Radiasi Alat Elektronik Bisa Sebabkan Kanker Otak?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kanker otak

Halodoc, Jakarta - Saat ini, peralatan elektronik sudah menjadi bagian penting dari gaya hidup seseorang. Rasanya tidak ada orang yang bisa hidup tanda adanya alat elektronik di dekat mereka. Peralatan modern yang satu ini tidak hanya menawarkan hiburan yang praktis, tetapi juga dapat membuat komunikasi dengan orang jauh menjadi semakin dekat dengan fitur video call.

Meskipun memiliki segudang manfaat, alat elektronik juga memiliki banyak dampak negatif, khususnya bagi kesehatan tubuh. Hal ini dapat terjadi karena barang elektronik memiliki gelombang elektromagnetik atau EMR yang dipancarkan. Paparan gelombang elektromagnetik secara langsung dan terus-menerus dapat membuat sirkulasi alami dalam tubuh menjadi terhambat. 

Sebagai contoh nyatanya adalah penggunaan smartphone yang dipakai secara terus-menerus dapat menyebabkan pola tidur terganggu, sehingga menimbulkan berbagai macam penyakit. Tidak hanya itu, pancaran EMR yang bersifat karsinogenik dinilai dapat menyebabkan pembentukan sel-sel abnormal pada otak yang dapat menjadi pemicu kanker otak. Apakah hal ini benar adanya?

Baca juga: Anak Kecil Kecanduan Smartphone, Hati-Hati Gangguan Pendengaran

Radiasi Alat Elektronik Bisa Sebabkan Kanker Otak, Benarkah?

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa radiasi alat elektronik dapat menyebabkan terbentuknya sel-sel abnormal pada otak yang menjadi pemicu kanker otak. Satu-satunya efek samping radiasi alat elektromagnetik yang telah terbukti adalah adanya peningkatan panas pada beberapa bagian tubuh, seperti telinga dan kepala. Namun, hal ini pun masih belum diteliti secara jelas.

Risiko akan semakin tinggi dialami oleh anak-anak yang sering terpapar radiasi smartphone. Pasalnya, anak-anak akan menyerap radiasi lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa. Dalam hal ini, pengawasan orangtua dibutuhkan. Normalnya, penggunaan smartphone pada anak berjarak 20 sentimeter dari tubuhnya.

Segera diskusikan dengan dokter jika mengalami gejala paparan radiasi. Gejala dapat ditandai dengan sering sakit kepala, mudah lelah dan sulit untuk tidur, serta mengalami depresi. Jika muncul sejumlah gejalanya, diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah penanganan yang tepat.

Baca juga: Tenangkan Si Kecil dengan Smartphone, Hati-Hati Ganggu Mata

Bagaimana Cara Meminimalisir Paparan Radiasi?

Masih belum jelas apakah radiasi alat elektronik dapat memicu terjadinya kanker otak. Namun, hingga kini penelitian masih terus dilakukan. Hal yang dapat kamu lakukan adalah melakukan langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit berbahaya yang satu ini. Beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Batasi penggunaan smartphone atau alat elektronik lain setiap harinya. 

  • Sebaiknya gunakan alat tambahan seperti hands-free ketika menelepon, agar smartphone tidak langsung mengenai kulit kepala.

  • Jauhkan smartphone ketika sedang mengunduh file atau streaming film.

  • Letakkan smartphone pada tas, jangan diletakkan di saku celana. Jangan lupa jika smartphone memancarkan radiasi elektromagnetik, meski tidak menggunakannya. 

Bagi orangtua, jangan lupa untuk selalu mengawasi anak-anak dalam menggunakan smartphone. Hal yang paling penting dilakukan adalah kurangi paparan radiasi smartphone pada anak dengan membatasi waktu bermain. Dalam hal ini, ibu bisa mengatur waktu bermain smartphone saat weekend saja guna menekan risiko kesehatan yang bisa saja terjadi pada Si Kecil saat menggunakan smartphone secara berlebihan.

Baca juga: Pancarkan Radiasi, Apa Risiko Fluoroskopi yang Perlu Diwaspadai?

Kemajuan teknologi smartphone memang semakin banyak membantu apapun aktivitas yang dilakukan. Namun, disarankan untuk tetap menggunakan smartphone secara bijak guna menekan risiko bahaya radiasi yang dapat memicu gangguan kesehatan. Jadilah pengguna yang bijak!

Referensi:
NIH. Diakses pada 2019. Cell Phones and Cancer Risk.
Healthline. Diakses pada 2019. Children Face Higher Health Risk From Cell Phones.