Rodrigo Duterte Pernah Alami Buerger Disease, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Rodrigo Duterte Pernah Alami Buerger Disease, Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta - Beberapa waktu lalu kabar tak menyenangkan datang dari Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, yang dikabarkan meninggal dunia. Untuk menampik kabar burung tersebut, Rodrigo akhirnya melakukan siaran langsung di Facebook milik istrinya pada 3 Februari 2019

Rodrigo Duterte sebenarnya sudah lama terdeteksi mengalami buerger disease sejak akhir 2016. Isu sensitif ini terus menggoyangnya di puncak kepemimpinan. Sang Presiden itu baru mengakui kalau dirinya mengidap buerger disease di awal 2017.

Baca juga: Orangtua Perokok Berisiko Tularkan Kebiasaan Merokok pada Anak di Usia Dini

Pertanyaannya, seperti apa sih buerger disease yang dialami oleh pria berusia 74 tahun itu?

Matinya Jaringan Tubuh

Buerger disease merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya rasa nyeri pada tangan dan kaki, dengan kulit yang pucat. Kok bisa? Nah, ini disebabkan karena pembuluh darah tangan dan kaki mengalami gangguan. Gangguan ini berupa pembengkakan dan peradangan yang ujung-ujungnya dapat tersumbat akibat terbentuknya gumpalan darah.

Andaikan tak ditangani dengan cepat dan tepat, buerger disease bisa menimbulkan gangrene pada tangan dan kaki. Gangrene sendiri merupakan kondisi matinya jaringan akibat aliran oksigen dan nutrisi ke bagian tersebut. Yang bikin ngeri, andaikan sudah mencapai fase ini, maka penanganannya mesti dengan amputasi.

Kenali Gejala-gejalanya

Buerger disease yang menyerang seseorang enggak hanya ditandai oleh satu-dua hal saja. Sebab, penyakit ini bisa menimbulkan sederet gejala pada pengidapnya. Gejala buerger disease berupa nyeri pada tangan dan kaki ini bisa sangat intens dan muncul kapan saja, bahkan saat beristirahat.

Baca juga: Ini yang Terjadi Kalau Terlalu Sering Terpapar Asap Rokok

Nah, berikut beberapa gejala dari buerger disease yang dialami oleh Rodrigo Duterte.

  • Jari kaki dan tangan menjadi pucat, memerah, ataupun membiru.

  • Pembengkakan pada tangan atau kaki.

  • Terasa dingin, kesemutan, ataupun mati rasa pada tangan dan kaki.

  • Ujung jari tangan dan kaki terasa nyeri.

  • Otot mengecil atau atrofi.

  • Tak ada denyutan nadi pada bagian yang kurang aliran darah.

  • Kebiruan pada jari tangan dan kaki yang kemudian menghitam dan membusuk.

  • Pengidapnya sering kali mengalami fenomena Raynaud, suatu kondisi di mana ujung tubuh (jari, tumit, tangan, kaki) menjadi putih jika terkena suhu dingin.

  • Kram otot, biasanya di telapak kaki atau tungkai.

  • Pada penyumbatan yang lebih berat, nyerinya bisa lebih hebat dan berlangsung lama, bahkan nyeri bisa terasa saat beristirahat.

Lebih Rentan Menyerang Perokok?

Sayangnya, sampai sampai saat ini penyebab dari buerger disease belum diketahui pasti. Namun, ada dugaan kuat bahwa pengguna tembakau, baik dalam bentuk rokok, cerutu, ataupun produk yang dikonsumsi, merupakan faktor utama penyebab penyakit ini. Zat yang terkandung dalam tembakau dipercaya bisa menyebabkan iritasi pada pembuluh darah yang kemudian bisa memicu peradangan.

Baca juga: Kenali 7 Bahaya Merokok yang Merusak Tubuh

Rodrigo Duterte sebenarnya juga perokok berat di masa mudanya. Namun, Presiden Filipina ini sudah lama menghentikan kebiasan buruk tersebut. Bahkan, ia membuat peraturan yang melarang warga negaranya merokok di ruang publik, sehingga perokok semakin jarang terlihat di Manila.

Meski begitu, ada pula faktor lainnya yang bisa memicu penyakit ini, yaitu faktor genetik dan gangguan sistem imun, yang menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Untuk di Asia Sendiri, buerger disease lebih sering terjadi pada orang yang 40–45 tahun, dan aktif atau pernah aktif menggunakan produk yang terbuat dari tembakau.

Ingat, rokok mengandung kurang lebih 400 zat, di mana 200 di antaranya berbahaya bagi kesehatan. Nah, yakin masih ingin melakukan kebiasaan ini?

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau ingin tahu cara ampuh untuk berhenti merokok? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!