Radioterapi Sebabkan Nekrosis Avaskular, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Radioterapi Sebabkan Nekrosis Avaskular, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Nekrosis avaskular adalah gangguan kesehatan serius yang menyebabkan adanya kematian tulang di area-area tertentu. Kondisi ini muncul karena terganggunya aliran darah ke area tulang akibat beberapa alasan, salah satunya adalah efek samping dari pengobatan kanker yang melemahkan tulang.

Tidak hanya itu, salah satu penyebab yang paling sering dari nekrosis avaskular di usia muda adalah konsumsi kortikosteroid, yakni jenis obat untuk mengatasi penyakit tertentu seperti psoriasis, SLE, atau artritis reumatoid.

Pengidap-pengidap lain yang memiliki penyakit ini bisa juga mengalami riwayat kekerasan karena konsumsi alkohol atau mendapat pengobatan dengan imunosupresan dosis tinggi (misalnya pengidap kanker). Pada kasus yang parah, tulang rawan yang melapisi tulang dapat runtuh, sehingga mengakibatkan kerusakan parah dan artritis pada sendi yang terkena.

Baca Juga: Ketahui Lebih Jauh Penyebab Nekrosis Avaskular

Apa Saja Gejala Nekrosis Avaskular?

Gejala penyakit nekrosis avaskular biasanya tidak muncul pada tahap awal. Seiring berkembangnya penyakit, kebanyakan pengidapnya mengeluhkan nyeri di area sendi saat membawa barang yang berat. Namun, lama kelamaan nyeri bisa muncul pada saat pengidapnya tengah beristirahat. Nyeri sering ringan atau parah dan mungkin meningkat secara perlahan sepanjang waktu.

Jika penyakit nekrosis avaskular berkembang pada permukaan tulang dan sendi sampai robek, nyeri menjadi sangat serius dan membatasi pergerakan sendi yang terpengaruh. Dalam beberapa kasus seperti serangan pada area pinggul, pengidap mungkin kehilangan fungsi sendi, dan mengakibatkan kelumpuhan.

Penyebab dan Faktor Risiko Nekrosis Avaskular

Kondisi ini muncul karena berkurangnya aliran darah menuju tulang, tapi penyebab aliran darah yang berkurang ini tidak jelas apa alasannya. Nekrosis avaskuler bisa berkembang karena penyakit lain atau setelah cedera serius macam retak atau dislokasi. Sementara itu, hal yang meningkatkan risiko seseorang mengalami nekrosis avaskular, antara lain:

  • Terluka atau cedera seperti tulang pinggul yang retak, dapat menyerang pembuluh darah sekitar dan mengurangi aliran darah menuju tulang.
  • Penggunaan steroid: penyebab pastinya tidak diketahui, tapi ada dugaan bahwa kortikosteroid menyebabkan hiperlipidemia sehingga terjadi nekrosis avaskular pada tulang.
  • Terlalu banyak minum alkohol: minum alkohol berlebihan setiap hari selama beberapa tahun menimbun lemak di dalam darah.
  • Bifosfonat: obat ini meningkatkan kepadatan tulang yang menyebabkan osteonecrosis pada rahang.
  • Pengobatan: kanker radioterapi dapat melemahkan tulang. Transplantasi organ, terutama ginjal mungkin meningkatkan risiko nekrosis avaskular.
  • Penyakit tertentu: pankreatitis akut, diabetes, penyakit Gaucher, HIV/AIDS, lupus erythematosus, anemia sel darah sabit.

Baca Juga: Membatasi Konsumsi Alkohol Cegah Nekrosis Avaskular

Pengobatan Nekrosis Avaskular Beserta Efek Sampingnya

Pengobatan untuk pengidap nekrosis avaskular berbeda-beda tiap orang, tergantung pada usia, penyebab penyakit, bagian tulang yang rusak, dan tingkat kerusakannya. Untuk mengobati nekrosis avaskular dalam tahap awal, terapi dan pengobatan yang disarankan dokter antara lain:

  • Obat antiinflamasi non steroid (OAINS). Obat-obatan seperti ibuprofen atau diclofenac mengurangi tanda peradangan, seperti nyeri akibat nekrosis avaskular.
  • Obat penurun kolesterol. Penurunan kadar lemak dalam darah bisa membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah yang bisa memicu nekrosis avaskular.
  • Antikoagulan. Jenis obat antikoagulan seperti warfarin disarankan untuk mencegah penggumpalan darah.
  • Obat bifosfonat. Pada sebagian kasus, obat bifosfonat seperti alendronate bisa memperlambat perkembangan penyakit nekrosis avaskular. Namun, terdapat laporan, bifosfonat yang bisa menyebabkan nekrosis avaskular pada tulang rahang.
  • Jika mengalami kondisi nekrosis avaskular, sebaiknya tidak banyak melakukan kegiatan yang bisa membebani bagian tulang yang sakit. Di saat yang sama, bisa juga melakukan fisioterapi untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan fungsi sendi yang rusak.

Baca Juga: Kenali 4 Makanan yang Baik untuk Pengidap Nekrosis Avaskular

Nah, itulah yang kamu perlu tahu mengenai nekrosis avaskular. Bila kamu mengalami gejala-gejala yang dicurigai sebagai gejala nekrosis avaskular, coba periksakan diri ke dokter. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya-tanya ke dokter seputar gejala kesehatan yang dialami. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.