• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Muncul Flek Darah pada Ibu Hamil, Berbahayakah?

Muncul Flek Darah pada Ibu Hamil, Berbahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Muncul Flek Darah pada Ibu Hamil, Berbahayakah?

Halodoc, Jakarta – Menemukan flek darah atau perdarahan ringan selama kehamilan mungkin akan membuat ibu panik dan menjadi khawatir. Namun, tenang saja, kondisi tersebut tidak selalu menjadi pertanda sesuatu yang serius kok.

Nyatanya, flek darah selama kehamilan adalah kondisi umum yang dialami banyak wanita hamil. Sekitar 20 persen wanita melaporkan bahwa mereka menemukan bercak darah selama 12 minggu pertama kehamilan. Kebanyakan wanita hamil yang mengalami flek bisa terus memiliki kehamilan dan bayi yang sehat.

Memahami Flek Darah Selama Kehamilan

Perdarahan vagina atau setiap keluarnya darah dari vagina adalah kondisi yang bisa terjadi kapan saja selama kehamilan, mulai dari pembuahan (saat sel telur dibuahi) hingga akhir kehamilan. Perdarahan yang ringan, atau flek, selama kehamilan juga menjadi kondisi yang umum, terutama selama trimester pertama. Ibu hamil dianggap mengalami flek darah ketika ibu melihat beberapa tetes darah sesekali di pakaian dalam ibu, atau bila ibu menyeka bagian intim dengan tisu, lalu menemukan ada sedikit darah di atasnya.

Darah yang keluar saat mengalami flek biasanya berwarna merah muda, merah atau coklat tua. Volume darahnya juga lebih sedikit daripada periode menstruasi, dan seharusnya tidak sampai membuat panty liner penuh. Flek darah berbeda dari perdarahan yang lebih berat, di mana ibu memerlukan pembalut atau tampon untuk menampung darah agar tidak mengenai pakaian dalam. Sebaiknya segera temui dokter bila ibu mengalami perdarahan hebat selama kehamilan.

Apa Penyebab Flek darah Selama Kehamilan?

Flek darah selama kehamilan bisa disebabkan oleh banyak faktor. Perdarahan implantasi adalah penyebab umum flek di awal kehamilan. Perdarahan implantasi terjadi ketika telur yang sudah dibuahi menempel pada lapisan rahim.

Kondisi ini bisa memicu terjadinya perdarahan ringan atau flek selama beberapa hari. Bahkan flek ini juga bisa terjadi sebelum seorang wanita tahu bahwa ia hamil dan sering disalahartikan sebagai menstruasi yang tertunda. 

Baca juga: Bercak Darah Tanda Kehamilan yang Harus Diketahui

Penyebab umum flek lainnya selama kehamilan adalah polip serviks (pertumbuhan yang tidak berbahaya pada serviks), yang lebih mungkin berdarah selama kehamilan karena kadar estrogen yang lebih tinggi. Hal itu mungkin terjadi karena ada peningkatan jumlah pembuluh darah di jaringan di sekitar serviks selama kehamilan.

Akibatnya, kontak dengan area tersebut (misalnya melalui hubungan seksual) bisa menyebabkan perdarahan. Bahkan tanpa adanya polip serviks, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya flek darah dalam beberapa hari, antara lain berhubungan seksual, menjalani pemeriksaan ginekologi, seperti USG vagina, dan berolahraga secara berlebihan atau latihan angkat berat.

Kapan Flek Darah Perlu Diperiksakan Ke Dokter?

Flek atau perdarahan selama kehamilan adalah kondisi yang tidak diharapkan dan mungkin saja tidak normal, namun hal itu biasanya tidak membutuhkan perhatian khusus. Meski begitu, penting untuk menghubungi dokter kandungan untuk membicarakan gejala yang ibu alami tersebut selama kehamilan. 

Bila ibu mengalami flek darah pada trimester kedua atau ketiga kehamilan, ibu harus segera melaporkannya pada dokter kandungan ibu. Pada trimester pertama, flek lebih sering terjadi, tapi juga perlu dilaporkan pada dokter. Hubungi juga dokter kandungan terutama bila ibu mengalami perdarahan hebat yang mirip dengan periode menstruasi. Pasalnya, perdarahan yang hebat bisa menjadi pertanda adanya komplikasi kehamilan, seperti kehamilan ektopik.

Baca juga: Plasenta Previa, Penyebab Pendarahan pada Kehamilan

Perdarahan abnormal yang terjadi pada akhir kehamilan mungkin lebih serius, karena bisa menandakan komplikasi pada ibu atau bayi ibu. Hubungi dokter secepat mungkin bila ibu mengalami flek pada trimester kedua atau ketiga. Dokter kemungkinan besar akan memeriksa polip serviks, dan memastikan serviks ibu tertutup.

Untuk membantu mengelola flek selama kehamilan dan untuk mendukung kehamilan yang sehat, dokter kandungan bisa menganjurkan ibu hamil untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Istirahat total di tempat tidur atau perbanyak tidur siang.
  • Lebih sering duduk.
  • Minum air putih yang cukup agar tetap terhidrasi.
  • Membatasi aktivitas fisik.
  • Naikkan kaki bila memungkinkan.
  • Hindari mengangkat barang lebih dari 4,5 kilogram.

Itulah penjelasan mengenai flek darah selama kehamilan. Kabar baiknya, kebanyakan ibu hamil yang mengalami flek darah bisa terus melanjutkan kehamilan yang sehat. Namun, jangan biarkan fakta ini menghalangi ibu untuk memeriksakan diri ke dokter.

Baca juga: Bumil Alami Perdarahan Uterus Abnormal, Ini Penanganannya

Sekarang, melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter sudah lebih mudah dengan adanya aplikasi Halodoc lho. Ibu tinggal buat janji saja di rumah sakit pilihan ibu melalui aplikasi, dan ibu bisa berobat tanpa perlu antre. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasinya sekarang juga.

Referensi:
American Pregnancy Association. Diakses pada 2021. Spotting During Pregnancy.
Healthline. Diakses pada 2021. What Causes Spotting in Pregnancy?