05 October 2018

Punya Tanda-Tanda Hamil, Blighted Ovum Perlu Tindakan Medis

Punya Tanda-Tanda Hamil, Blighted Ovum Perlu Tindakan Medis

Halodoc, Jakarta – Setelah mengetahui dirinya hamil, kebanyakan wanita akan merasa tidak sabar untuk segera bertemu dengan sang buah hati. Sayangnya saat memasuki usia kehamilan 3 bulan, calon ibu bisa saja merasakan tanda-tanda yang menyerupai keguguran. Namun saat dicek menggunakan test pack, hasilnya masih positif hamil. Sebenarnya, apa yang sedang terjadi?

Salah satu kondisi yang sering menunjukkan gejala seperti itu adalah blighted ovum alias anembryonic gestation. Blighted ovum adalah suatu kondisi yang menyebabkan seorang wanita mengalami kehamilan anembrionik atau kehamilan yang tidak mengandung embrio meski ada pembuahan di dalam rahim. Blighted Ovum memang sering menjadi penyebab umum wanita mengalami keguguran pada trimester pertama atau dalam tiga bulan awal kehamilan.

Pada dasarnya, kondisi ini bisa terjadi karena adanya kelainan kromosom pada fetus yang sedang berkembang. Menyadari kelainan tersebut, tubuh calon ibu akan menghentikan kehamilan saat itu juga. Alhasil, terjadilah keguguran atau kegagalan dalam perkembangan calon janin. Kelainan kromosom bisa terjadi karena pembelahan sel yang tidak sempurna serta kualitas sel telur dan sperma yang kurang baik.

Uniknya, wanita yang mengalami blighted ovum pada awalnya akan mengalami tanda-tanda kehamilan normal. Mulai dari haid yang terlambat, hasil pemeriksaan kehamilan yang menunjukkan positif, hingga mual dan muntah serta payudara terasa nyeri. Namun seiringnya perjalanan kehamilan, calon ibu mungkin akan merasakan tanda-tanda seperti keguguran, mulai dari keluarnya flek atau perdarahan dari area intim, kram perut, dan volume darah menstruasi yang terasa lebih banyak dari biasanya.

Meskipun merasakan keguguran, tetapi hasil pemeriksaan kehamilan mungkin saja masih menunjukkan hasil positif. Hal itu terjadi karena kadar hormon human chorionic gonadotropin (HCG) yang masih tinggi. Hormon ini dihasilkan oleh plasenta dan levelnya dapat terus bertambah meski embrio tidak berkembang.

Jika merasakan gejala-gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan untuk memastikan kondisi kandungan secara pasti.

Tindakan Medis untuk Blighted Ovum

Jika mengalami kondisi ini, wanita harus segera mendapatkan tindakan medis. Pasalnya, perlu dilakukan beberapa prosedur untuk mengeluarkan atau mengangkat kantung kehamilan yang kosong dari dalam rahim.

Sebelumnya, pemeriksaan mungkin akan dibutuhkan untuk memastikan apakah seorang wanita mengalami kondisi ini atau tidak. Salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan USG. Jika seorang wanita didiagnosis mengalami blighted ovum, tindakan medis yang perlu segera dilakukan adalah dilatasi dan kuretase (kuret). Tujuannya adalah untuk membuka serviks untuk kemudian mengangkat kantung kehamilan.

Selain dengan prosedur tersebut, penggunaan obat-obatan tertentu juga biasa dilakukan. Akan tetapi, jika masih memungkinkan maka wanita bisa saja memilih untuk membiarkan kandungan gugur secara alami. Keguguran biasanya akan terjadi beberapa minggu setelah kehamilan dihentikan tubuh.

Kondisi ini biasanya hanya akan menyerang seorang wanita satu kali. Berita buruknya, hampir sebagian besar kasus ini tidak bisa dicegah. Untuk menghindari gangguan ini, sebaiknya mulai terapkan pola hidup sehat segera setelah dinyatakan hamil. Selain itu, hindari juga kebiasaan minum alkohol dan merokok agar kandungan tetap sehat.

Menjaga kehamilan juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi suplemen atau vitamin khusus. Akan tetapi, jangan lupa untuk selalu melakukan konsultasi kepada dokter dalam pemilihan suplemen. Kalau sudah punya resep, beli suplemen dan produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc, saja! Dengan layanan Apotik Antar, pesanan obat maupun vitamin akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: