Radang Otak pada Anak Bisa Akibatkan Hidrosefalus?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Radang Otak pada Anak Bisa Akibatkan Hidrosefalus?

Halodoc, Jakarta - Menjaga kesehatan selama hamil adalah hal yang penting untuk dilakukan. Pasalnya, ibu hamil tidak akan dibiarkan oleh tenaga medis untuk minum obat, karena ini bisa berpengaruh pada kondisi bayi di dalam kandungan. Salah satu jenis penyakit yang cukup dikhawatirkan terjadi oleh ibu hamil adalah sifilis, toksoplasma, dan rubella. Pasalnya, infeksi ini bisa mengakibatkan komplikasi berupa radang otak pada bayi. Hal ini bisa memicu penumpukan cairan yang berlebihan di dalam otak bayi atau disebut penyakit hidrosefalus

Pada kondisi normal, cairan otak dibutuhkan untuk yang mengisi ruangan-ruangan (ventrikel) di dalam otak dalam jumlah tertentu. Namun, pada hidrosefalus, jumlah cairan otak tersebut berlebihan, sehingga menimbulkan penekanan sel-sel otak dan gangguan saraf. Yuk, pahami lebih jauh mengenai hidrosefalus melalui ulasan berikut ini:

Baca juga: Enggak Cuma Anak-Anak, Orang Dewasa Bisa Alami Hidrosefalus

Siapa Saja yang Memiliki Risiko Alami Hidrosefalus?

Hidrosefalus terjadi saat bayi baru saja lahir atau saat bayi sudah tumbuh lebih besar. Pada bayi yang baru lahir, faktor yang meningkatkan risiko tersebut, antara lain: 

  • Adanya perkembangan yang tidak normal pada sistem saraf pusat, sehingga menghalangi aliran cairan serebrospinal.

  • Munculnya perdarahan di ventrikel otak, sehingga memicu kemungkinan bayi lahir prematur.

  • Saat hamil, ibu mengalami infeksi pada rahim, yang kemudian memicu peradangan di jaringan otak janin. 

Sementara itu, jika hidrosefalus terjadi setelah anak tumbuh besar, faktor risikonya antara lain:

  • Adanya tumor di otak atau sumsum tulang belakang anak.

  • Terjadinya infeksi yang menyerang otak atau sumsum tulang belakang.

  • Mengalami perdarahan di pembuluh darah otak.

  • Operasi di area kepala.

Baca juga: Bisakah Hidrosefalus Diketahui dari Dalam Kandungan?

Apa Gejala dari Hidrosefalus?

Pembesaran lingkar kepala pada bayi adalah gejala utama hidrosefalus pada bayi. Tidak hanya itu, pada ubun-ubun kepala bayi juga muncul benjolan yang terasa lunak. Sementara itu, beberapa gejala lain yang bisa terjadi, antara lain: 

  • Rewel;

  • Mudah mengantuk;

  • Enggan menyusu;

  • Muntah;

  • Pertumbuhan terhambat;

  • Kejang.

Jika terjadi pada anak yang sudah lebih besar, orang dewasa, dan lansia, beberapa gejala hidrosefalus yang muncul, yaitu: 

  • Sakit kepala;

  • Penurunan daya ingat dan konsentrasi;

  • Mual dan muntah;

  • Gangguan penglihatan;

  • Gangguan koordinasi tubuh;

  • Gangguan keseimbangan;

  • Kesulitan menahan buang air kecil;

  • Pembesaran kepala.

Penting diingat bahwa kondisi hidrosefalus bukan hal yang bisa kamu anggap sepele. Ia dapat menyebabkan gangguan dalam perkembangan fisik dan intelektual anak. Sementara itu, hidrosefalus yang terlambat ditangani bisa menyebabkan gejala menjadi permanen. 

Baca juga: Ketahui Berbagai Faktor Risiko Hidrosefalus Sejak Dini

Pengobatan Apa Saja yang Bisa Dilakukan untuk Atasi Hidrosefalus?

Hidrosefalus dapat ditangani melalui tindakan operasi. Tindakan ini bertujuan untuk  mengembalikan dan menjaga kadar cairan di dalam otak. Terdapat dua metode operasi yang bisa dilakukan, antara lain: 

  • Pemasangan Shunt. Shunt adalah selang khusus yang akan dipasang di dalam kepala bayi guna mengalirkan cairan otak ke bagian lain di tubuh. Sehingga cairan mudah terserap ke dalam aliran darah. Umumnya bagian tubuh yang dipilih untuk mengalirkan cairan otak adalah rongga perut. Beberapa pengidap hidrosefalus memerlukan shunt untuk seumur hidupnya sehingga pemeriksaan rutin wajib dilakukan. 

  • Endoscopic third ventriculostomy (ETV). ETV dilakukan dengan membuat lubang baru di dalam rongga otak, sehingga cairan di dalam otak bisa mengalir ke luar. Prosedur ini sering diterapkan pada hidrosefalus terjadi akibat penyumbatan di dalam rongga otak.

Penyakit ini juga dialami oleh Naila yang di usia sangat muda sudah didiagnosis alami radang otak dan hidrosefalus. Jika Si Kecil terlihat memiliki gejala yang sama seperti yang disebutkan, segera bawa anak untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Kini kamu juga bisa buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Tanpa perlu antre di rumah sakit, kamu bisa langsung datang dan melakukan pemeriksaan dengan dokter.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2019. Hydrocephalus.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hydrocephalus.