Remaja OCD Sulit Berkonsentrasi di Sekolah, Begini Penanganannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   14 Maret 2019
Remaja OCD Sulit Berkonsentrasi di Sekolah, Begini PenanganannyaRemaja OCD Sulit Berkonsentrasi di Sekolah, Begini Penanganannya

Halodoc, Jakarta - OCD (Obsessive-Compulsive Disorder) adalah gangguan kronis yang membuat pengidapnya memiliki pikiran atau dorongan untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dikendalikan dan berulang. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja. Sayangnya, ketika dialami oleh remaja, atau anak-anak yang masih berusia sekolah, OCD dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk berkonsentrasi saat belajar.

Sebuah studi terbaru tentang hal ini dipaparkan dalam jurnal Psychological Medicine, yang dipublikasikan dalam bentuk daring pada Januari 2018, di Cambridge Core. Studi yang dilakukan oleh dr. Julia Gottwald ini mengungkapkan bahwa salah satu masalah yang sering dialami remaja dengan OCD adalah kesulitan berkonsentrasi dan mengingat. Akibatnya, potensinya sulit untuk berkembang maksimal di sekolah.

Baca juga: Benarkah Trauma pada Masa Lalu Dapat Sebabkan OCD?

Dalam penelitiannya, dr. Gottwald juga menyebut bahwa OCD pada usia anak atau remaja memang sangat menyusahkan. 90 persen dari pengidap muda ini mengalami kesulitan mengerjakan PR dan berkonsentrasi saat pelajaran. Padahal di usia tersebut, mereka seharusnya sudah siap untuk belajar hal baru seperti bahasa asing, mengendarai sepeda, atau kegiatan motorik lainnya. Jika tidak bisa belajar baik di sekolah atau melakukan keterampilan sosial, mereka cenderung menjadi stres dan cemas.

Sebelumnya, para peneliti di University of Cambridge menemukan ada masalah serius tentang fleksibilitas kognitif orang dewasa yang mengidap OCD. Fleksibilitas kognitif adalah keterampilan penting untuk menemukan solusi yang tepat untuk sebuah masalah, dan beralih ke pendekatan baru saat solusi pertama gagal. Kini, mereka ingin mengetahui, apakah hal yang sama juga terjadi pada remaja dengan OCD.  

Kemudian, dr. Gottwald dan rekannya, Profesor Barbara Sahakian, dari Departemen Psikiatri, memilih 36 remaja dengan OCD dan 36 remaja yang sehat untuk mengikuti tes memori dan kemampuan belajar. 30 remaja dari masing-masing kelompok akan diuji untuk menilai keseimbangan kontrol perilaku yang diarahkan pada tujuan dan kebiasaan. Hasilnya, pengidap OCD yang berusia remaja mengalami kesulitan pada semua tugas belajar dan memori.

Baca juga: 3 Ciri Obsessive Compulsive Disorder, Jadi Salah Satunya?

Penelitian yang didanai oleh Wellcome Trust dan Medical Research Council ini juga mengungkapkan untuk kali pertama bahwa perkembangan awal OCD memengaruhi kontrol untuk melakukan tujuan yang diarahkan. Penyebabnya adalah kurangnya fleksibilitas kognitif di awal pengembangan OCD.

Penanganan yang Dapat Dilakukan

Hingga saat ini, penanganan terhadap OCD dapat dilakukan dengan mengombinasikan obat-obatan dengan terapi, seperti:

1. Pemberian obat

Dokter mungkin akan memberi resep obat untuk mengontrol obsesi mental dan perilaku kompulsif. Biasanya, antidepresan atau obat pengurang stres adalah pilihan pertama, seperti:

  • Clomipramine (Anafranil).
  • Fluvoxamine (Luvox CR).
  • Fluoxetine (Prozac).
  • Paroxetine (Paxil, Pexeva).
  • Sertraline (Zoloft).

2. Terapi Perilaku Kognitif

Terapi kognitif dapat membantu pengidap OCD untuk menemukan kebiasaan bawah sadar yang menyebabkan gejala-gejala OCD terjadi. Selanjutnya, terapi ini akan menuntun mereka untuk menemukan kebiasaan lain yang dapat digunakan untuk menghindari pikiran negatif tersebut. Saat cara berpikir sudah berubah menjadi lebih baik, gejala OCD pun akan perlahan teratasi.

Baca juga: Kenali 4 Gejala yang Dialami Pengidap OCD

Itulah sedikit penjelasan tentang OCD pada remaja dan bagaimana menanganinya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter, psikolog, atau psikiater pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter, psikolog, atau psikiater yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Mulai Rp25 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Dokter seputar Kesehatan