• Home
  • /
  • Sakit Kepala yang Tak Tertahankan Tanda Alami Migrain?

Sakit Kepala yang Tak Tertahankan Tanda Alami Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Sakit Kepala yang Tak Tertahankan Tanda Alami Migrain?

Halodoc, Jakarta – Sakit kepala menjadi gangguan kesehatan yang umum terjadi pada siapa saja. Kondisi ini dapat terjadi secara bertahap maupun secara tiba-tiba. Sakit kepala yang terbilang ringan dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, salah satunya kelelahan. Lalu, apakah sakit kepala yang tidak tertahankan dapat menjadi gejala migrain?

Baca juga: Migrain Saat Menstruasi? Begini Cara Mengatasinya

Penyakit migrain adalah gangguan penyakit yang menyebabkan sakit kepala yang menyakitkan dan tidak tertahankan. Migrain sebabkan sakit kepala berdenyut dan umumnya dialami pada satu sisi. Ada berbagai penyebab yang membuat seseorang alami migrain. Tidak ada salahnya lakukan pencegahan untuk menghindari terjadinya migrain.

Selain Sakit Kepala, Ketahui Gejala Migrain

Pada beberapa penyakit migrain, nyatanya penurunan kadar serotonin pada otak membuat seseorang mengalami migrain. Dilansir dari Harvard Medical School, wanita lebih rentan mengalami migrain dibandingkan pria.

Ada beberapa faktor yang memicu seseorang alami migrain, seperti tingkat stres, perubahan hormon, pola makan, pola tidur, bau yang menusuk, dan perubahan cuaca. Sakit kepala yang dialami oleh pengidap migrain nyatanya terjadi secara bertahap. Dilansir dari Harvard Medical School, ada beberapa tahapan yang akan dialami:

1. Prodrome

Tahapan gejala pertama yang akan dialami oleh pengidap migrain adalah prodome atau pre headache. Kondisi ini membuat pengidap migrain mengalami tidak enak badan beberapa hari sebelum sakit kepala menyerang. Tidak hanya kurang enak badan, gejala lain yang juga akan dialami pada tahap ini, seperti perubahaan suasana hati, perubahan nafsu makan, menjadi lebih cepat lelah, dan lebih cepat merasa haus.

Baca juga: 4 Makanan untuk Mengobati Migrain

2. Aura

Tahapan kedua bisa terjadi sebelum pengidap alami migrain atau saat mengalami migrain. Pada tahapan ini, pengidap mengalami gangguan pada penglihatan, seperti penglihatan kabur dan terlihat ada cahaya dalam penglihatan. Pada tahapan ini, pengidap migrain juga akan mengalami gangguan sensorik, motorik, maupun verbal.

3. Serangan Migrain

Pada tahap ini serangan sakit kepala akan dialami pengidap migrain. Tahapan ini dapat berlangsung selama beberapa hari. Ada beberapa gejala yang muncul, seperti sakit kepala yang tidak tertahankan pada satu sisi kepala atau kedua sisi kepala. Tidak hanya itu, sakit kepala terkadang disertai sakit kepala berdenyut, pandangan kabur, pusing, mual, dan sensitif terhadap cahaya maupun suara.

4. Postdrome

Setelah serangan migrain, kamu akan mengalami rasa kelelahan. Tidak hanya itu, sakit kepala pun masih dirasakan namun dalam tahap yang lebih ringan. Ketika gejala migrain yang dialami tidak kunjung menghilang, segera periksakan kesehatan ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Pencegahan untuk Migrain

Penyakit migrain dapat dicegah dengan menghindari beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya migrain. Dilansir dari WebMD, lakukan gaya hidup dan pola makan yang sehat untuk menghindari penyakit migrain.

Hindari mengonsumsi minuman alkohol, makanan yang memiliki aroma menusuk, dan kondisi lain yang menjadi pemicu penyakit migrain. Kamu juga bisa tanyakan ke dokter melalui aplikasi Halodoc tentang pencegahan migrain lainnya yang dapat dilakukan.

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Obat Migrain yang Tepat untuk Bumil

Tidak hanya itu, sebaiknya penuhi kebutuhan istirahat setiap harinya. Hal ini dapat membantu kamu untuk mengendalikan tingkat stres dan tekanan yang terjadi. Pencegahan baik dilakukan agar kondisi migrain tidak semakin parah dan menimbulkan komplikasi.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. How to Prevent Migraine Headaches
Medical Harvard School. Diakses pada 2020. When Headaches Won’t Go Away
Healthline. Diakses pada 2020. How to Avoid a Migraine Before It Happens