01 March 2019

Anak Kecil Kecanduan Smartphone, Hati-Hati Gangguan Pendengaran

anak kecil kecanduan smartphone hati hati gangguan pendengaran

Halodoc, Jakarta – Enggak hanya orang dewasa saja yang senang bermain smartphone, anak-anak justru lebih senang lagi. Smartphone kini sudah menjadi pengganti “mainan” yang jauh lebih menarik daripada mainan pada umumnya, seperti mobil-mobilan atau boneka. Melalui smartphone, anak-anak bisa bermain berbagai macam permainan yang seru dan menarik serta menonton video-video yang menghibur.

Banyak juga orang tua yang sering memberikan smartphone agar anaknya bisa duduk tenang dan engak rewel. Enggak heran bila banyak anak-anak zaman now lebih suka duduk di rumah bermain smartphone dibanding bermain di luar rumah bersama teman-temannya. Akibatnya, lama-kelamaan anak akan kecanduan bermain smartphone dan susah lepas dari benda canggih tersebut. Tapi, tahukah ibu bahwa smartphone dan tablet dapat memicu timbulnya gangguan pendengaran pada anak?

Baca juga: 5 Jenis Gangguan Pendengaran yang Perlu Diketahui

Sebuah tim peneliti Erasmus University di Belanda melakukan penelitian terhadap lebih dari 3000 anak dengan rentang usia 9 sampai 11 tahun. Anak-anak tersebut dijadikan objek penelitian dari tahun 2012 sampai 2015. Sebanyak 2000 anak senang mendengarkan musik via smartphone dan tablet. Dan 8000 di antaranya memiliki intensitas mendengar musik yang lumayan tinggi, yaitu satu sampai dua hari dalam seminggu.

Akhirnya, didapati hasil bahwa sebanyak 14 persen atau 450 anak dinyatakan memiliki gangguan pendengaran. Dan setengahnya atau sekitar 7 persen positif mengidap gangguan pendengaran untuk frekuensi tinggi. Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa anak-anak yang sering mendengarkan musik dari smartphone dan tablet berisiko tiga kali lipat lebih besar mengalami gangguan pendengaran frekuensi tinggi.

Kenali Gejala Gangguan Pendengaran pada Anak

Jadi, jangan biarkan anak menggunakan smartphone terlalu lama, apalagi mendengarkan musik melalui headset dengan volume suara yang tinggi. Ibu diharapkan untuk waspada dan segera memeriksakan anak ke dokter THT bila mendapati gejala-gejala gangguan pendengaran berikut:

  • Berbicara dengan suara yang lebih keras dari biasanya.
  • Seringkali memberi respon, “Hah?” atau “Apa?” ketika diajak berbicara.
  • Sering menyalakan televisi dengan volume suara yang tinggi.
  • Sering mengatakan bahwa ia tidak mendengar suara ibu.
  • Cenderung menggunakan salah satu telinga ketika mendengar atau mengeluh bahwa ia hanya bisa mendengar melalui salah satu telinga saja.

Dampak Bermain Smartphone Terhadap Pendengaran

Jangan sepelekan gangguan pendengaran yang bisa terjadi pada anak akibat bermain smartphone dengan volume suara yang keras terlalu lama. Berikut dampak buruk yang bisa terjadi:

1. Kehilangan Pendengaran di Usia 20-an

Menurut sebuah penelitian, dampak penggunaan earphone atau headset yang terlalu sering saat bermain smartphone memang tidak akan langsung terasa. Tapi, efeknya baru akan mulai terasa ketika anak sudah berusia 20 tahunan. Bila Si Kecil tidak menghentikan kebiasaan mendengarkan musik lewat earphone dengan suara yang kencang, maka ia berisiko kehilangan pendengarannya di usia tersebut.

Baca juga: Meniere bisa Menyebabkan Hilang Pendengaran

2. Kerusakan Otak

Gelombang elektromagnetik dari earphone atau headset diduga dapat memengaruhi listrik yang ada di dalam otak manusia. Hal tersebut sudah dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan pada tikus. Tapi, sampai saat ini memang belum diketahui seberapa besar efek dari gelombang elektromagnetik tersebut pada otak manusia. Meski demikian, ibu sebaiknya menganjurkan anak untuk segera menghentikan kebiasaannya menggunakan headset terlalu sering.

3. Kerusakan Permanen Pada Telinga

Bila gendang telinga sudah tidak kuat lagi menanggung beban suara keras dari earphone yang langsung terhubung dengan lubang telinga, bukan tidak mungkin Si Kecil akan kehilangan pendengarannya. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak yang masih muda atau remaja.

Itulah gangguan pendengaran yang bisa dialami anak akibat kecanduan bermain smartphone. Jadi, orangtua diharapkan dapat mengingatkan anaknya untuk tidak bermain smartphone dengan volume suara yang keras terlalu lama. Kebanyakan perangkat elektronik yang beredar pun sudah mengikuti regulasi Uni Eropa, yaitu menyetel volume default pada 85 decibels. Level tersebut dianggap masih aman untuk kesehatan pendengaran anak-anak.

Baca juga: Ini Bahayanya Terlalu Sering Menggunakan Earphone

Bila anak menunjukkan gejala-gejala gangguan pendengaran, segera periksakan ia ke dokter THT. Ibu juga bisa membicarakan masalah kesehatan anak ini dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter Halodoc untuk minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.