• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sakit Gigi Berulang pada Anak, Waspada Bahayanya

Sakit Gigi Berulang pada Anak, Waspada Bahayanya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Sakit gigi disebabkan oleh banyak alasan. Jika terjadi pada orangtua, bukan yang sulit untuk mengidentifikasi penyebabnya. Namun jika terjadi pada anak-anak, sakit gigi bisa terjadi secara berulang, sehingga membuat mereka menjadi rewel. Penyebab anak sakit gigi umumnya disebabkan adanya karies yang kemudian berubah menjadi gigi berlubang.

Baca juga: Anak Sakit Gigi, Ini Cara Alami Mengobatinya

Namun, tidak hanya itu saja, berikut beberapa penyebab anak sakit gigi:

  • Tumbuh Gigi

Penyebab anak sakit gigi yang pertama dapat terjadi karena tumbuhnya gigi. Tumbuh gigi sendiri sebenarnya adalah proses saat gigi muncul dan menembus gusi. Sakit yang ditimbulkan berasal dari rasa tidak nyaman pada gusi dan rahang saat gigi bersiap muncul melalui permukaan gusi

Saat gigi bergerak menembus gusi, area tersebut akan ditandai dengan kemerahan dan sedikit pembengkakan. Selain itu, gejala yang tampak adalah adanya lepuhan yang berisi cairan atau darah. Saat gejala muncul, otomatis anak akan sangat rewel, bahkan diare pada waktu yang bersamaan. Jika gejala tampak mengkhawatirkan, ibu bisa membawanya pergi ke rumah sakit terdekat untuk melakukan pengobatan!

  • Gigi Patah

Penyebab anak sakit gigi selanjutnya adalah gigi yang patah atau mengalami keretakan. Patah atau retaknya gigi terjadi karena Si Kecil yang semakin besar dan aktif bergerak. Di usia yang saat ini, Si Kecil akan selalu bermain, berlari, melompat, menyelam, bahkan menggigit sesuatu yang keras.

Saat hal tersebut terjadi, tidak ada hal yang bisa ibu lakukan selain segera mengunjungi dokter gigi. Gigi patah dapat menyebabkan rasa sakit dan rasa tidak nyaman saat mengunyah atau saat terkena suhu panas atau dingin yang ekstrem. Ibu perlu memperhatikan apakah ada pendarahan setelah gigi patah

Jika ada, ibu dapat menyeka mulut Si Kecil dengan air dingin, kemudian memberikan kompres air dingin terlebih dahulu guna mengurangi risiko terjadinya pembengkakan. Jika ibu menemukan patahan gigi, ibu bisa membawanya ke dokter.

Baca juga: Kunyah Bawang Putih Jadi Obat Sakit Gigi, Benarkah?

  • Pembusukan Gigi

Penyebab anak sakit gigi selanjutnya adalah pembusukan gigi. Pembusukan gigi sendiri biasanya terjadi karena kerusakan gigi, sehingga menyebabkan timbulnya rasa sakit gigi yang mengganggu. Bukan hanya itu saja, pembusukan gigi juga dapat menyebabkan area tersebut terinfeksi, bahkan dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.

Kerusakan gigi pada anak akan ditandai dengan adanya bercak putih atau bintik-bintik cokelat pada gigi, kemerahan dan pembengkakan pada gusi, lubang pada gigi, serta gigi patah. Untuk mencegah pembusukan, perawatan gigi dapat dilakukan, konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, serta pemeriksaan gigi secara berkala.

  • Makanan Tersangkut

Makanan yang tidak sengaja tersangkut di antara gigi dapat menjadi penyebab anak sakit gigi. Makanan yang mengganjal tersebut akan mendorong gigi menjauh satu sama lain, serta menimbulkan iritasi pada akar dan gusi. Jika anak mengeluhkan sakit gigi, ibu dapat melarutkan satu sendok garam dengan air putih yang digunakan sebagai obat kumur.

Anak harus berkumur setiap mereka merasa sakit gigi. Selain itu, ibu dapat mengompres pipi dengan es batu yang dilapisi dengan handuk kecil guna mengurangi rasa sakit gigi. 

Baca juga: Anak Sakit Gigi, Lakukan Pengobatan Ini

Hal-hal tersebut merupakan beberapa penyebab anak sakit gigi. Kebanyakan anak anak sangat sulit untuk pergi ke dokter gigi karena merasa takut dan terancam. Di sini merupakan tugas ibu untuk menjelaskan dengan lembut bahwa prosedur yang dilakukan akan membantu meringankan gejala nyeri yang muncul. Dengan menjelaskan hal-hal yang ingin diketahui, akan menciptakan perasaan yang nyaman.

Referensi:

Discovery Kids Pediatric Dentistry. Diakses pada 2020. 5 Common Causes Of A Toothache.
Healthy Children. Diakses pada 2020. Toothaches in Children.
URMC. Diakses pada 2020. Toothache (Pulpitis) in Children.