman, cobalah diskusikan terlebih dahulu dengan dokter. Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!